High dividend yield stocks sebenarnya menghadapi dilema yang sederhana—meskipun tingkat dividen mencapai 10% atau 20%, harga saham sulit untuk mengalami kenaikan. Bayangkan sebuah deposito bank dengan tingkat bunga 10%, pokok dan bunga saat jatuh tempo adalah angka tetap, bagaimana angka tetap ini bisa meningkat nilainya? Logikanya seperti itu.



Saham dengan tingkat dividen tinggi sama sekali tidak memerlukan promosi khusus atau insentif. Deposito berjangka bank 1,2%, dan tabungan dengan bunga hampir nol, tetap menarik banyak dana masuk. Prinsip yang sama—hasil stabil itu sendiri sudah menjadi daya tarik, tidak perlu kemasan tambahan.

Yang benar-benar memiliki potensi kenaikan adalah saham yang tidak membayar dividen. Jenis saham ini sering menghadapi dilema: kinerja merugi, tidak membayar dividen, dan investor khawatir risiko penurunan. Untuk membuka ruang kenaikan mereka, pasar mengambil langkah cerdas—mengeluarkan ETF secara besar-besaran.

Melalui alat ETF ini, saham yang berkinerja buruk dan tidak membayar dividen dikemas ke dalam portofolio dana. Investor ETF biasanya tidak memeriksa rasio P/E, tingkat dividen, atau indikator lainnya, bahkan mungkin tidak tahu apakah ETF itu sendiri memiliki data tersebut. Dengan cara ini, saham yang sebelumnya tidak menarik perhatian berhasil “dikemas,” dan harga sahamnya pun melesat ke langit.

Fakta di depan mata: saham dengan dividen tinggi dan pembayaran dividen mudah turun, sulit naik seperti mendaki langit; sementara saham yang merugi dan jarang membayar dividen, harganya malah seperti naik roket. Peran ETF tidak bisa diremehkan. Logika di balik ini patut dipikirkan oleh semua investor—bagaimana inovasi alat mengubah aliran dana, dan bagaimana hal itu mempengaruhi penetapan harga pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 6
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
0xDreamChaservip
· 8jam yang lalu
Wah, logika ini memang keren, dividen tinggi itu memang jebakan carry trade.
Lihat AsliBalas0
SneakyFlashloanvip
· 8jam yang lalu
Sial, logikanya agak gila... saham dengan dividen tinggi malah tidak naik-naik, saham yang rugi malah meluncur ke langit, ETF benar-benar mesin pembungkus yang ajaib
Lihat AsliBalas0
LeverageAddictvip
· 8jam yang lalu
Sial, logikanya agak gila nih, dividen tinggi cuma jebakan, saham-saham monster sejati tersembunyi di saham-saham jelek
Lihat AsliBalas0
BearHuggervip
· 8jam yang lalu
Logika ini memang luar biasa, saham dividen tinggi hanyalah obligasi yang berbalut domba, bagaimana mungkin melonjak tinggi
Lihat AsliBalas0
Ser_This_Is_A_Casinovip
· 9jam yang lalu
Wah, teori ini terdengar menyenangkan, tapi aku merasa ini seperti membela saham-saham kelas bawah.
Lihat AsliBalas0
NervousFingersvip
· 9jam yang lalu
Tunggu, apakah logikanya mengatakan bahwa saham yang rugi bisa populer karena investor ritel tidak memperhatikan data? Jadi, mereka yang dengan serius memilih saham malah menjadi orang bodoh?
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)