Harga perak melonjak melewati US$80 per ons, memecahkan rekor sejarah. Tampaknya seperti lagi-lagi sebuah spekulasi pasar, tetapi jika melihat data secara cermat, akan ditemukan bahwa ada ketidakseimbangan nyata antara penawaran dan permintaan yang sedang berperan.
Pertama, dari sisi pasokan. Biaya penambangan perak tinggi, sebagian besar perak sebenarnya adalah produk sampingan dari mineral lain( seperti tembaga, seng), dan lain-lain, sehingga tambang tidak memiliki insentif untuk meningkatkan produksi perak secara mandiri. Hal ini menyebabkan pasokan selama ini tidak mampu mengikuti permintaan.
Lalu, permintaannya? Sangat tinggi. Chip AI, panel surya, baterai penyimpanan energi—semua industri baru ini sangat bergantung pada perak. Ketika gelombang transisi energi ini datang, permintaan industri terhadap perak langsung melonjak. Lebih hebat lagi, kepercayaan terhadap dolar AS goyah, para investor mulai membeli aset fisik sebagai lindung nilai, harga emas naik dan perak pun mengikuti.
Pada tahun 2025, harga perak sudah melonjak lebih dari 140%, dan memasuki 2026 masih terus naik. Yang penting, pasar perak berukuran kecil, begitu pesanan beli dari futures dan spot masuk secara bersamaan, volatilitas harga menjadi sangat tajam. Ini mirip dengan saham "selebriti" yang bisa melipatgandakan nilainya dalam waktu singkat, tetapi logika pendorongnya benar-benar berbeda—di sana ada kekurangan pasokan struktural yang nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MechanicalMartel
· 01-10 01:58
Permintaan melebihi penawaran memang benar, tetapi kenaikan ini sangat luar biasa... Rasanya akan muncul lagi para pembeli yang menanggung risiko.
Lihat AsliBalas0
just_vibin_onchain
· 01-10 01:55
Haha 140% sih, jadi ini beneran bukan hype
Ketidakseimbangan supply-demand lumayan tepat, AI dan energy storage emang butuh banyak modal
Volume kecil fluktuasi besar, hati-hati chase high kena trap
Logika co-product bagus, tambang nggak bakal expand silver doang
Asset bagus yang terlewatkan lagi? Kerasa datang terlambat
Didorong depreciation dollar, agak gampang
Bisa maintain momentum kayak emas cycle ini?
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterWang
· 01-10 01:51
Gila, 140%? Kali ini perak benar-benar bukan semata-mata hype, aku percaya pada logika bijih ikutan, permintaan industri nyata kok.
---
Pasar kecil sekali uang ngumpul jadi gini, volatilitasnya gila-gilaan, rasanya lebih gila dari beberapa koin.
---
Kepercayaan dolar hancur, investor mulai borong fisik, ritme ini aku udah lihat berkali-kali, setiap kali cerita yang sama.
---
Chip AI, panel surya, penyimpanan energi semua butuh perak, permintaan ini real, bukan seperti beberapa saham konsep yang cuma omong kosong.
---
Pasokan terjebak di situ, tambang enggak ada motivasi untuk gali perak sendiri, ini alasan dasar harga melonjak, bukan angin.
---
Terus naik terus naik, kapan sih pullback-nya, rasanya harus cari titik entry untuk main sekali deh.
---
Volume pasar kecil ini poin paling krusial, beli futures sama spot langsung bareng-bareng meletus, dana leverage masuk langsung tamat.
Lihat AsliBalas0
MevShadowranger
· 01-10 01:42
Permintaan yang tidak terpenuhi memang bukan sekadar hype, permintaan perak untuk AI dan energi baru memang benar-benar meningkat.
Perak ini, ukurannya kecil dan fluktuasinya tajam, tidak heran banyak orang yang melakukan pembelian di bawah harga pasar.
Ngomong-ngomong, pengaturan produk sampingan ini cukup brilian, tidak ada yang secara khusus menggali di tambang untuk itu.
Harga perak melonjak melewati US$80 per ons, memecahkan rekor sejarah. Tampaknya seperti lagi-lagi sebuah spekulasi pasar, tetapi jika melihat data secara cermat, akan ditemukan bahwa ada ketidakseimbangan nyata antara penawaran dan permintaan yang sedang berperan.
Pertama, dari sisi pasokan. Biaya penambangan perak tinggi, sebagian besar perak sebenarnya adalah produk sampingan dari mineral lain( seperti tembaga, seng), dan lain-lain, sehingga tambang tidak memiliki insentif untuk meningkatkan produksi perak secara mandiri. Hal ini menyebabkan pasokan selama ini tidak mampu mengikuti permintaan.
Lalu, permintaannya? Sangat tinggi. Chip AI, panel surya, baterai penyimpanan energi—semua industri baru ini sangat bergantung pada perak. Ketika gelombang transisi energi ini datang, permintaan industri terhadap perak langsung melonjak. Lebih hebat lagi, kepercayaan terhadap dolar AS goyah, para investor mulai membeli aset fisik sebagai lindung nilai, harga emas naik dan perak pun mengikuti.
Pada tahun 2025, harga perak sudah melonjak lebih dari 140%, dan memasuki 2026 masih terus naik. Yang penting, pasar perak berukuran kecil, begitu pesanan beli dari futures dan spot masuk secara bersamaan, volatilitas harga menjadi sangat tajam. Ini mirip dengan saham "selebriti" yang bisa melipatgandakan nilainya dalam waktu singkat, tetapi logika pendorongnya benar-benar berbeda—di sana ada kekurangan pasokan struktural yang nyata.