Perusahaan yang terdaftar setelah mendapatkan laba akan mengurangi pembayaran utang dan menutupi kerugian tahun-tahun sebelumnya, kemudian sisa laba akan dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Ini adalah cara penting bagi pemegang saham untuk mendapatkan imbal hasil, serta komitmen perusahaan dan investor untuk berbagi hasil. Berdasarkan jumlah saham yang dimiliki atau ketentuan dalam anggaran dasar perusahaan, jumlah dividen yang diterima oleh masing-masing pemegang saham berbeda.
Metode pemberian dividen utama terbagi menjadi dua kategori: pembagian saham dan pembagian tunai. Memahami perbedaan kedua metode ini dan logika perhitungan dividen sangat penting untuk mengoptimalkan strategi investasi.
Dua Pendekatan dalam Perhitungan Dividen: Dividen Saham vs Dividen Tunai
Apa itu dividen saham? Bagaimana cara menghitung dividen?
Dividen saham adalah perusahaan yang secara langsung memberikan saham baru secara gratis kepada pemegang saham. Saham baru ini akan dimasukkan ke dalam akun kepemilikan investor, sehingga jumlah saham yang dimiliki bertambah, biasa disebut pengiriman saham.
Contoh perhitungan dividen saham:
Misalnya investor memegang 1000 saham, perusahaan memutuskan untuk membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham yang dimiliki (yaitu tingkat pembagian saham 0.1):
Perusahaan memilih dividen saham dengan ambang batas yang lebih rendah, cukup memenuhi syarat distribusi untuk melaksanakan, tanpa harus mempertimbangkan apakah kas di buku cukup. Metode ini mempertahankan arus kas, yang menguntungkan untuk perputaran modal dan ekspansi bisnis perusahaan.
Cara perhitungan dividen tunai
Dividen tunai adalah pembayaran langsung uang tunai ke rekening dana investor, juga disebut pembayaran dividen atau pembagian dividen.
Contoh perhitungan dividen tunai:
Misalnya investor memegang 1000 saham, perusahaan memutuskan membagikan 5.2 yuan tunai per saham:
Pembayaran dividen tunai mengharuskan perusahaan memiliki laba yang cukup dan cadangan kas yang memadai, tanpa mempengaruhi total modal saham perusahaan. Proporsi kepemilikan investor tetap sama, tanpa risiko dilusi.
Perhitungan dividen campuran: saham + tunai
Beberapa perusahaan sekaligus membagikan dividen saham dan tunai. Misalnya investor memegang 1000 saham, perusahaan membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham dan sekaligus membayar dividen sebesar 4 yuan per saham:
Dividen saham = (1000 ÷ 10) = 100 saham
Dividen tunai = 1000 × 4 = 4000 yuan
Total yang diperoleh = 100 saham baru + 4000 yuan tunai
Mengapa Ada Ex-Dividend dan Ex-Right? Penyesuaian Harga Saham Setelah Perhitungan Dividen
Perbedaan antara ex-dividend dan ex-right
Ex-dividend terjadi setelah pembayaran dividen tunai. Nilai aset bersih perusahaan berkurang, sehingga nilai bersih per saham turun, dan harga saham menyesuaikan:
Harga ex-dividend = Harga penutupan hari pencatatan hak - dividen tunai per saham
Contoh: Harga penutupan hari pencatatan hak perusahaan A adalah 66 yuan, dividen per saham adalah 10 yuan → Harga ex-dividend hari berikutnya = 66 - 10 = 56 yuan
Ex-right terjadi setelah pembagian dividen saham. Total modal saham perusahaan bertambah, sehingga nilai per saham terdilusi, dan harga saham menurun:
Harga ex-right = Harga penutupan hari pencatatan hak ÷ (1 + tingkat pembagian saham)
Contoh: Harga penutupan hari pencatatan hak perusahaan A adalah 66 yuan, dan membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham (tingkat pembagian saham 0.1) → Harga ex-right hari berikutnya = 66 ÷ 1.1 ≈ 60 yuan
Perpaduan ex-right dan ex-dividend melibatkan pembayaran uang tunai dan saham sekaligus:
Harga ex-right dan ex-dividend = (Harga penutupan hari pencatatan hak - dividen tunai per saham) ÷ (1 + tingkat pembagian saham)
Contoh: Harga penutupan hari pencatatan hak perusahaan A adalah 66 yuan, membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham dan dividen 1 yuan → Harga ex-right dan ex-dividend hari berikutnya = (66 - 0.1) ÷ 1.1 ≈ 59.9 yuan
Pertimbangan Praktis Setelah Perhitungan Dividen
Apakah dividen dapat memberi keuntungan melalui fill-right dan sell-right?
Setelah ex-right dan ex-dividend, harga saham menjadi lebih “murah”. Reaksi pasar menentukan apakah investor akan mendapatkan keuntungan:
Kondisi fill-right/fill-dividend: Harga saham naik kembali ke level sebelum ex-right/ex-dividend, kekayaan investor bertambah seiring kenaikan harga saham.
Kondisi sell-right/sell-dividend: Harga saham terus turun, dan investor menghadapi kerugian.
Pembagian dividen secara esensial adalah sinyal positif, menyampaikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik. Dalam kondisi prospek perusahaan yang cerah, investor biasanya bersedia membeli dengan harga lebih rendah, mendorong harga saham naik kembali. Tetapi jika fundamental perusahaan melemah, bahkan dividen pun sulit mendukung harga saham.
Pertimbangan Pajak dalam Perhitungan Dividen
Dividen tunai harus dikenai pajak penghasilan pribadi, dengan tarif yang terkait waktu kepemilikan saham. Misalnya, investor yang memenuhi syarat kepemilikan jangka panjang mungkin menikmati tarif pajak lebih rendah.
Dividen saham tidak perlu dikenai pajak langsung, tetapi saat dijual di masa depan, laba dari penjualan akan dikenai pajak. Dari sudut pandang arus kas, dividen saham lebih ramah bagi investor.
Dividen Saham vs Dividen Tunai: Bagaimana Seharusnya Investor Memilih?
Analisis keuntungan dan kerugian bagi investor
Keuntungan dividen tunai:
Diterima langsung, bisa langsung digunakan
Bebas memilih instrumen reinvestasi
Tidak menyebabkan dilusi kepemilikan
Kerugian dividen tunai:
Harus membayar pajak, penghasilan bersih berkurang
Kas perusahaan berkurang, mempengaruhi pengembangan selanjutnya
Keuntungan dividen saham:
Tidak perlu membayar pajak langsung, menunda kewajiban pajak
Efek bunga majemuk yang jelas, hasil jangka panjang lebih besar
Perusahaan mempertahankan kas untuk ekspansi bisnis
Kerugian dividen saham:
Penambahan jumlah saham menyebabkan dilusi kepemilikan (secara nominal)
Harus menunggu kenaikan harga saham untuk merealisasikan keuntungan
Perspektif investasi jangka panjang
Jika perusahaan berkembang dengan baik, keuntungan dari kenaikan harga saham jauh melebihi dividen itu sendiri. Investor yang terus-menerus menerima dividen saham selama bertahun-tahun, melalui efek bunga majemuk, dapat mengakumulasi kekayaan yang signifikan. Dibandingkan dengan “langsung mendapatkan uang” dari dividen tunai, dividen saham lebih cocok untuk investor yang sabar dan berinvestasi jangka panjang.
Sebaliknya, jika investor membutuhkan arus kas reguler atau meragukan prospek perusahaan, dividen tunai lebih sesuai.
Bagaimana Memeriksa Informasi Perhitungan Dividen dan Catatan Dividen Sejarah?
Melalui saluran resmi
1. Situs resmi perusahaan terdaftar
Perusahaan secara rutin mengumumkan pengumuman dividen, dan beberapa perusahaan juga merangkum catatan pembayaran dividen sejarah untuk referensi investor.
2. Platform bursa saham
Sebagai contoh perusahaan yang terdaftar di Taiwan, dapat memeriksa di situs resmi Bursa Saham Taiwan bagian pengumuman pasar untuk melihat jadwal ex-right dan ex-dividend serta hasil perhitungannya. Tabel hasil ini mencatat data dividen lengkap sejak 5 Mei 2003.
3. Platform pialang saham
Sebagian besar pialang online menyediakan fitur pencarian tanggal pembayaran dividen dan tingkat dividen secara real-time, dan investor dapat login untuk melihat sendiri.
Strategi Perusahaan di Balik Kebijakan Dividen
Tidak semua perusahaan yang menguntungkan membagikan dividen secara stabil setiap tahun. Jika perusahaan memiliki proyek besar atau rencana ekspansi bisnis, bahkan jika memiliki laba, mungkin akan menahan kas. Dalam situasi ini, perusahaan bisa memilih pemecahan saham atau pembelian kembali saham sebagai bentuk pengembalian kepada pemegang saham.
Pemecahan saham: Mengubah 1 saham menjadi 2 atau lebih saham, meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham, tetapi proporsi kepemilikan tetap sama, harga per saham turun, dan bisa menarik lebih banyak investor untuk membeli.
Pembelian kembali saham: Perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri untuk kemudian dibatalkan, mengurangi total saham beredar, meningkatkan laba per saham, dan memberi sinyal bahwa saham undervalued, mendorong harga saham naik.
Menguasai metode perhitungan dividen dan memahami perbedaan antara dividen saham dan dividen tunai dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih sesuai dengan tujuan investasi mereka. Apapun pilihan yang diambil, harus didasarkan pada fundamental perusahaan, toleransi risiko pribadi, dan kebutuhan dana.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan lengkap perhitungan dividen: dividen saham vs dividen tunai, pahami sistem pembagian keuntungan sekaligus
Sebelum Memulai: Apa Esensi dari Dividen?
Perusahaan yang terdaftar setelah mendapatkan laba akan mengurangi pembayaran utang dan menutupi kerugian tahun-tahun sebelumnya, kemudian sisa laba akan dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Ini adalah cara penting bagi pemegang saham untuk mendapatkan imbal hasil, serta komitmen perusahaan dan investor untuk berbagi hasil. Berdasarkan jumlah saham yang dimiliki atau ketentuan dalam anggaran dasar perusahaan, jumlah dividen yang diterima oleh masing-masing pemegang saham berbeda.
Metode pemberian dividen utama terbagi menjadi dua kategori: pembagian saham dan pembagian tunai. Memahami perbedaan kedua metode ini dan logika perhitungan dividen sangat penting untuk mengoptimalkan strategi investasi.
Dua Pendekatan dalam Perhitungan Dividen: Dividen Saham vs Dividen Tunai
Apa itu dividen saham? Bagaimana cara menghitung dividen?
Dividen saham adalah perusahaan yang secara langsung memberikan saham baru secara gratis kepada pemegang saham. Saham baru ini akan dimasukkan ke dalam akun kepemilikan investor, sehingga jumlah saham yang dimiliki bertambah, biasa disebut pengiriman saham.
Contoh perhitungan dividen saham: Misalnya investor memegang 1000 saham, perusahaan memutuskan untuk membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham yang dimiliki (yaitu tingkat pembagian saham 0.1):
Saham baru = (1000 ÷ 10) × 1 = 100 saham
Jumlah saham setelahnya = 1000 + 100 = 1100 saham
Perusahaan memilih dividen saham dengan ambang batas yang lebih rendah, cukup memenuhi syarat distribusi untuk melaksanakan, tanpa harus mempertimbangkan apakah kas di buku cukup. Metode ini mempertahankan arus kas, yang menguntungkan untuk perputaran modal dan ekspansi bisnis perusahaan.
Cara perhitungan dividen tunai
Dividen tunai adalah pembayaran langsung uang tunai ke rekening dana investor, juga disebut pembayaran dividen atau pembagian dividen.
Contoh perhitungan dividen tunai: Misalnya investor memegang 1000 saham, perusahaan memutuskan membagikan 5.2 yuan tunai per saham:
Dividen tunai yang diperoleh = 1000 × 5.2 = 5200 yuan
Setelah dikurangi pajak (5%) = 5200 × 0.95 = 4940 yuan
Pembayaran dividen tunai mengharuskan perusahaan memiliki laba yang cukup dan cadangan kas yang memadai, tanpa mempengaruhi total modal saham perusahaan. Proporsi kepemilikan investor tetap sama, tanpa risiko dilusi.
Perhitungan dividen campuran: saham + tunai
Beberapa perusahaan sekaligus membagikan dividen saham dan tunai. Misalnya investor memegang 1000 saham, perusahaan membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham dan sekaligus membayar dividen sebesar 4 yuan per saham:
Mengapa Ada Ex-Dividend dan Ex-Right? Penyesuaian Harga Saham Setelah Perhitungan Dividen
Perbedaan antara ex-dividend dan ex-right
Ex-dividend terjadi setelah pembayaran dividen tunai. Nilai aset bersih perusahaan berkurang, sehingga nilai bersih per saham turun, dan harga saham menyesuaikan:
Harga ex-dividend = Harga penutupan hari pencatatan hak - dividen tunai per saham
Contoh: Harga penutupan hari pencatatan hak perusahaan A adalah 66 yuan, dividen per saham adalah 10 yuan → Harga ex-dividend hari berikutnya = 66 - 10 = 56 yuan
Ex-right terjadi setelah pembagian dividen saham. Total modal saham perusahaan bertambah, sehingga nilai per saham terdilusi, dan harga saham menurun:
Harga ex-right = Harga penutupan hari pencatatan hak ÷ (1 + tingkat pembagian saham)
Contoh: Harga penutupan hari pencatatan hak perusahaan A adalah 66 yuan, dan membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham (tingkat pembagian saham 0.1) → Harga ex-right hari berikutnya = 66 ÷ 1.1 ≈ 60 yuan
Perpaduan ex-right dan ex-dividend melibatkan pembayaran uang tunai dan saham sekaligus:
Harga ex-right dan ex-dividend = (Harga penutupan hari pencatatan hak - dividen tunai per saham) ÷ (1 + tingkat pembagian saham)
Contoh: Harga penutupan hari pencatatan hak perusahaan A adalah 66 yuan, membagikan 1 saham untuk setiap 10 saham dan dividen 1 yuan → Harga ex-right dan ex-dividend hari berikutnya = (66 - 0.1) ÷ 1.1 ≈ 59.9 yuan
Pertimbangan Praktis Setelah Perhitungan Dividen
Apakah dividen dapat memberi keuntungan melalui fill-right dan sell-right?
Setelah ex-right dan ex-dividend, harga saham menjadi lebih “murah”. Reaksi pasar menentukan apakah investor akan mendapatkan keuntungan:
Kondisi fill-right/fill-dividend: Harga saham naik kembali ke level sebelum ex-right/ex-dividend, kekayaan investor bertambah seiring kenaikan harga saham.
Kondisi sell-right/sell-dividend: Harga saham terus turun, dan investor menghadapi kerugian.
Pembagian dividen secara esensial adalah sinyal positif, menyampaikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik. Dalam kondisi prospek perusahaan yang cerah, investor biasanya bersedia membeli dengan harga lebih rendah, mendorong harga saham naik kembali. Tetapi jika fundamental perusahaan melemah, bahkan dividen pun sulit mendukung harga saham.
Pertimbangan Pajak dalam Perhitungan Dividen
Dividen tunai harus dikenai pajak penghasilan pribadi, dengan tarif yang terkait waktu kepemilikan saham. Misalnya, investor yang memenuhi syarat kepemilikan jangka panjang mungkin menikmati tarif pajak lebih rendah.
Dividen saham tidak perlu dikenai pajak langsung, tetapi saat dijual di masa depan, laba dari penjualan akan dikenai pajak. Dari sudut pandang arus kas, dividen saham lebih ramah bagi investor.
Dividen Saham vs Dividen Tunai: Bagaimana Seharusnya Investor Memilih?
Analisis keuntungan dan kerugian bagi investor
Keuntungan dividen tunai:
Kerugian dividen tunai:
Keuntungan dividen saham:
Kerugian dividen saham:
Perspektif investasi jangka panjang
Jika perusahaan berkembang dengan baik, keuntungan dari kenaikan harga saham jauh melebihi dividen itu sendiri. Investor yang terus-menerus menerima dividen saham selama bertahun-tahun, melalui efek bunga majemuk, dapat mengakumulasi kekayaan yang signifikan. Dibandingkan dengan “langsung mendapatkan uang” dari dividen tunai, dividen saham lebih cocok untuk investor yang sabar dan berinvestasi jangka panjang.
Sebaliknya, jika investor membutuhkan arus kas reguler atau meragukan prospek perusahaan, dividen tunai lebih sesuai.
Bagaimana Memeriksa Informasi Perhitungan Dividen dan Catatan Dividen Sejarah?
Melalui saluran resmi
1. Situs resmi perusahaan terdaftar
Perusahaan secara rutin mengumumkan pengumuman dividen, dan beberapa perusahaan juga merangkum catatan pembayaran dividen sejarah untuk referensi investor.
2. Platform bursa saham
Sebagai contoh perusahaan yang terdaftar di Taiwan, dapat memeriksa di situs resmi Bursa Saham Taiwan bagian pengumuman pasar untuk melihat jadwal ex-right dan ex-dividend serta hasil perhitungannya. Tabel hasil ini mencatat data dividen lengkap sejak 5 Mei 2003.
3. Platform pialang saham
Sebagian besar pialang online menyediakan fitur pencarian tanggal pembayaran dividen dan tingkat dividen secara real-time, dan investor dapat login untuk melihat sendiri.
Strategi Perusahaan di Balik Kebijakan Dividen
Tidak semua perusahaan yang menguntungkan membagikan dividen secara stabil setiap tahun. Jika perusahaan memiliki proyek besar atau rencana ekspansi bisnis, bahkan jika memiliki laba, mungkin akan menahan kas. Dalam situasi ini, perusahaan bisa memilih pemecahan saham atau pembelian kembali saham sebagai bentuk pengembalian kepada pemegang saham.
Pemecahan saham: Mengubah 1 saham menjadi 2 atau lebih saham, meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham, tetapi proporsi kepemilikan tetap sama, harga per saham turun, dan bisa menarik lebih banyak investor untuk membeli.
Pembelian kembali saham: Perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri untuk kemudian dibatalkan, mengurangi total saham beredar, meningkatkan laba per saham, dan memberi sinyal bahwa saham undervalued, mendorong harga saham naik.
Menguasai metode perhitungan dividen dan memahami perbedaan antara dividen saham dan dividen tunai dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih sesuai dengan tujuan investasi mereka. Apapun pilihan yang diambil, harus didasarkan pada fundamental perusahaan, toleransi risiko pribadi, dan kebutuhan dana.