#加密市场隔夜V型震荡 Pasar Kripto Mengalami Kejutan V-Shape: Bitcoin Pulih dari USD 72.000 ke USD 75.953, Ujian Kepercayaan terhadap "Emas Digital" di Tengah Badai Makro
Pagi ini, pasar mata uang kripto mengalami gelombang kejutan yang mendebarkan. Bitcoin dalam beberapa jam saja melonjak dari kedalaman USD 72.945 ke USD 75.953, sementara Ethereum berfluktuasi keras antara USD 2.110 dan USD 2.340, akhirnya stabil di USD 2.241. Volatilitas ini tidak hanya menguji ketahanan psikologis para investor, tetapi juga mengungkap hubungan kompleks antara pasar kripto saat ini dan kondisi makroekonomi yang sedang berlangsung.
Gambaran Pasar: Diferensiasi Struktural di Tengah Darah Mengalir Menurut data pasar, kapitalisasi pasar total kripto dalam 24 jam terakhir menyusut sebesar 3,3%, turun menjadi USD 2,648 triliun. Di antara aset utama, Bitcoin turun 3,37%, Ethereum turun 4,3%, SOL kehilangan angka psikologis USD 100 dan saat ini diperdagangkan di USD 97,8. Namun, yang paling parah adalah pasar altcoin: ZAMA memimpin dengan penurunan 22,2%, diikuti oleh EUL, SOLV, HUMA dan token lain yang turun lebih dari 14%. Pola "mainstream melambat, altcoin ambruk" ini merupakan ciri khas dari proses deleveraging aset risiko—ketika likuiditas pasar mengering, aset dengan Beta tinggi paling dulu terseret. Lebih menarik lagi adalah korelasi antara pasar saham AS dan pasar kripto. Penutupan pasar semalam menunjukkan Dow Jones turun 0,3%, S&P 500 turun 0,8%, dan Nasdaq anjlok 1,4%. PayPal mengalami penurunan tajam 20,3% karena panduan kinerja yang tidak sesuai ekspektasi, sementara raksasa teknologi seperti Microsoft dan Nvidia juga tidak luput dari tekanan. Saham-saham terkait kripto pun ikut tertekan: Strategy (MSTR) turun 4,56%, Coinbase (COIN) turun 4,36%, dan BitGo Holdings (BTGO) anjlok 5,86%. Penurunan serentak di berbagai pasar ini menegaskan bahwa mata uang kripto telah sangat terintegrasi ke dalam sistem aset risiko global, dan narasi "aset lindung nilai" mereka kini menghadapi tantangan serius.
Badai Makro: Kebijakan Tarif Trump dan "Dilema Tahanan" Federal Reserve
Pemicu utama dari penurunan tajam ini adalah ketidakpastian kebijakan tarif pemerintah Trump. Menurut analisis dari berbagai lembaga, Trump berencana mengenakan tarif 10-20% untuk semua barang impor, dengan tarif tertinggi hingga 60% untuk barang dari China. Jika kebijakan ini diterapkan, akan secara signifikan meningkatkan inflasi AS dan memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Namun, ketakutan pasar tidak hanya berasal dari tarif itu sendiri, melainkan juga dari keruntuhan kepercayaan terhadap kebijakan. Seorang investor kripto mengatakan secara langsung: "Bitcoin sudah terikat dengan pemerintahan saat ini, dan sekarang harus membayar harga karena terkait dengan partai Republik." Narasi cadangan Bitcoin strategis AS yang sebelumnya digembar-gemborkan tampaknya rapuh di tengah badai tarif ini. Di sisi Federal Reserve, meskipun sudah memangkas suku bunga sebanyak 100 basis poin sejak 2023, risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi yang "sedikit tinggi" masih belum hilang. Lebih dari itu, para pemegang posisi jangka panjang mulai melakukan penjualan sistematis—menurut data dari K33 Research, sejak awal 2023, jumlah Bitcoin yang dipegang minimal dua tahun berkurang sebanyak 1,6 juta BTC, senilai sekitar USD 140 miliar. Ketika aliran dana ETF tidak mampu menyerap tekanan jual ini, keseimbangan pasar secara cepat bergeser ke sisi penjual.
Rahasia V-Shape: Apakah Ini Rebound Teknis atau Pembalikan Tren? Meskipun pasar mengalami volatilitas ekstrem, rebound cepat Bitcoin di sekitar USD 72.000 menunjukkan adanya support yang kuat di level tersebut. Melihat kembali tren tahun 2025, pada bulan Maret Bitcoin sempat turun ke USD 74.508 akibat konflik tarif, tetapi kemudian perlahan pulih didorong oleh pelonggaran kebijakan dan ekspektasi penurunan suku bunga. Rebound V-shape ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor: 1. Perbaikan teknis akibat oversold: Indikator RSI menunjukkan kondisi oversold ekstrem dalam jangka pendek, memicu algoritma trading dan program bottom-fishing dari dana kuantitatif. 2. Penutupan posisi short di pasar futures: Kontrak perpetual dengan leverage tinggi mengalami likuidasi berantai selama penurunan tajam, dan setelah posisi short ditutup, muncul kekuatan dorong balik. 3. Dukungan dari ETF spot: Meski arus dana melambat, ETF spot dari institusi seperti BlackRock tetap menjadi penopang dasar, mencegah jatuh bebas. Namun, perlu diingat bahwa rebound ini mungkin hanya bersifat teknis dalam pasar beruang, bukan pembalikan tren yang nyata. Data historis menunjukkan bahwa setelah indeks S&P 500 turun lebih dari 1,5% dalam satu hari di tahun 2025, rata-rata rebound keesokan harinya adalah 1,1%, tetapi Bitcoin tidak selalu mengikuti—pada saat pasar saham mengalami rebound V-shape, Bitcoin malah anjlok 5% secara kontra tren, dengan penurunan mingguan mencapai 9,14%.
Pesan untuk Investor: Mencari Kepastian di Tengah Ketidakpastian Pasar saat ini berada dalam tiga lapisan pertarungan: kebijakan makro, aliran dana, dan narasi yang sedang dibangun ulang: - Jangka pendek: Ketidakpastian kebijakan tarif akan terus menekan aset risiko, dan volatilitas pasar kripto kemungkinan tetap tinggi. - Menengah: Jika Federal Reserve menangguhkan penurunan suku bunga karena tekanan inflasi, lingkungan suku bunga tinggi akan memperberat beban utang pemerintah AS, yang justru bisa memperkuat atribut safe haven Bitcoin sebagai "emas digital"—asalkan pasar kembali percaya pada narasi tersebut. - Jangka panjang: Pemerintah daerah seperti Texas mulai mengalokasikan dana ke ETF Bitcoin, proses institusionalisasi terus berkembang, tetapi minat ritel beralih ke pasar prediksi seperti Polymarket, menunjukkan tren aliran dana yang jelas. Bagi investor, manajemen posisi lebih penting daripada timing pasar. Sebelum badai makro mereda, menjaga proporsi kas yang cukup dan menghindari leverage tinggi adalah strategi bertahan yang bijak. Bagaimana pandangan Anda tentang rebound V-shape ini? Apakah ini peluang bottoming atau hanya rehat sementara? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
15
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
xxx40xxx
· 2jam yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
xiaoXiao
· 2jam yang lalu
Duduklah dengan nyaman dan pegang dengan baik, kita akan segera lepas landas 🛫
Lihat AsliBalas0
Discovery
· 7jam yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 9jam yang lalu
terima kasih atas informasinya
Lihat AsliBalas0
TooUgly
· 9jam yang lalu
2026 Dorong dorong dorong 👊 2026 Dorong dorong dorong 👊 2026 Dorong dorong dorong 👊 😉😉😉😉😉😉😊😉😉🙂
Ayo semangat, jangan menyerah! Terus maju dan raih kemenanganmu!
Lihat AsliBalas0
ShizukaKazu
· 10jam yang lalu
Terburu-buru 2026 👊
Lihat AsliBalas0
Amelia1231
· 11jam yang lalu
Duduklah dengan nyaman dan pegang dengan baik, kita akan segera lepas landas 🛫
#加密市场隔夜V型震荡 Pasar Kripto Mengalami Kejutan V-Shape: Bitcoin Pulih dari USD 72.000 ke USD 75.953, Ujian Kepercayaan terhadap "Emas Digital" di Tengah Badai Makro
Pagi ini, pasar mata uang kripto mengalami gelombang kejutan yang mendebarkan. Bitcoin dalam beberapa jam saja melonjak dari kedalaman USD 72.945 ke USD 75.953, sementara Ethereum berfluktuasi keras antara USD 2.110 dan USD 2.340, akhirnya stabil di USD 2.241. Volatilitas ini tidak hanya menguji ketahanan psikologis para investor, tetapi juga mengungkap hubungan kompleks antara pasar kripto saat ini dan kondisi makroekonomi yang sedang berlangsung.
Gambaran Pasar: Diferensiasi Struktural di Tengah Darah Mengalir
Menurut data pasar, kapitalisasi pasar total kripto dalam 24 jam terakhir menyusut sebesar 3,3%, turun menjadi USD 2,648 triliun. Di antara aset utama, Bitcoin turun 3,37%, Ethereum turun 4,3%, SOL kehilangan angka psikologis USD 100 dan saat ini diperdagangkan di USD 97,8. Namun, yang paling parah adalah pasar altcoin: ZAMA memimpin dengan penurunan 22,2%, diikuti oleh EUL, SOLV, HUMA dan token lain yang turun lebih dari 14%. Pola "mainstream melambat, altcoin ambruk" ini merupakan ciri khas dari proses deleveraging aset risiko—ketika likuiditas pasar mengering, aset dengan Beta tinggi paling dulu terseret.
Lebih menarik lagi adalah korelasi antara pasar saham AS dan pasar kripto. Penutupan pasar semalam menunjukkan Dow Jones turun 0,3%, S&P 500 turun 0,8%, dan Nasdaq anjlok 1,4%. PayPal mengalami penurunan tajam 20,3% karena panduan kinerja yang tidak sesuai ekspektasi, sementara raksasa teknologi seperti Microsoft dan Nvidia juga tidak luput dari tekanan. Saham-saham terkait kripto pun ikut tertekan: Strategy (MSTR) turun 4,56%, Coinbase (COIN) turun 4,36%, dan BitGo Holdings (BTGO) anjlok 5,86%. Penurunan serentak di berbagai pasar ini menegaskan bahwa mata uang kripto telah sangat terintegrasi ke dalam sistem aset risiko global, dan narasi "aset lindung nilai" mereka kini menghadapi tantangan serius.
Badai Makro: Kebijakan Tarif Trump dan "Dilema Tahanan" Federal Reserve
Pemicu utama dari penurunan tajam ini adalah ketidakpastian kebijakan tarif pemerintah Trump. Menurut analisis dari berbagai lembaga, Trump berencana mengenakan tarif 10-20% untuk semua barang impor, dengan tarif tertinggi hingga 60% untuk barang dari China. Jika kebijakan ini diterapkan, akan secara signifikan meningkatkan inflasi AS dan memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Namun, ketakutan pasar tidak hanya berasal dari tarif itu sendiri, melainkan juga dari keruntuhan kepercayaan terhadap kebijakan. Seorang investor kripto mengatakan secara langsung: "Bitcoin sudah terikat dengan pemerintahan saat ini, dan sekarang harus membayar harga karena terkait dengan partai Republik." Narasi cadangan Bitcoin strategis AS yang sebelumnya digembar-gemborkan tampaknya rapuh di tengah badai tarif ini.
Di sisi Federal Reserve, meskipun sudah memangkas suku bunga sebanyak 100 basis poin sejak 2023, risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi yang "sedikit tinggi" masih belum hilang. Lebih dari itu, para pemegang posisi jangka panjang mulai melakukan penjualan sistematis—menurut data dari K33 Research, sejak awal 2023, jumlah Bitcoin yang dipegang minimal dua tahun berkurang sebanyak 1,6 juta BTC, senilai sekitar USD 140 miliar. Ketika aliran dana ETF tidak mampu menyerap tekanan jual ini, keseimbangan pasar secara cepat bergeser ke sisi penjual.
Rahasia V-Shape: Apakah Ini Rebound Teknis atau Pembalikan Tren?
Meskipun pasar mengalami volatilitas ekstrem, rebound cepat Bitcoin di sekitar USD 72.000 menunjukkan adanya support yang kuat di level tersebut. Melihat kembali tren tahun 2025, pada bulan Maret Bitcoin sempat turun ke USD 74.508 akibat konflik tarif, tetapi kemudian perlahan pulih didorong oleh pelonggaran kebijakan dan ekspektasi penurunan suku bunga.
Rebound V-shape ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Perbaikan teknis akibat oversold: Indikator RSI menunjukkan kondisi oversold ekstrem dalam jangka pendek, memicu algoritma trading dan program bottom-fishing dari dana kuantitatif.
2. Penutupan posisi short di pasar futures: Kontrak perpetual dengan leverage tinggi mengalami likuidasi berantai selama penurunan tajam, dan setelah posisi short ditutup, muncul kekuatan dorong balik.
3. Dukungan dari ETF spot: Meski arus dana melambat, ETF spot dari institusi seperti BlackRock tetap menjadi penopang dasar, mencegah jatuh bebas. Namun, perlu diingat bahwa rebound ini mungkin hanya bersifat teknis dalam pasar beruang, bukan pembalikan tren yang nyata.
Data historis menunjukkan bahwa setelah indeks S&P 500 turun lebih dari 1,5% dalam satu hari di tahun 2025, rata-rata rebound keesokan harinya adalah 1,1%, tetapi Bitcoin tidak selalu mengikuti—pada saat pasar saham mengalami rebound V-shape, Bitcoin malah anjlok 5% secara kontra tren, dengan penurunan mingguan mencapai 9,14%.
Pesan untuk Investor: Mencari Kepastian di Tengah Ketidakpastian
Pasar saat ini berada dalam tiga lapisan pertarungan: kebijakan makro, aliran dana, dan narasi yang sedang dibangun ulang:
- Jangka pendek: Ketidakpastian kebijakan tarif akan terus menekan aset risiko, dan volatilitas pasar kripto kemungkinan tetap tinggi.
- Menengah: Jika Federal Reserve menangguhkan penurunan suku bunga karena tekanan inflasi, lingkungan suku bunga tinggi akan memperberat beban utang pemerintah AS, yang justru bisa memperkuat atribut safe haven Bitcoin sebagai "emas digital"—asalkan pasar kembali percaya pada narasi tersebut.
- Jangka panjang: Pemerintah daerah seperti Texas mulai mengalokasikan dana ke ETF Bitcoin, proses institusionalisasi terus berkembang, tetapi minat ritel beralih ke pasar prediksi seperti Polymarket, menunjukkan tren aliran dana yang jelas.
Bagi investor, manajemen posisi lebih penting daripada timing pasar. Sebelum badai makro mereda, menjaga proporsi kas yang cukup dan menghindari leverage tinggi adalah strategi bertahan yang bijak.
Bagaimana pandangan Anda tentang rebound V-shape ini? Apakah ini peluang bottoming atau hanya rehat sementara? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!