XRP melampaui BNB dan menduduki posisi keempat sebagai aset kripto terbesar, ETF menarik dana sebesar 1,37 miliar dolar AS menjadi mesin penggerak pasar bullish
Memasuki tahun 2026, pola kekuasaan di pasar kripto sedang mengalami perubahan secara diam-diam. XRP, yang selama ini menjadi perhatian utama karena sengketa hukum, sedang merebut kembali kekuasaan pasar melalui aliran dana nyata dan kinerja harga yang solid. Dengan kapitalisasi pasar yang melampaui BNB, XRP resmi mengokohkan posisinya sebagai mata uang kripto terbesar keempat secara global, dan perubahan ini dipandang sebagai sinyal penting dari bull run saat ini.
Faktor utama yang mendorong “pemisahan” XRP dari pasar secara umum adalah peningkatan berkelanjutan dari dana institusional ke ETF XRP. Berdasarkan data SoSoValue, ETF XRP spot mencatat masuk bersih sekitar 13,6 juta dolar dalam 24 jam, mendorong total aliran masuk bersih menjadi 1,18 miliar dolar, dengan total nilai aset bersih mencapai sekitar 1,37 miliar dolar. Performa ini menyoroti tingginya permintaan dari investor institusional terhadap jalur investasi XRP yang sesuai regulasi.
Secara keseluruhan, arus balik institusional tidak hanya terjadi pada XRP. Pada hari yang sama, ETF Bitcoin mencatat aliran masuk bersih sekitar 471 juta dolar, dan ETF Ethereum menarik dana sebesar 174 juta dolar. Namun, pertumbuhan XRP memiliki makna struktural yang lebih dalam. XRP sedang membuka opsi alokasi institusional baru di luar BTC dan ETH, dan merombak aliran dana di pasar altcoin.
Harga dan aspek teknikal juga mengonfirmasi tren ini. Dalam 24 jam terakhir, harga XRP naik sekitar 3,84%, mendekati 2,07 dolar. RSI berada di zona bullish yang sehat, belum memasuki kondisi overbought; MACD menunjukkan crossover bullish yang jelas, menandakan momentum kenaikan masih berlanjut. Sebaliknya, BNB mengalami penurunan lebih dari 1% dalam periode yang sama, menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.
Lebih menarik lagi adalah perubahan struktur on-chain. Data Glassnode menunjukkan saldo XRP di bursa terpusat telah turun ke sekitar 1,6 miliar token, mencapai level terendah sejak 2018, turun sekitar 57% dari puncak akhir 2025. Pasokan yang terus menyusut ini, bersamaan dengan permintaan ETF, memberikan dukungan jangka menengah hingga panjang terhadap harga.
Secara keseluruhan, dengan aliran dana ETF XRP, penurunan saldo di bursa, dan pengembangan ekosistem pembayaran Ripple, XRP tampaknya berada di titik balik paling penting dalam sepuluh tahun terakhir. Jika permintaan institusional terus berlanjut, tren ini mungkin akan jauh melampaui rebound jangka pendek.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
XRP melampaui BNB dan menduduki posisi keempat sebagai aset kripto terbesar, ETF menarik dana sebesar 1,37 miliar dolar AS menjadi mesin penggerak pasar bullish
Memasuki tahun 2026, pola kekuasaan di pasar kripto sedang mengalami perubahan secara diam-diam. XRP, yang selama ini menjadi perhatian utama karena sengketa hukum, sedang merebut kembali kekuasaan pasar melalui aliran dana nyata dan kinerja harga yang solid. Dengan kapitalisasi pasar yang melampaui BNB, XRP resmi mengokohkan posisinya sebagai mata uang kripto terbesar keempat secara global, dan perubahan ini dipandang sebagai sinyal penting dari bull run saat ini.
Faktor utama yang mendorong “pemisahan” XRP dari pasar secara umum adalah peningkatan berkelanjutan dari dana institusional ke ETF XRP. Berdasarkan data SoSoValue, ETF XRP spot mencatat masuk bersih sekitar 13,6 juta dolar dalam 24 jam, mendorong total aliran masuk bersih menjadi 1,18 miliar dolar, dengan total nilai aset bersih mencapai sekitar 1,37 miliar dolar. Performa ini menyoroti tingginya permintaan dari investor institusional terhadap jalur investasi XRP yang sesuai regulasi.
Secara keseluruhan, arus balik institusional tidak hanya terjadi pada XRP. Pada hari yang sama, ETF Bitcoin mencatat aliran masuk bersih sekitar 471 juta dolar, dan ETF Ethereum menarik dana sebesar 174 juta dolar. Namun, pertumbuhan XRP memiliki makna struktural yang lebih dalam. XRP sedang membuka opsi alokasi institusional baru di luar BTC dan ETH, dan merombak aliran dana di pasar altcoin.
Harga dan aspek teknikal juga mengonfirmasi tren ini. Dalam 24 jam terakhir, harga XRP naik sekitar 3,84%, mendekati 2,07 dolar. RSI berada di zona bullish yang sehat, belum memasuki kondisi overbought; MACD menunjukkan crossover bullish yang jelas, menandakan momentum kenaikan masih berlanjut. Sebaliknya, BNB mengalami penurunan lebih dari 1% dalam periode yang sama, menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.
Lebih menarik lagi adalah perubahan struktur on-chain. Data Glassnode menunjukkan saldo XRP di bursa terpusat telah turun ke sekitar 1,6 miliar token, mencapai level terendah sejak 2018, turun sekitar 57% dari puncak akhir 2025. Pasokan yang terus menyusut ini, bersamaan dengan permintaan ETF, memberikan dukungan jangka menengah hingga panjang terhadap harga.
Secara keseluruhan, dengan aliran dana ETF XRP, penurunan saldo di bursa, dan pengembangan ekosistem pembayaran Ripple, XRP tampaknya berada di titik balik paling penting dalam sepuluh tahun terakhir. Jika permintaan institusional terus berlanjut, tren ini mungkin akan jauh melampaui rebound jangka pendek.