Di Tiongkok, rasa malu karena toksisitas menyakitkan karena sering berasal dari penghinaan yang tidak masuk akal di masa kecil, yang membuat kita perlahan-lahan terbiasa menyerang diri sendiri dengan cara menolak seluruh pribadi. Banyak hal yang sebenarnya normal, seperti peduli terhadap penampilan, sensitif terhadap emosi, perkembangan tubuh, kepribadian yang lembut, akan diberi label "tidak seharusnya", dan seiring waktu, kita tidak lagi hanya merenungkan suatu perilaku tertentu, tetapi merasa bahwa diri kita secara keseluruhan tidak cukup baik. Bahkan setelah dewasa dan lingkungan menjadi lebih inklusif, ketakutan akan penolakan yang bisa datang kapan saja ini tetap tinggal di hati, membuat orang terus-menerus menghakimi diri sendiri. Yang benar-benar dapat membantu adalah mulai menyadari suara internal ini, membedakan kritik yang tidak masuk akal, belajar untuk merasa sayang pada diri sendiri yang pernah dihina, dan mengakui bahwa diri yang biasa dan nyata memang layak diterima.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Di Tiongkok, rasa malu karena toksisitas menyakitkan karena sering berasal dari penghinaan yang tidak masuk akal di masa kecil, yang membuat kita perlahan-lahan terbiasa menyerang diri sendiri dengan cara menolak seluruh pribadi. Banyak hal yang sebenarnya normal, seperti peduli terhadap penampilan, sensitif terhadap emosi, perkembangan tubuh, kepribadian yang lembut, akan diberi label "tidak seharusnya", dan seiring waktu, kita tidak lagi hanya merenungkan suatu perilaku tertentu, tetapi merasa bahwa diri kita secara keseluruhan tidak cukup baik. Bahkan setelah dewasa dan lingkungan menjadi lebih inklusif, ketakutan akan penolakan yang bisa datang kapan saja ini tetap tinggal di hati, membuat orang terus-menerus menghakimi diri sendiri. Yang benar-benar dapat membantu adalah mulai menyadari suara internal ini, membedakan kritik yang tidak masuk akal, belajar untuk merasa sayang pada diri sendiri yang pernah dihina, dan mengakui bahwa diri yang biasa dan nyata memang layak diterima.