Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi Ray Dalio baru aja bilang di podcast All-In bahwa bitcoin sebaiknya jangan dibanding emas. Timing-nya menarik sih, karena justru minggu itu bitcoin perform lebih baik dari emas selama krisis AS-Iran.
Argumentnya Dalio cukup familiar: bitcoin tidak didukung bank sentral, tidak punya privacy (setiap transaksi transparan), dan menghadapi risiko komputasi kuantum jangka panjang. Dia bilang 'hanya ada satu emas' dan emas adalah uang paling mapan yang dipegang bank sentral.
Tapi di lapangan, data nunjukin hal berbeda. Saat Dalio ngomong itu, emas turun 3% sementara bitcoin cuma turun 0.7%. Sebelumnya dari Juli sampai awal Oktober, kedua aset bergerak beriringan, tapi setelah crash crypto di Oktober, mereka malah bergerak berlawanan. Bitcoin turun 45% dari peak Oktober, sementara emas naik 30% sampai $5.100. Ini menunjukkan bahwa apakah emas dapat diperbarui sebagai safe haven di era digital jadi pertanyaan yang semakin relevan.
Dunia sedang berubah. Tatanan yang dipimpin AS sudah runtuh menurut Dalio sendiri, dan investor perlu rethink cara melindungi kekayaan. Tapi minggu itu, tidak ada aset yang benar-benar berfungsi sebagai safe haven yang sempurna. Keduanya volatile, hanya saja bitcoin sedikit kurang volatil dari emas. Hasil yang tidak diprediksi oleh framework Dalio.
Menariknya, dia sendiri tidak sepenuhnya bearish bitcoin. Dalio hold sekitar 1% portfolio dalam bitcoin untuk diversifikasi dan bulan Juli dia recommend alokasi 15% ke bitcoin atau emas, sebut itu 'best risk-return ratio' mengingat trajectory utang Amerika. Jadi pertanyaannya: apakah emas dapat diperbarui relevansinya, atau kita memang butuh portfolio yang lebih hybrid?
Kritik Dalio tentang privacy bitcoin juga worth noting. Setiap transaksi bisa dipantau, bahkan potentially dikontrol. Bank sentral mungkin tidak akan pernah accumulate aset di atas public ledger. Ini valid concern.
Tapi yang lebih besar adalah: apakah emas dapat diperbarui untuk era ini? Ketika geopolitical crisis happen, emas turun malah naik. Bitcoin masih belum prove diri sebagai reliable hedge. Dua aset, dua narrative yang competing. Yang jelas, minggu itu tidak membuat argumen Dalio lebih mudah dipertahankan. Pasar sedang aktif debate ini, dan hasilnya masih open.
Data terbaru BTC around $73K, dan momentum tetap interesting di tengah uncertainty global. Buat investor yang thinking tentang wealth protection, ini timing yang crucial buat evaluate ulang allocation strategy antara aset tradisional dan digital.