Apakah Anda pernah menyadari bahwa banyak hal dalam kehidupan mengikuti sebuah pola aneh—selalu tidak mungkin memiliki tiga manfaat sekaligus.
Ingin mencari pasangan ideal? Tampan, memiliki wawasan bisnis, setia dan loyal, paling banyak hanya bisa memilih dua. Mencari pasangan yang cerdas juga begitu, kecantikan, kecerdasan, kepribadian baik, jarang bisa memiliki ketiganya sekaligus. Bagaimana dengan pekerjaan? Gaji tinggi, santai dan nyaman, jarak tempuh dekat, pertanyaan ini membuat setiap orang bingung.
Bahkan perancangan kebijakan pun tidak lepas—mengurus orang biasa, tidak perlu antre, dan tetap mendapatkan manfaat nyata, biasanya hanya bisa memenuhi dua dari ketiganya. Kesulitan pembuat konten media mandiri pun lebih jelas: konten orisinal, pembaruan secara konsisten dan sering, kualitas selalu terbaik, ketiganya hampir tidak mungkin dicapai sekaligus.
Masalah pilihan yang tampaknya berbeda ini sebenarnya berasal dari satu prinsip dasar yang sama. Dalam ekonomi dikenal sebuah konsep klasik bernama **Segitiga Mustahil**, juga disebut paradoks tri-utama. Konsep ini menggambarkan tiga tujuan yang tidak bisa dicapai secara bersamaan oleh sebuah negara: kebebasan penuh dalam arus modal, kebijakan moneter yang sepenuhnya independen, dan kestabilan nilai tukar. Ketiganya memiliki kontradiksi internal, paling banyak hanya bisa memenuhi dua sekaligus.
Prinsip ekonomi ini begitu umum karena secara fundamental mencerminkan keterbatasan sumber daya dan keberadaan batasan objektif. Setiap sistem memiliki batas atas sumber daya, dan untuk memaksimalkan satu tujuan, sering kali harus mengorbankan tujuan lain. Setiap pilihan dalam kehidupan adalah hasil dari pertimbangan yang pasti ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah Anda pernah menyadari bahwa banyak hal dalam kehidupan mengikuti sebuah pola aneh—selalu tidak mungkin memiliki tiga manfaat sekaligus.
Ingin mencari pasangan ideal? Tampan, memiliki wawasan bisnis, setia dan loyal, paling banyak hanya bisa memilih dua. Mencari pasangan yang cerdas juga begitu, kecantikan, kecerdasan, kepribadian baik, jarang bisa memiliki ketiganya sekaligus. Bagaimana dengan pekerjaan? Gaji tinggi, santai dan nyaman, jarak tempuh dekat, pertanyaan ini membuat setiap orang bingung.
Bahkan perancangan kebijakan pun tidak lepas—mengurus orang biasa, tidak perlu antre, dan tetap mendapatkan manfaat nyata, biasanya hanya bisa memenuhi dua dari ketiganya. Kesulitan pembuat konten media mandiri pun lebih jelas: konten orisinal, pembaruan secara konsisten dan sering, kualitas selalu terbaik, ketiganya hampir tidak mungkin dicapai sekaligus.
Masalah pilihan yang tampaknya berbeda ini sebenarnya berasal dari satu prinsip dasar yang sama. Dalam ekonomi dikenal sebuah konsep klasik bernama **Segitiga Mustahil**, juga disebut paradoks tri-utama. Konsep ini menggambarkan tiga tujuan yang tidak bisa dicapai secara bersamaan oleh sebuah negara: kebebasan penuh dalam arus modal, kebijakan moneter yang sepenuhnya independen, dan kestabilan nilai tukar. Ketiganya memiliki kontradiksi internal, paling banyak hanya bisa memenuhi dua sekaligus.
Prinsip ekonomi ini begitu umum karena secara fundamental mencerminkan keterbatasan sumber daya dan keberadaan batasan objektif. Setiap sistem memiliki batas atas sumber daya, dan untuk memaksimalkan satu tujuan, sering kali harus mengorbankan tujuan lain. Setiap pilihan dalam kehidupan adalah hasil dari pertimbangan yang pasti ini.