Meskipun performa harga Ethereum pada tahun 2025 tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, beberapa ahli industri berpendapat bahwa hanya fokus pada harga ETH saja dapat membuat kita melewatkan perubahan struktural yang lebih penting. Pendiri RAAC Kevin Rusher menunjukkan bahwa kekuatan pertumbuhan sebenarnya dari Ethereum sedang muncul secara bertahap dalam stablecoin, aset tokenisasi, dan aplikasi pembayaran tingkat institusi, dan tahun 2026 mungkin akan menjadi titik balik yang krusial.
Dari segi harga, Ethereum secara keseluruhan mengalami penurunan mendekati 10% pada tahun 2025, yang sempat membuat suasana pasar menjadi berhati-hati. Namun, setelah memasuki Januari 2026, ETH menunjukkan tanda-tanda stabil dan rebound, dengan harga kembali menembus angka 3000 dolar AS. Meskipun fluktuasi jangka pendek masih ada, Rusher berpendapat bahwa harga tidak dapat sepenuhnya mencerminkan tahap perkembangan nyata Ethereum saat ini.
Dia menekankan bahwa investor institusi sedang mempercepat adopsi jaringan Ethereum, terutama di bidang penerbitan dan penyelesaian stablecoin. Data menunjukkan bahwa selama periode liburan, volume stablecoin di jaringan Ethereum telah melebihi 59 miliar dolar AS, dengan pangsa pasar lebih dari 62%, secara jelas memimpin blockchain utama lainnya. Tren ini semakin memperkuat posisi Ethereum dalam infrastruktur keuangan tingkat institusi.
Dalam hal tokenisasi aset dunia nyata (RWA), keunggulan Ethereum menjadi semakin jelas. Saat ini, nilai aset tokenisasi di jaringan Ethereum sekitar 12,5 miliar dolar AS, dengan pangsa pasar lebih dari 65%, jauh di atas jaringan pesaing seperti BNB Chain, Solana, dan Arbitrum. Pertumbuhan cepat dalam perdagangan emas tokenisasi sangat mencolok, dengan volume transaksi terkait meningkat dari 1 miliar dolar AS di awal tahun menjadi lebih dari 4 miliar dolar AS, hampir seluruhnya terkonsentrasi dalam ekosistem Ethereum.
Aliran dana juga mengonfirmasi bahwa preferensi institusi sedang mengalami perubahan. Pada tahun 2025, dana yang mengalir ke Bitcoin menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara dana yang mengalir ke Ethereum justru berlipat ganda. Beberapa studi menunjukkan bahwa proporsi manajer aset yang mengalokasikan dana ke Ethereum telah menyamai Bitcoin, dan proporsi ini terus meningkat dalam beberapa portofolio institusi.
Secara keseluruhan, meskipun harga Ethereum pada tahun 2025 mengalami penurunan, hal ini tidak melemahkan posisi intinya dalam stablecoin, RWA, dan bidang pembayaran. Dengan terus berlanjutnya aliran dana institusi dan perluasan aplikasi, fundamental ETH sedang mengalami perubahan mendalam. Jika tren ini berlanjut, tahun 2026 mungkin akan menjadi tahun penting di mana nilai Ethereum kembali dinilai ulang oleh pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Prospek Ethereum hingga 2026: Dana institusional secara diam-diam beralih, setelah ETH kembali ke $3000, target berikutnya adalah apa?
Meskipun performa harga Ethereum pada tahun 2025 tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, beberapa ahli industri berpendapat bahwa hanya fokus pada harga ETH saja dapat membuat kita melewatkan perubahan struktural yang lebih penting. Pendiri RAAC Kevin Rusher menunjukkan bahwa kekuatan pertumbuhan sebenarnya dari Ethereum sedang muncul secara bertahap dalam stablecoin, aset tokenisasi, dan aplikasi pembayaran tingkat institusi, dan tahun 2026 mungkin akan menjadi titik balik yang krusial.
Dari segi harga, Ethereum secara keseluruhan mengalami penurunan mendekati 10% pada tahun 2025, yang sempat membuat suasana pasar menjadi berhati-hati. Namun, setelah memasuki Januari 2026, ETH menunjukkan tanda-tanda stabil dan rebound, dengan harga kembali menembus angka 3000 dolar AS. Meskipun fluktuasi jangka pendek masih ada, Rusher berpendapat bahwa harga tidak dapat sepenuhnya mencerminkan tahap perkembangan nyata Ethereum saat ini.
Dia menekankan bahwa investor institusi sedang mempercepat adopsi jaringan Ethereum, terutama di bidang penerbitan dan penyelesaian stablecoin. Data menunjukkan bahwa selama periode liburan, volume stablecoin di jaringan Ethereum telah melebihi 59 miliar dolar AS, dengan pangsa pasar lebih dari 62%, secara jelas memimpin blockchain utama lainnya. Tren ini semakin memperkuat posisi Ethereum dalam infrastruktur keuangan tingkat institusi.
Dalam hal tokenisasi aset dunia nyata (RWA), keunggulan Ethereum menjadi semakin jelas. Saat ini, nilai aset tokenisasi di jaringan Ethereum sekitar 12,5 miliar dolar AS, dengan pangsa pasar lebih dari 65%, jauh di atas jaringan pesaing seperti BNB Chain, Solana, dan Arbitrum. Pertumbuhan cepat dalam perdagangan emas tokenisasi sangat mencolok, dengan volume transaksi terkait meningkat dari 1 miliar dolar AS di awal tahun menjadi lebih dari 4 miliar dolar AS, hampir seluruhnya terkonsentrasi dalam ekosistem Ethereum.
Aliran dana juga mengonfirmasi bahwa preferensi institusi sedang mengalami perubahan. Pada tahun 2025, dana yang mengalir ke Bitcoin menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara dana yang mengalir ke Ethereum justru berlipat ganda. Beberapa studi menunjukkan bahwa proporsi manajer aset yang mengalokasikan dana ke Ethereum telah menyamai Bitcoin, dan proporsi ini terus meningkat dalam beberapa portofolio institusi.
Secara keseluruhan, meskipun harga Ethereum pada tahun 2025 mengalami penurunan, hal ini tidak melemahkan posisi intinya dalam stablecoin, RWA, dan bidang pembayaran. Dengan terus berlanjutnya aliran dana institusi dan perluasan aplikasi, fundamental ETH sedang mengalami perubahan mendalam. Jika tren ini berlanjut, tahun 2026 mungkin akan menjadi tahun penting di mana nilai Ethereum kembali dinilai ulang oleh pasar.