Tahukah kamu? Dolar Australia adalah mata uang dengan volume perdagangan kelima terbesar di dunia (dolar AS, euro, yen, pound Inggris, dolar Australia), dan pasangan "AUD/USD" juga merupakan pasangan mata uang dengan aktivitas perdagangan tertinggi kelima secara global. Likuiditas yang cukup, spread yang rendah, membuat operasi jangka pendek dan penataan jangka menengah-panjang menjadi relatif lebih efisien.
Tapi mengapa selama sepuluh tahun terakhir dolar Australia semakin tenggelam?
Mengapa favorit suku bunga tinggi yang dulu pernah menjadi primadona kini berubah menjadi "tulang punggung"?
Dolar Australia termasuk dalam kategori "mata uang komoditas" — ekonomi Australia sangat bergantung pada ekspor bijih besi, batu bara, tembaga, dan komoditas besar lainnya. Harga bahan baku global yang berfluktuasi sering menyebabkan fluktuasi tajam pada nilai tukar dolar Australia. Sebagai mata uang dengan suku bunga tinggi, dulu dolar ini adalah favorit dalam perdagangan selisih suku bunga.
Tapi kenyataannya sangat keras. Jika dihitung dari level 1.05 pada awal 2013, selama sepuluh tahun terakhir (2013-2023), nilai tukar AUD terhadap dolar AS telah melemah lebih dari 35%, sementara indeks dolar AS (DXY) justru naik 28,35%. Euro, yen, dan dolar Kanada juga