Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kandidat Park Hong-geun "Reformasi sistem pajak properti memerlukan berbagai pendapat…menyelesaikan masalah keuntungan tanpa kerja adalah tugas penting"
Calon Kepala Bagian Anggaran Perencanaan, Park Hong-geun, menyatakan bahwa perlu mendengarkan berbagai pendapat secara luas terkait reformasi sistem pajak properti. Ia menegaskan bahwa sistem pajak harus membantu menjadikan properti sebagai ruang hunian, dan menunjukkan perlunya studi objektif dari sudut pandang jangka panjang.
Dalam jawaban tertulisnya kepada Komite Perencanaan Keuangan dan Ekonomi DPR, Park menyatakan bahwa ada berbagai pandangan terkait tingkat beban pajak properti, termasuk pajak kepemilikan yang diperkuat dan pengurangan pajak transaksi. Ia meminta pengertian sebagai calon Kepala Bagian Anggaran Perencanaan bahwa tidak pantas membahas secara rinci masalah perpajakan, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan departemen terkait jika diperlukan.
Mengenai masalah penghasilan non-tenaga dari properti, ia menjawab bahwa hal ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Lee Jae-myung dan merupakan isu penting. Park menunjukkan bahwa penghasilan non-tenaga dari pasar properti dapat memperburuk kesenjangan aset dan antar generasi, merusak kepercayaan rakyat terhadap kebijakan pajak, dan menekankan pentingnya masalah ini.
Mengenai isu sosial lainnya, ia menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membahas “pajak gula,” dan menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi gula dalam masyarakat modern menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, yang meningkatkan biaya sosial. Ia menegaskan bahwa meskipun ada opini yang mendukung, kekhawatiran terhadap kenaikan harga produk mengandung gula juga ada, sehingga perlu mempercepat proses diskusi publik.
Kebijakan terkait properti dan reformasi sistem pajak di masa depan diperkirakan akan bergantung pada negosiasi antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Tanah, Infrastruktur, dan Transportasi, dengan fokus utama pada mendapatkan kepercayaan rakyat. Perubahan kebijakan semacam ini dapat berdampak signifikan terhadap pasar properti dan masyarakat.