Dalam beberapa tahun terakhir, Carry Trade (perdagangan selisih suku bunga) telah menjadi topik utama di pasar modal. Sejak 2022, bank sentral di berbagai negara mengambil kebijakan moneter yang berbeda, dan para investor mulai aktif mencari peluang arbitrase yang dihasilkan dari selisih suku bunga. Namun, banyak orang masih salah paham tentang esensi, risiko, dan cara operasional dari carry trade. Artikel ini akan membahas secara mendalam strategi investasi ini.
Apa itu Carry Trade? Apa logika intinya?
Inti dari carry trade adalah meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan dalam aset dengan suku bunga tinggi, untuk mendapatkan selisih suku bunga di antaranya.
Contoh paling sederhana adalah: meminjam dolar Taiwan di bank dengan suku bunga 2%, sekaligus mengonversi dana ke dolar AS dan menyimpannya dalam deposito berjangka dengan suku bunga 5%, di mana selisih 3% adalah keuntungan dari perdagangan. Kedengarannya sangat sederhana, tetapi kenyataannya jauh lebih kompleks.
Sejak 2022, strategi ini menjadi sangat populer karena laju kenaikan suku bunga di berbagai negara berbeda secara mencolok. Amerika Serikat melakukan kenaikan suku bunga secara agresif, sementara banyak negara Asia