Crypto Jatuh Menghadapi Tekanan Siklus: Bitcoin Bisa Turun 30% Lagi pada 2026

Pasar cryptocurrency sedang mengalami risiko penurunan yang signifikan saat Bitcoin memasuki fase kritis dari siklus boom dan bust empat tahunnya yang terdokumentasi dengan baik. Menurut CK Zheng, pendiri ZX Squared Capital, tekanan ini bisa semakin meningkat, dengan Bitcoin berpotensi menghadapi penurunan tambahan sebesar 30% sepanjang tahun 2026. Aset digital terbesar di dunia ini telah mengalami retracement yang cukup besar dari rekor tertingginya sekitar $126.000 yang dicapai pada Oktober 2024, saat ini diperdagangkan sekitar $70.95K pada akhir Maret 2026—turun sekitar 44% dari puncaknya. Dengan kenaikan 3.82% dalam 24 jam terakhir, aset ini tetap rentan terhadap kerugian yang lebih dalam seiring siklus pasar melanjutkan pola historisnya.

Dalam Pasar Bear: Melacak Siklus Empat Tahun Bitcoin

Industri kripto telah lama mengamati bahwa Bitcoin mengikuti ritme empat tahun yang dapat diprediksi terkait dengan peristiwa pemotongan setengah yang diprogramkan. Peristiwa pemotongan setengah ini—yang terakhir terjadi pada April 2024—secara otomatis mengurangi laju masuknya Bitcoin baru ke dalam peredaran setiap empat tahun. Saat ini, penambangan Bitcoin menghasilkan 3.125 BTC per blok sebagai hadiah, dibandingkan dengan 50 BTC saat peluncuran jaringan. Dari empat peristiwa pemotongan setengah yang telah terjadi, pengurangan pasokan secara progresif ini menciptakan batas matematis untuk inflasi.

Secara historis, harga Bitcoin cenderung mencapai puncaknya sekitar 16-18 bulan setelah peristiwa pemotongan setengah, diikuti oleh pasar bearish yang berlangsung sekitar satu tahun. Mengingat Bitcoin mencapai puncaknya pada Oktober 2024 sekitar 18 bulan setelah pemotongan setengah April, siklus saat ini sedang berlangsung sesuai pola yang telah mapan ini. Bagi investor kripto yang bertahan melalui koreksi ini, prospek jangka pendek menunjukkan kemungkinan deteriorasi lebih lanjut sebelum sentimen pasar stabil.

Psikologi Investor Menggerakkan Pola Boom dan Bust

Apa yang membuat pola empat tahun ini begitu bertahan? Menurut Zheng, jawabannya terletak pada perilaku manusia yang mendasar. Investor individu biasanya menunjukkan respons yang dapat diprediksi terhadap pergerakan pasar—masuk saat hype dan menjual panik saat penurunan. Respons perilaku yang sinkron ini memperkuat dinamika boom dan bust yang telah menjadi ciri pasar kripto selama lebih dari satu dekade, membuat siklus ini sangat sulit dipatahkan.

Karena sentimen investor tetap menjadi penggerak utama valuasi Bitcoin daripada utilitas atau faktor intrinsik, aset ini terus diperdagangkan lebih seperti instrumen spekulatif dengan volatilitas tinggi daripada sebagai penyimpan nilai yang stabil seperti emas. Zheng menekankan bahwa untuk membebaskan diri dari pola yang didorong psikologi ini, diperlukan perubahan mendasar dalam persepsi dan penggunaan Bitcoin oleh pelaku pasar—sebuah transisi yang hingga saat ini belum terwujud secara besar-besaran.

Adopsi Institusional Terbatas, Potensi Pemicu Penurunan Lebih Lanjut

Kecepatan adopsi institusional yang lambat menjadi kelemahan mendasar sekaligus potensi pemicu penurunan harga Bitcoin. ETF kripto dan perusahaan yang menyimpan aset digital sebagai cadangan kas saat ini hanya mewakili sekitar 10% dari total pasar cryptocurrency. Selama fase pasar bearish, beberapa pemegang institusional ini mungkin menghadapi tekanan untuk melikuidasi kepemilikan guna memenuhi kewajiban utang atau kebutuhan keuangan lainnya. Penjualan paksa ini dapat memperkuat tekanan penurunan harga dan menciptakan siklus penjualan yang memperkuat diri sendiri.

Zheng memperingatkan bahwa tanpa adopsi institusional yang substansial dan diversifikasi pelaku pasar, Bitcoin tetap rentan terhadap koreksi tajam yang didorong oleh tekanan siklikal ini. Kombinasi keterbatasan keterlibatan institusional dan pola perilaku investor ritel menunjukkan bahwa lingkungan pasar bearish saat ini bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan beberapa pelaku pasar.

Apa yang Menanti Pasar Kripto

Seiring siklus empat tahun ini berlanjut, pelaku pasar harus mengantisipasi volatilitas yang terus berlanjut dan risiko penurunan yang potensial dalam beberapa bulan mendatang. Fase saat ini bukanlah dasar harga terendah maupun sinyal pembalikan, melainkan tahap menengah dari keruntuhan kripto yang sesuai dengan pola historis. Memahami siklus ini—yang didorong oleh mekanisme pasokan teknis dan psikologi investor yang dapat diprediksi—adalah hal penting bagi siapa saja yang menavigasi aset yang sangat volatil ini.

BTC0,64%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan