Baru saja teringat, banyak pemula saat melihat grafik lilin selalu bingung, tidak tahu kapan harus membeli atau menjual. Sebenarnya inti masalahnya terletak pada memahami dua konsep ini: supply dan demand. Singkatnya, snd adalah dasar, menguasai ini akan membuatmu menghindari banyak jalan berbelok.



Supply dan demand secara sederhana adalah tekanan jual dan pembelian. Area supply adalah rentang harga yang secara historis sering mengalami tekanan penjual, setiap kali harga mencapai sini selalu ditolak turun. Area demand sebaliknya, adalah tempat yang sering muncul pembelian kuat, harga turun ke sini lalu rebound. Baru-baru ini saya melihat contoh yang sangat jelas di grafik BTC, dari 25.000 dolar naik ke 30.000 dolar, di level 30.000 ini berulang kali ditolak beberapa kali, ini adalah contoh tipikal dari supply area. Para pemain besar di sini menjual untuk mengambil keuntungan, menyebabkan harga selalu ditekan turun.

Bagaimana menemukan area-area penting ini di grafik? Pertama, lihat posisi pembalikan harga, tempat-tempat yang pernah berbalik biasanya adalah supply atau demand. Kedua, perhatikan volume transaksi, volume yang sangat besar di dekat suatu level menunjukkan ada pembeli besar atau penjual besar yang aktif. Teknik lain adalah melihat pola lilin, seperti hammer, doji, atau engulfing yang sering muncul di area-area kunci ini, ini adalah sinyal keraguan atau pembalikan pasar.

Contoh ETH lebih langsung. Saya lihat dari 2000 dolar turun ke 1800 dolar, tapi setiap kali turun ke 1800 lalu rebound, posisi ini adalah demand area. Pembeli merasa harga ini menarik, jadi terus menampung, harga di sini mendapatkan dukungan. Inilah mengapa memahami snd adalah keterampilan inti dalam trading.

Dari sudut pandang trading, menguasai area-area ini bisa membantu kamu melakukan tiga hal. Pertama, menemukan titik masuk dan keluar yang lebih baik, meningkatkan peluang menang. Kedua, menetapkan stop loss dan take profit secara rasional, tidak asal tebak. Ketiga, memperbaiki rasio risiko dan imbalan, menggunakan risiko kecil untuk mendapatkan keuntungan besar.

Dalam praktiknya, biasanya saya melakukan seperti ini: tidak langsung membuka posisi begitu melihat supply atau demand, melainkan menunggu sinyal konfirmasi, misalnya muncul pola lilin pembalikan atau volume transaksi tiba-tiba meningkat. Lalu, saya pasang limit order di dekat area kunci tersebut, agar mendapatkan harga yang lebih baik. Yang terpenting, pastikan juga menempatkan stop loss di dekat area ini, karena pasar cryptocurrency sangat volatil, bisa saja ditembus kapan saja, jangan lengah.

Tentu saja, kita juga harus sadar risiko. Kadang harga langsung menembus supply atau demand, ini disebut breakout, atau false breakout yang kemudian kembali, ini disebut fakeout. Sentimen pasar bisa berubah cepat, berita mendadak atau arus dana besar bisa mengubah support dan resistance yang ada. Terutama di koin kecil yang likuiditasnya rendah, satu aksi pemain besar bisa merusak seluruh pola supply-demand.

Pada akhirnya, analisis supply dan demand memang bukan segalanya, tapi memang merupakan dasar yang harus dikuasai setiap trader yang serius. Dikombinasikan dengan manajemen risiko yang baik dan indikator teknikal lain, alat ini bisa secara signifikan meningkatkan kualitas tradingmu. Baru-baru ini saya lihat di Gate, grafik dari koin utama menunjukkan banyak area supply-demand yang cukup efektif, layak untuk dipelajari lebih dalam.
BTC0,11%
ETH-0,44%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan