Otoritas Hong Kong telah mengambil tindakan tegas terhadap operasi penipuan telekomunikasi internasional, menyita sekitar HKD 2,75 miliar (USD 3,5 miliar) dalam hasil kriminal yang diduga. Aset yang dibekukan mencakup kepemilikan tunai, posisi sekuritas, dan berbagai transfer dana yang diyakini terkait dengan jaringan pencucian uang yang rumit yang meliputi beberapa yurisdiksi.
Skala dan Sifat Penyidikan
Aset yang dibekukan oleh polisi Hong Kong mewakili salah satu tindakan penegakan hukum paling signifikan terhadap skema penipuan telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir. Operasi ini mengungkap apa yang digambarkan penyidik sebagai sindikat internasional yang canggih yang didedikasikan untuk penipuan telekomunikasi dan memfasilitasi kejahatan keuangan. Meskipun penyidikan resmi masih berlangsung dan belum ada tersangka yang secara resmi didakwa pada tahap ini, otoritas terus melacak pergerakan dana ilegal melalui berbagai saluran keuangan.
Perkembangan Utama
Menurut laporan penyidikan, jaringan kriminal tersebut diduga memiliki hubungan dengan operasi yang berbasis di Kamboja, dengan tuduhan yang mengaitkan skema tersebut dengan individu yang terlibat dalam Prince Group. Polisi Hong Kong secara metodis mendokumentasikan penyitaan aset, mengkatalogkan berbagai kategori kepemilikan yang dibekukan termasuk cadangan tunai cair, portofolio ekuitas, dan transfer dana digital yang para ahli percaya berasal dari aktivitas penipuan.
Operasi yang Berlangsung
Tindakan penegakan hukum ini menyoroti komitmen yang diperkuat dari polisi Hong Kong untuk memerangi kejahatan keuangan internasional. Tim penyidikan terus mengumpulkan bukti dan menganalisis pola transaksi untuk membongkar infrastruktur kriminal yang lebih luas. Seiring perkembangan kasus, otoritas berharap dapat mengungkapkan rincian tambahan mengenai struktur operasional jaringan dan cakupan lengkap dari korban yang terdampak oleh skema penipuan telekomunikasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Polisi Hong Kong menyita HKD 2,75 miliar dalam kasus penipuan telekomunikasi lintas batas besar
Otoritas Hong Kong telah mengambil tindakan tegas terhadap operasi penipuan telekomunikasi internasional, menyita sekitar HKD 2,75 miliar (USD 3,5 miliar) dalam hasil kriminal yang diduga. Aset yang dibekukan mencakup kepemilikan tunai, posisi sekuritas, dan berbagai transfer dana yang diyakini terkait dengan jaringan pencucian uang yang rumit yang meliputi beberapa yurisdiksi.
Skala dan Sifat Penyidikan
Aset yang dibekukan oleh polisi Hong Kong mewakili salah satu tindakan penegakan hukum paling signifikan terhadap skema penipuan telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir. Operasi ini mengungkap apa yang digambarkan penyidik sebagai sindikat internasional yang canggih yang didedikasikan untuk penipuan telekomunikasi dan memfasilitasi kejahatan keuangan. Meskipun penyidikan resmi masih berlangsung dan belum ada tersangka yang secara resmi didakwa pada tahap ini, otoritas terus melacak pergerakan dana ilegal melalui berbagai saluran keuangan.
Perkembangan Utama
Menurut laporan penyidikan, jaringan kriminal tersebut diduga memiliki hubungan dengan operasi yang berbasis di Kamboja, dengan tuduhan yang mengaitkan skema tersebut dengan individu yang terlibat dalam Prince Group. Polisi Hong Kong secara metodis mendokumentasikan penyitaan aset, mengkatalogkan berbagai kategori kepemilikan yang dibekukan termasuk cadangan tunai cair, portofolio ekuitas, dan transfer dana digital yang para ahli percaya berasal dari aktivitas penipuan.
Operasi yang Berlangsung
Tindakan penegakan hukum ini menyoroti komitmen yang diperkuat dari polisi Hong Kong untuk memerangi kejahatan keuangan internasional. Tim penyidikan terus mengumpulkan bukti dan menganalisis pola transaksi untuk membongkar infrastruktur kriminal yang lebih luas. Seiring perkembangan kasus, otoritas berharap dapat mengungkapkan rincian tambahan mengenai struktur operasional jaringan dan cakupan lengkap dari korban yang terdampak oleh skema penipuan telekomunikasi.