Di bawah tekanan sanksi, beberapa negara mulai meninjau kembali nilai strategis aset kripto. Ambil Venezuela sebagai contoh, setelah menghadapi sanksi internasional dalam jangka panjang, mereka secara bertahap menyesuaikan sistem penyelesaian keuangan, termasuk beralih ke bidang kripto. Apakah negara tersebut benar-benar mengumpulkan 600.000 Bitcoin, menjadi bahan perbincangan di industri—ini bukan hanya masalah angka, tetapi juga mencerminkan fenomena mendalam: di tengah pembekuan keuangan tradisional, Bitcoin sedang diposisikan ulang sebagai instrumen lindung nilai dan alat kekuasaan tingkat negara. Kasus ini mengingatkan kita bahwa nilai aset kripto telah melampaui sekadar instrumen investasi, menjadi variabel baru dalam tata politik dan ekonomi internasional.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MindsetExpander
· 01-07 06:57
600.000 Bitcoin? Venezuela memainkan langkah yang brilian, sanksi justru menjadi pendorong mereka
Lihat AsliBalas0
rekt_but_vibing
· 01-07 06:56
600.000 Bitcoin? Hah, angka itu sama sekali tidak masuk akal
Tapi ngomong-ngomong, sanksi benar-benar memaksa negara-negara ini ke dunia kripto, agak keterlaluan
BTC sebagai alat kebijakan nasional, permainan ini besar sekali
Lihat AsliBalas0
TestnetScholar
· 01-07 06:56
600.000 Bitcoin? Operasi Venezuela ini benar-benar keras, sanksi malah memunculkan cara baru
Lihat AsliBalas0
MetaMuskRat
· 01-07 06:47
600.000 BTC? Angka ini tidak masuk akal, dari mana Venezuela mendapatkan begitu banyak uang untuk membelinya...
Lihat AsliBalas0
SilentObserver
· 01-07 06:34
600.000 Bitcoin? Haha, saya percaya setengah dari angka ini, bagaimanapun juga siapa yang tahu berapa sebenarnya kepemilikan yang nyata
Di bawah tekanan sanksi, beberapa negara mulai meninjau kembali nilai strategis aset kripto. Ambil Venezuela sebagai contoh, setelah menghadapi sanksi internasional dalam jangka panjang, mereka secara bertahap menyesuaikan sistem penyelesaian keuangan, termasuk beralih ke bidang kripto. Apakah negara tersebut benar-benar mengumpulkan 600.000 Bitcoin, menjadi bahan perbincangan di industri—ini bukan hanya masalah angka, tetapi juga mencerminkan fenomena mendalam: di tengah pembekuan keuangan tradisional, Bitcoin sedang diposisikan ulang sebagai instrumen lindung nilai dan alat kekuasaan tingkat negara. Kasus ini mengingatkan kita bahwa nilai aset kripto telah melampaui sekadar instrumen investasi, menjadi variabel baru dalam tata politik dan ekonomi internasional.