PANews 11 Februari—Menurut laporan terbaru dari Cryptopolitan, Grayscale menunjukkan bahwa harga Bitcoin akhir-akhir ini sangat sinkron dengan saham teknologi, bukan dengan aset lindung nilai seperti emas. Analisis laporan menunjukkan bahwa selama 12 bulan terakhir, harga Bitcoin berkaitan erat dengan kinerja saham perusahaan perangkat lunak dengan valuasi tinggi. Ketika pasar menjual saham teknologi karena kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan terhadap layanan perangkat lunak tradisional, Bitcoin juga mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini para investor lebih melihat Bitcoin sebagai aset pertumbuhan yang didorong oleh kepercayaan pasar dan preferensi risiko, bukan sebagai “emas digital” yang mampu menahan volatilitas.
Grayscale berpendapat bahwa meskipun Bitcoin memiliki karakteristik penyimpanan nilai jangka panjang seperti pasokan terbatas dan jaringan desentralisasi, dibandingkan dengan emas yang memiliki sejarah mata uang selama ribuan tahun, Bitcoin yang baru berumur 17 tahun masih dalam tahap awal membuktikan dirinya sebagai aset mata uang global. Baru-baru ini, saat harga emas dan perak naik, Bitcoin tidak menunjukkan tren yang sama, malah berbalik dan mengikuti penurunan aset pertumbuhan berisiko tinggi.
Artikel Terkait
Harga Kaspa (KAS) Melonjak 10%: Apakah Ini Breakout yang Tidak Akan Dilihat oleh Para Pembenci BTC?