Pasar tembaga berada di pusat perhatian investor dan analis pada tahun 2026, karena sistem permintaan global mengalami perubahan besar. Para ahli memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, dunia akan menghadapi kekurangan serius logam penting ini, yang akan memiliki dampak jangka panjang terhadap transisi energi dan ekonomi digital.
Kekurangan global tembaga: bagaimana permintaan berubah
Penggerak utama permintaan tembaga adalah mobil listrik dan pusat data kecerdasan buatan. Menurut perkiraan perusahaan analitik, kekurangan tembaga dapat mencapai 10 juta ton hingga tahun 2040, yang akan memburuk akibat pembatasan dari pemasok utama. Setiap mobil listrik membutuhkan sejumlah besar kabel tembaga dan komponen, dan pusat data modern mengkonsumsi tembaga dalam skala yang tidak terbayangkan beberapa tahun lalu.
Permintaan Asia dan kekurangan jangka panjang
Wilayah Asia akan memainkan peran kunci dalam dinamika ini. Analis memperkirakan bahwa bagian Asia dalam peningkatan permintaan global terhadap tembaga akan sekitar 60%, mencerminkan industrialisasi yang pesat dan ekspansi infrastruktur teknologi di wilayah tersebut. Asimetri permintaan ini akan berdampak mendalam pada harga dunia dan ketersediaan bahan di pasar lain.
Potensi harga tembaga: prediksi ahli
Para analis menunjukkan bahwa harga tembaga dapat meningkat secara signifikan jika pasar global terus mengalami perubahan besar yang mematahkan saluran pembatasan jangka panjang. Dalam skenario kekurangan yang mendalam, harga tembaga berpotensi dua kali lipat. Skenario ini akan bergantung pada seberapa cepat industri beradaptasi dengan realitas baru pasokan dan apakah produsen dapat meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan, terutama dalam konteks pembatasan ekologis dan geopolitik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dinamis pasar tembaga: dari kekurangan hingga peluang harga
Pasar tembaga berada di pusat perhatian investor dan analis pada tahun 2026, karena sistem permintaan global mengalami perubahan besar. Para ahli memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, dunia akan menghadapi kekurangan serius logam penting ini, yang akan memiliki dampak jangka panjang terhadap transisi energi dan ekonomi digital.
Kekurangan global tembaga: bagaimana permintaan berubah
Penggerak utama permintaan tembaga adalah mobil listrik dan pusat data kecerdasan buatan. Menurut perkiraan perusahaan analitik, kekurangan tembaga dapat mencapai 10 juta ton hingga tahun 2040, yang akan memburuk akibat pembatasan dari pemasok utama. Setiap mobil listrik membutuhkan sejumlah besar kabel tembaga dan komponen, dan pusat data modern mengkonsumsi tembaga dalam skala yang tidak terbayangkan beberapa tahun lalu.
Permintaan Asia dan kekurangan jangka panjang
Wilayah Asia akan memainkan peran kunci dalam dinamika ini. Analis memperkirakan bahwa bagian Asia dalam peningkatan permintaan global terhadap tembaga akan sekitar 60%, mencerminkan industrialisasi yang pesat dan ekspansi infrastruktur teknologi di wilayah tersebut. Asimetri permintaan ini akan berdampak mendalam pada harga dunia dan ketersediaan bahan di pasar lain.
Potensi harga tembaga: prediksi ahli
Para analis menunjukkan bahwa harga tembaga dapat meningkat secara signifikan jika pasar global terus mengalami perubahan besar yang mematahkan saluran pembatasan jangka panjang. Dalam skenario kekurangan yang mendalam, harga tembaga berpotensi dua kali lipat. Skenario ini akan bergantung pada seberapa cepat industri beradaptasi dengan realitas baru pasokan dan apakah produsen dapat meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan, terutama dalam konteks pembatasan ekologis dan geopolitik.