Pernah bertanya-tanya apa yang menyebabkan sebuah saham melakukan split? Sebenarnya, ini lebih sederhana dari yang kebanyakan orang pikirkan, tetapi psikologi di baliknya cukup menarik.



Pada dasarnya, ketika harga saham menjadi terlalu tinggi, perusahaan menjadi gugup bahwa investor biasa tidak mampu membeli saham tersebut. Jadi mereka melakukan split saham — yang hanya cara untuk membuat saham lebih murah tanpa benar-benar mengubah nilai total perusahaan. Kedengarannya aneh, tapi ini berhasil.

Misalnya, kamu memiliki sebuah perusahaan yang diperdagangkan seharga $1.000 per saham. Kamu menyetujui split 2-untuk-1. Tiba-tiba, setiap saham bernilai $500, tetapi jumlah saham yang beredar menjadi dua kali lipat. Jika sebelumnya kamu memiliki 100 saham, sekarang kamu memiliki 200 saham. Investasimu tetap bernilai sama — tidak ada yang berubah kecuali label harga pada setiap saham individual.

Kapitalisasi pasar juga tetap persis sama. Itu hal utama yang sering terlewat orang. Nilai sebuah perusahaan adalah harga saham dikalikan jumlah saham total. Saat kamu melakukan split, kedua angka tersebut berubah, tetapi hasil perkaliannya tidak pernah berubah.

Sekarang, apa yang menyebabkan sebuah saham melakukan split sebenarnya bergantung pada dua hal. Pertama, harga yang lebih rendah menarik investor baru yang sebelumnya tidak mampu membeli. Kedua, ini menandakan pertumbuhan — fakta bahwa sahammu menjadi sangat mahal berarti performanya bagus. Psikologi ini lebih penting dari yang kamu kira.

Lihatlah contohnya. Apple melakukan split 7-untuk-1 pada tahun 2014, dari sekitar $140 menjadi $20. Kemudian melakukan split 4-untuk-1 enam tahun kemudian. Tesla melakukan split 5-untuk-1 pada tahun 2020, dari $2.250 menjadi $450. GameStop mengumumkan split 4-untuk-1. Bahkan Amazon dan Alphabet melakukan split 20-untuk-1. Ini bukan langkah acak — mereka adalah langkah kalkulatif untuk membuka pintu bagi basis investor yang lebih besar.

Di sinilah yang menarik. Ketika Nvidia mengumumkan split pada Mei 2021, sahamnya naik 20% sebelum split sebenarnya terjadi di Juli. Kenapa? Karena harga yang lebih rendah berarti permintaan lebih banyak, dan permintaan yang lebih banyak mendorong harga naik. Ini adalah ramalan yang terpenuhi sendiri.

Tapi, hal yang perlu diingat tentang apa yang menyebabkan sebuah saham melakukan split — tidak selalu bullish. Split terbalik adalah kebalikannya. Ketika sebuah perusahaan menukar beberapa saham dengan satu saham dengan harga lebih tinggi, biasanya itu berarti mereka sedang mengalami masalah. Priceline (sekarang Booking Holdings) melakukan split terbalik 1-untuk-6 pada tahun 2003, dari $4 menjadi $25 per saham. Itu adalah langkah pengendalian kerusakan. Split terbalik secara dasar adalah pengakuan bahwa ada sesuatu yang salah.

Menariknya, tidak semua perusahaan melakukan split. Warren Buffett’s Berkshire Hathaway tidak pernah melakukan split saham Kelas A-nya, yang diperdagangkan sekitar $442.000. Beberapa perusahaan pertumbuhan melihat harga saham yang tinggi sebagai lambang kehormatan, bukan masalah.

Jadi, apa yang menyebabkan sebuah saham melakukan split dari perspektif investor? Kesempatan. Jika sebelumnya kamu tidak mampu membeli saham seharga $1.000, mungkin sekarang kamu mampu membeli $500. Nilai portofoliomu tidak akan berubah, tetapi kamu akhirnya bisa mengakses perusahaan yang sebelumnya di luar jangkauan. Itulah permainan sebenarnya — bukan perubahan nilai, tetapi perubahan akses yang datang bersamanya.

Satu hal terakhir yang perlu diperhatikan: tanggal pencatatan, tanggal distribusi, dan tanggal efektif. Kamu harus memiliki saham sebelum tanggal pencatatan agar bisa ikut serta. Kamu akan diberitahu pada tanggal distribusi. Dan tanggal efektif adalah saat saham mulai diperdagangkan dengan harga yang disesuaikan setelah split. Lewatkan tanggal pencatatan dan kamu melewatkan split sama sekali.

Intinya — split saham bersifat kosmetik di atas kertas, tetapi strategis dalam praktiknya. Mereka adalah cara perusahaan mengatakan "kami telah berkinerja baik, dan kami ingin lebih banyak orang bergabung." Memahami apa yang menyebabkan sebuah saham melakukan split membantu kamu mengenali momen-momen ini dan memutuskan apakah kamu ingin ikut dalam aksi tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan