Mohamed Bdj dihukum 150.000€: ketika penipuan NFT mengungkap celah media sosial

Pada Februari 2026, kasus Mohamed Bdj kembali menyoroti masalah nyata: proliferasi penipuan keuangan di media sosial. Setelah berbulan-bulan penyelidikan, Direktorat Jenderal Persaingan Usaha, Perlindungan Konsumen, dan Penindakan Penipuan (DGCCRF) berhasil mendapatkan hukuman yang kuat, dan jaksa penuntut di Versailles mengonfirmasi denda sebesar 150.000€. Kasus ini mengungkap bagaimana janji kekayaan cepat yang ilusi menarik ribuan orang yang percaya secara online.

Mekanisme Penipuan crazykartssociety

Antara Januari dan Mei 2022, Mohamed Bdj, yang beroperasi dari balik layar, mengatur sebuah proyek kripto bernama “crazykartssociety”. Strateginya sudah matang: menjual NFT kecil berupa kart digital seharga 450€ per unit, dengan janji pengembalian finansial yang besar kepada pembeli.

Mekanisme ini didasarkan pada tiga pilar palsu. Pertama, kekayaan yang diklaim dijamin: pelanggan diyakinkan bahwa mereka akan menjadi kaya dalam waktu singkat. Kedua, akses ke keuntungan luar biasa: permainan, hadiah, manfaat eksklusif. Ketiga, partisipasi dalam ekonomi permainan yang layak: mekanisme gameplay yang dipercaya akan menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Kenyataannya berbeda. Tidak pernah ada permainan yang benar-benar dibuat. Tidak ada keuntungan yang didistribusikan. Tidak ada manfaat yang nyata.

Angka penipuan: penipuan massal

YouTuber Le Radis Irradié, yang menyelidiki kasus ini secara mendalam, mengungkapkan skala operasi ini melalui analisis data blockchain yang ketat. Dari 5.000 kart yang diumumkan awalnya:

  • Hanya 3.000 yang dijual
  • 2.400 dibeli oleh pendiri sendiri (strategi klasik untuk menciptakan ilusi permintaan)
  • 591 dijual kepada pembeli sah

Perhitungan ini menjadi menakutkan: potensi kerugian langsung lebih dari 265.000€ bagi para korban penipuan ini. Ratusan orang melihat tabungan mereka menguap, tertipu oleh janji-janji yang dirancang dengan cermat.

Pelaku yang turut serta: kasus TheKairi78

Penipuan ini meluas lebih dari sekadar Mohamed Bdj. Pada Desember, YouTuber TheKairi78, yang memiliki audiens besar, dikenai denda 45.000€ karena mempromosikan proyek menipu ini tanpa mengungkapkan sifat komersial dari keterlibatannya. Ia kemudian secara terbuka di X (sebelumnya Twitter) mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dengan menyetujui promosi proyek ini tanpa melakukan verifikasi yang tepat.

Situasi ini menunjukkan masalah yang semakin berkembang: influencer, sadar atau tidak, menjadi saluran distribusi untuk penipuan. Audiens mereka, yang umumnya muda dan antusias, menjadi target utama.

Respon otoritas: pengetatan yang diharapkan

Kepala DGCCRF menyoroti perubahan dalam lanskap penipuan keuangan: media sosial telah menjadi medan utama para penipu. Skala masalah ini diperkuat oleh tindakan hukum: hanya di tahun 2024, DGCCRF menuntut sepuluh influencer yang terlibat dalam skema trading atau kripto penipuan.

Angka-angka ini mencerminkan tren mengkhawatirkan: finansialisasi media sosial menciptakan ekosistem yang memudahkan eksploitasi. Algoritma memperkuat pesan menarik, influencer mendapatkan aura kredibilitas di mata pengikut mereka, dan regulator kesulitan mengikuti inovasi penipuan yang terus berkembang.

Mohamed Bdj di hadapan hukum: keheningan yang menggema

Ketika penyidik mencoba meminta pernyataan dari Mohamed Bdj untuk mengetahui versinya, yang bersangkutan menolak bicara secara publik. Ia hanya menyarankan wartawan untuk “menemukan pengacara yang sangat baik”, menandakan bahwa proses hukum akan rumit dan berpotensi berkepanjangan.

Pelajaran dan langkah berhati-hati bagi investor cerdas

Kasus Mohamed Bdj memberikan pelajaran penting. Pertama, janji kekayaan cepat—terutama dalam NFT, trading, atau kripto—harus diperlakukan dengan skeptisisme ekstrem. Kedua, popularitas influencer tidak menjamin keabsahan sebuah proyek; banyak dari mereka menerima bayaran tanpa memverifikasi produk yang mereka promosikan.

Ketiga, skema klasik tetap efektif: menciptakan kesan legitimasi melalui pembelian massal oleh pendiri (2.400 kart dibeli oleh mereka sendiri), janji yang secara teknis kompleks tapi samar, dan memanfaatkan FOMO (takut ketinggalan peluang) di kalangan investor pemula.

Pada 2026, saat DGCCRF memperkuat upaya melawan penipu daring, konsumen harus tetap waspada. Kasus seperti Mohamed Bdj dan proyek crazykartssociety hanya akan berhenti ketika publik berhenti percaya pada iming-iming keuntungan yang mustahil. Sampai saat itu, para penipu akan terus berinovasi, dan otoritas akan terus menindak mereka.

MAI-47,97%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan