Pengusaha pertama yang menyadari bahaya kerja lembur berlebihan adalah Ford. Dia percaya bahwa jika karyawan hanya dianggap sebagai tenaga kerja, bukan konsumen, maka produk tidak akan memiliki tempat untuk dijual. Jam kerja 40 jam dalam sehari biasa terjadi saat ini, tetapi lebih dari 100 tahun lalu, itu adalah impian yang didambakan oleh pekerja Amerika. Pada 5 Januari 1914, Henry Ford mengumumkan sebuah kebijakan yang cukup membuat semua kapitalis Amerika gemetar:

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan