You ship a feature that feels instant on your machine. The API returns in 5ms, buttons respond immediately, modals close without delay. Status: Done. ✅
Then users start reporting problems. On a 4G connection in a subway tunnel, that same request takes 2 seconds. Suddenly, your app breaks in ways you never encountered locally:
🖱️ Pengiriman Ganda: Seorang pengguna mengklik “Kirim” dua kali (karena tidak terlihat apa-apa) dan dikenai biaya dua kali.
🔄 Spinner Tak Berujung: Status pemuatan terjebak tanpa batas saat paket data hilang.
🏎️ Kondisi Perlombaan: Respon tiba tidak berurutan, merusak data pengguna.
Pelakunya? Pengujian localhost dengan kecepatan serat gigabit menyembunyikan bug ini sepenuhnya. Anda tidak sedang menguji aplikasi Anda—Anda sedang menguji versi idealnya.
Mengapa time.sleep() Tidak Berfungsi
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Pengujian Anda Lebih Cepat Daripada Kenyataan: Perangkap Latensi Localhost dan Cara Mengatasinya
The Reality Gap: 5ms vs. 2 Seconds
You ship a feature that feels instant on your machine. The API returns in 5ms, buttons respond immediately, modals close without delay. Status: Done. ✅
Then users start reporting problems. On a 4G connection in a subway tunnel, that same request takes 2 seconds. Suddenly, your app breaks in ways you never encountered locally:
Pelakunya? Pengujian localhost dengan kecepatan serat gigabit menyembunyikan bug ini sepenuhnya. Anda tidak sedang menguji aplikasi Anda—Anda sedang menguji versi idealnya.
Mengapa time.sleep() Tidak Berfungsi