Jadi ini menarik—sementara pasar Asia sedang stress berat dengan lonjakan harga minyak di atas $100 per barel, Bitcoin malah relatif tenang di zona $67.000-an. Konflik melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berlangsung seminggu lalu udah bikin Nikkei Jepang turun 10%, indeks India drop 5%, sama Kospi Korea Selatan jatuh lebih dari 16%. Tapi cryptocurrency ini? Nyaris nggak gerak.



Alasan di balik ini sebenarnya cukup logis kalau kita lihat dinamika pasar sekarang. Bitcoin udah evolusi jadi semacam aset risiko kuasi-AS, bukan lagi aset global yang truly terdesentralisasi. Pergerakan Bitcoin sekarang sangat mengikuti Wall Street, terutama saham-saham teknologi dan Nasdaq. Kenapa? Karena sejak ETF spot Bitcoin diluncurkan di AS, akses institusional jadi jauh lebih mudah, dan itu mengubah struktur demand crypto secara fundamental.

Tambah lagi, posisi Amerika sebagai eksportir minyak bersih terbesar di dunia jadi faktor krusial di sini. Menurut analisis dari JP Morgan, AS terutama mengimpor minyak dari Kanada dan Meksiko, hanya 4% dari Arab Saudi. Jadi ketika Selat Hormuz terancam atau supply dari Timur Tengah terganggu, negara-negara Asia yang paling kena dampak—China, India, Korea Selatan. Amerika? Relatif terlindungi. Dan Bitcoin, karena increasingly terikat dengan kondisi finansial AS, ikut menikmati perlindungan yang sama.

Saham-saham AS sendiri hanya turun 3% sejak konflik dimulai, jauh lebih resilient dibanding pasar regional Asia. Bitcoin seolah-olah menangkap momentum ketahanan yang sama itu. Ini bukan kebetulan—ini adalah refleksi dari bagaimana crypto telah berevolusi pasca-Trump dan era ETF spot.

Ada faktor lain juga yang kemungkinan membantu stabilitas Bitcoin. Cryptocurrency ini udah turun hampir ke $60.000 sebelum konflik ini meledak, setelah minggu-minggu profit taking dan ketidakpastian pasar yang lebih luas. Penurunan itu kemungkinan udah eliminate short-term sellers, jadi basis holder sekarang lebih solid dan long-term oriented.

Tentu saja, ini nggak berarti konsumen Amerika completely aman. Kalau konflik ini berkepanjangan atau harga minyak terus melonjak, inflasi dan biaya konsumen pada akhirnya bakal terasa juga. Tapi ada lag time karena kemandirian energi AS—jadi masyarakat punya buffer sebelum kenaikan harga bensin terlihat di pompa. Untuk sekarang, pasar AS dan Bitcoin sepertinya mampu navigate guncangan awal ini dengan relatif smooth.
BTC-2,8%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan