** RUU Senat baru bertujuan untuk mendefinisikan regulasi kripto dengan memisahkan peran SEC dan CFTC sambil memerlukan dukungan bipartisan agar dapat disahkan.**
Pasar kripto AS menghadapi titik balik saat pembuat kebijakan bergerak cepat dalam aturan baru. RUU Senat bertujuan membatasi kendali SEC atas aset digital.
Proposal ini muncul saat perusahaan mencari kejelasan dan stabilitas. Analis pasar memantau Kongres dengan cermat saat momentum meningkat di seluruh sektor keuangan.
RUU Senat Menargetkan Kewenangan SEC atas Crypto
Pembuat kebijakan AS telah mengajukan legislasi yang dirancang untuk mengurangi pengawasan SEC terhadap pasar kripto.
RUU ini berfokus pada memisahkan aset digital dari aturan sekuritas tradisional. Sebagai hasilnya, peran regulasi akan menjadi lebih terdefinisi di seluruh lembaga.
BERITA TERKINI:
SENAT AS BARU SAJA MENGAJUKAN RUU
UNTUK MENJAGA SEC JAUH DARI KRIPTO. 🇺🇸
JIKA INI DISAHKAN,
SEMUA LINGKUNGAN PERMAINAN AKAN BERUBAH SEMALAM. pic.twitter.com/cm95lig54j
— Merlijn The Trader (@MerlijnTrader) 4 Januari 2026
Akibatnya, pendukung berpendapat bahwa pendekatan ini mendukung ketertiban pasar dan kepastian hukum.
Proposal ini muncul saat perdebatan tentang regulasi kripto di Kongres meningkat. Pembuat kebijakan dijadwalkan meninjau RUU ini di pertengahan Januari.
Namun, persetujuan komite masih memerlukan dukungan bipartisan. Oleh karena itu, negosiasi tetap menjadi kunci kemajuan RUU ini.
Para pemimpin industri mengatakan aturan yang tidak jelas telah mendorong perusahaan ke luar negeri. Sementara itu, pasar luar negeri telah berkembang lebih cepat dengan kerangka kerja kripto yang terdefinisi.
Pejabat AS kini menghadapi tekanan untuk menjaga inovasi tetap di dalam negeri. Konteks ini menambah urgensi proses legislatif.
Tinjauan CLARITY Act dan Persyaratan Suara Senat
CLARITY Act akan memerlukan dukungan dari kedua partai utama agar dapat maju. Meskipun kemungkinan lolos di komite, aturan debat di Senat menaikkan ambang batas.
Enam puluh suara diperlukan untuk mendorong RUU ini ke depan.
Oleh karena itu, dukungan lintas partai tetap penting. Dukungan dari Partai Republik saja mungkin tidak cukup untuk memastikan pengesahan akhir.
Namun, diskusi dengan Demokrat telah berlanjut selama masa reses. Beberapa pembuat kebijakan melaporkan pembicaraan yang produktif tentang topik struktur pasar.
Pembicaraan ini bertujuan menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen. RUU ini juga berupaya memberikan kejelasan peran SEC dan CFTC.
Pembuat kebijakan akan menilai bagaimana token harus diklasifikasikan. Mereka juga akan meninjau bagaimana bursa harus mendaftar. Sebagai hasilnya, tumpang tindih regulasi dapat dikurangi.
Baca Terkait: Senator Lummis Desak Kongres untuk Mengesahkan RUU Struktur Pasar Kripto
Respon Pasar dan Konteks Regulasi yang Lebih Luas
Langkah Senat ini datang saat pasar kripto menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian kebijakan. Sementara operasi pemerintah mengalami jeda, aktivitas aset digital tetap berlangsung.
Sementara itu, pengajuan ETF telah dilanjutkan saat lembaga kembali beroperasi penuh.
Dengan demikian, timing ini mengaitkan legislasi dengan kepercayaan pasar. Beberapa aplikasi ETF kripto masih dalam peninjauan oleh regulator.
Saat lembaga kembali dibuka, proses persetujuan mungkin akan dipercepat. Analis memperkirakan aktivitas baru di berbagai aset digital.
Selain itu, kejelasan legislatif dapat mendukung pertumbuhan pasar yang terstruktur. Perkembangan global juga memengaruhi keputusan AS.
Eropa dan wilayah lain telah memberlakukan aturan kripto. Pembuat kebijakan AS kini menghadapi tekanan kompetitif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Senat AS Dorong Rancangan Undang-Undang untuk Menjaga SEC Jauh dari Crypto Dengan Potensi Perubahan Pasar
** RUU Senat baru bertujuan untuk mendefinisikan regulasi kripto dengan memisahkan peran SEC dan CFTC sambil memerlukan dukungan bipartisan agar dapat disahkan.**
Pasar kripto AS menghadapi titik balik saat pembuat kebijakan bergerak cepat dalam aturan baru. RUU Senat bertujuan membatasi kendali SEC atas aset digital.
Proposal ini muncul saat perusahaan mencari kejelasan dan stabilitas. Analis pasar memantau Kongres dengan cermat saat momentum meningkat di seluruh sektor keuangan.
RUU Senat Menargetkan Kewenangan SEC atas Crypto
Pembuat kebijakan AS telah mengajukan legislasi yang dirancang untuk mengurangi pengawasan SEC terhadap pasar kripto.
RUU ini berfokus pada memisahkan aset digital dari aturan sekuritas tradisional. Sebagai hasilnya, peran regulasi akan menjadi lebih terdefinisi di seluruh lembaga.
Akibatnya, pendukung berpendapat bahwa pendekatan ini mendukung ketertiban pasar dan kepastian hukum.
Proposal ini muncul saat perdebatan tentang regulasi kripto di Kongres meningkat. Pembuat kebijakan dijadwalkan meninjau RUU ini di pertengahan Januari.
Namun, persetujuan komite masih memerlukan dukungan bipartisan. Oleh karena itu, negosiasi tetap menjadi kunci kemajuan RUU ini.
Para pemimpin industri mengatakan aturan yang tidak jelas telah mendorong perusahaan ke luar negeri. Sementara itu, pasar luar negeri telah berkembang lebih cepat dengan kerangka kerja kripto yang terdefinisi.
Pejabat AS kini menghadapi tekanan untuk menjaga inovasi tetap di dalam negeri. Konteks ini menambah urgensi proses legislatif.
Tinjauan CLARITY Act dan Persyaratan Suara Senat
CLARITY Act akan memerlukan dukungan dari kedua partai utama agar dapat maju. Meskipun kemungkinan lolos di komite, aturan debat di Senat menaikkan ambang batas.
Enam puluh suara diperlukan untuk mendorong RUU ini ke depan.
Oleh karena itu, dukungan lintas partai tetap penting. Dukungan dari Partai Republik saja mungkin tidak cukup untuk memastikan pengesahan akhir.
Namun, diskusi dengan Demokrat telah berlanjut selama masa reses. Beberapa pembuat kebijakan melaporkan pembicaraan yang produktif tentang topik struktur pasar.
Pembicaraan ini bertujuan menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen. RUU ini juga berupaya memberikan kejelasan peran SEC dan CFTC.
Pembuat kebijakan akan menilai bagaimana token harus diklasifikasikan. Mereka juga akan meninjau bagaimana bursa harus mendaftar. Sebagai hasilnya, tumpang tindih regulasi dapat dikurangi.
Baca Terkait: Senator Lummis Desak Kongres untuk Mengesahkan RUU Struktur Pasar Kripto
Respon Pasar dan Konteks Regulasi yang Lebih Luas
Langkah Senat ini datang saat pasar kripto menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian kebijakan. Sementara operasi pemerintah mengalami jeda, aktivitas aset digital tetap berlangsung.
Sementara itu, pengajuan ETF telah dilanjutkan saat lembaga kembali beroperasi penuh.
Dengan demikian, timing ini mengaitkan legislasi dengan kepercayaan pasar. Beberapa aplikasi ETF kripto masih dalam peninjauan oleh regulator.
Saat lembaga kembali dibuka, proses persetujuan mungkin akan dipercepat. Analis memperkirakan aktivitas baru di berbagai aset digital.
Selain itu, kejelasan legislatif dapat mendukung pertumbuhan pasar yang terstruktur. Perkembangan global juga memengaruhi keputusan AS.
Eropa dan wilayah lain telah memberlakukan aturan kripto. Pembuat kebijakan AS kini menghadapi tekanan kompetitif.