Apa arti sebenarnya merasa kaya di Amerika hari ini? Survei groundbreaking tahun 2025 dari Charles Schwab yang menganalisis 2.000 orang Amerika berusia 21-75 tahun menggambarkan gambaran yang mengejutkan. Penelitian ini mengungkapkan sembilan dimensi kekayaan yang jauh melampaui saldo bank, menantang asumsi konvensional tentang apa yang membuat orang merasa kaya dan puas secara finansial.
Elit Hubungan & Kebahagiaan: Apa yang Lebih Berharga Daripada Uang
Data menceritakan kisah yang menarik: hubungan dan pemenuhan emosional mendominasi. Sebanyak 83% orang Amerika melaporkan merasa kaya ketika keluarga, persahabatan, dan kemitraan mereka kuat. Persentase yang sama—83%—mengaitkan kebahagiaan dengan kekayaan sejati. Temuan paralel ini bukan kebetulan. Semakin banyak orang menyadari bahwa kekayaan emosional dan koneksi berkualitas memberikan kepuasan yang tidak bisa ditiru oleh uang. Ini bukanlah kemewahan—melainkan dasar dari bagaimana orang Amerika modern mendefinisikan merasa kaya.
Kebebasan Waktu dan Kesehatan: Penanda Kekayaan Baru
Pengendalian atas waktu muncul sebagai indikator kekayaan yang kuat, dengan 81% menghargai kebebasan mereka dalam dimensi ini. Kemampuan untuk memutuskan bagaimana menghabiskan jam mereka—tanpa tekanan atau pembatasan konstan—menjadi bentuk kekayaan yang banyak orang tidak pernah rasakan, terlepas dari kekayaan bersih mereka.
Di bawah tingkat ini, kesehatan mental dan fisik sama-sama mencapai 79%. Orang Amerika menyadari bahwa berada dalam kondisi baik—baik secara mental maupun fisik—tidak terpisahkan dari gaya hidup yang kaya. Ini mencerminkan pergeseran budaya yang lebih luas: kesejahteraan bukanlah tambahan kemewahan, tetapi inti dari apa yang membuat hidup terasa kaya dan bermakna.
Prestasi dan Pengalaman: Titik Tengah
Prestasi pribadi berada di angka 78%, mencakup segala hal mulai dari tonggak karier hingga kepemilikan rumah. Demikian pula, pengalaman hidup—liburan, petualangan, kebahagiaan sehari-hari—juga mencapai 78%. Kategori ini menunjukkan bahwa orang Amerika semakin mengukur kekayaan berdasarkan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka capai, bukan apa yang mereka miliki.
Pemeriksaan Realitas Material
Kepemilikan materi turun menjadi 63%, menunjukkan pengembalian yang semakin berkurang dari barang fisik sebagai penanda kekayaan. Meskipun kenyamanan dan kemudahan penting, mereka tidak memicu kepuasan mendalam yang diberikan oleh hubungan, waktu, dan pengalaman.
Kebenaran Mengejutkan: Uang Peringkat Terakhir
Di sinilah data menjadi benar-benar mengungkapkan: hanya 49% yang mengatakan jumlah uang yang mereka miliki membuat mereka merasa kaya. Uang, pilar tradisional kekayaan, berada di posisi terakhir. Pembalikan ini menantang semua kebijaksanaan konvensional tentang keberhasilan finansial dan mengingatkan kita bahwa merasa benar-benar kaya jauh lebih bergantung pada bagaimana uang tersebut memungkinkan delapan dimensi kekayaan lainnya—waktu berkualitas, kesehatan yang baik, hubungan yang kuat, dan pengalaman bermakna.
Temuan Schwab menyarankan sebuah reimajinasi mendasar tentang apa arti “kekayaan” bagi orang Amerika di tahun 2025, dengan implikasi terhadap cara kita memandang tujuan keuangan dan pemenuhan pribadi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa yang Benar-Benar Membuat Orang Amerika Merasa Kaya? Data Charles Schwab Mengungkapkan Bahwa Itu Bukan Uang
Apa arti sebenarnya merasa kaya di Amerika hari ini? Survei groundbreaking tahun 2025 dari Charles Schwab yang menganalisis 2.000 orang Amerika berusia 21-75 tahun menggambarkan gambaran yang mengejutkan. Penelitian ini mengungkapkan sembilan dimensi kekayaan yang jauh melampaui saldo bank, menantang asumsi konvensional tentang apa yang membuat orang merasa kaya dan puas secara finansial.
Elit Hubungan & Kebahagiaan: Apa yang Lebih Berharga Daripada Uang
Data menceritakan kisah yang menarik: hubungan dan pemenuhan emosional mendominasi. Sebanyak 83% orang Amerika melaporkan merasa kaya ketika keluarga, persahabatan, dan kemitraan mereka kuat. Persentase yang sama—83%—mengaitkan kebahagiaan dengan kekayaan sejati. Temuan paralel ini bukan kebetulan. Semakin banyak orang menyadari bahwa kekayaan emosional dan koneksi berkualitas memberikan kepuasan yang tidak bisa ditiru oleh uang. Ini bukanlah kemewahan—melainkan dasar dari bagaimana orang Amerika modern mendefinisikan merasa kaya.
Kebebasan Waktu dan Kesehatan: Penanda Kekayaan Baru
Pengendalian atas waktu muncul sebagai indikator kekayaan yang kuat, dengan 81% menghargai kebebasan mereka dalam dimensi ini. Kemampuan untuk memutuskan bagaimana menghabiskan jam mereka—tanpa tekanan atau pembatasan konstan—menjadi bentuk kekayaan yang banyak orang tidak pernah rasakan, terlepas dari kekayaan bersih mereka.
Di bawah tingkat ini, kesehatan mental dan fisik sama-sama mencapai 79%. Orang Amerika menyadari bahwa berada dalam kondisi baik—baik secara mental maupun fisik—tidak terpisahkan dari gaya hidup yang kaya. Ini mencerminkan pergeseran budaya yang lebih luas: kesejahteraan bukanlah tambahan kemewahan, tetapi inti dari apa yang membuat hidup terasa kaya dan bermakna.
Prestasi dan Pengalaman: Titik Tengah
Prestasi pribadi berada di angka 78%, mencakup segala hal mulai dari tonggak karier hingga kepemilikan rumah. Demikian pula, pengalaman hidup—liburan, petualangan, kebahagiaan sehari-hari—juga mencapai 78%. Kategori ini menunjukkan bahwa orang Amerika semakin mengukur kekayaan berdasarkan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka capai, bukan apa yang mereka miliki.
Pemeriksaan Realitas Material
Kepemilikan materi turun menjadi 63%, menunjukkan pengembalian yang semakin berkurang dari barang fisik sebagai penanda kekayaan. Meskipun kenyamanan dan kemudahan penting, mereka tidak memicu kepuasan mendalam yang diberikan oleh hubungan, waktu, dan pengalaman.
Kebenaran Mengejutkan: Uang Peringkat Terakhir
Di sinilah data menjadi benar-benar mengungkapkan: hanya 49% yang mengatakan jumlah uang yang mereka miliki membuat mereka merasa kaya. Uang, pilar tradisional kekayaan, berada di posisi terakhir. Pembalikan ini menantang semua kebijaksanaan konvensional tentang keberhasilan finansial dan mengingatkan kita bahwa merasa benar-benar kaya jauh lebih bergantung pada bagaimana uang tersebut memungkinkan delapan dimensi kekayaan lainnya—waktu berkualitas, kesehatan yang baik, hubungan yang kuat, dan pengalaman bermakna.
Temuan Schwab menyarankan sebuah reimajinasi mendasar tentang apa arti “kekayaan” bagi orang Amerika di tahun 2025, dengan implikasi terhadap cara kita memandang tujuan keuangan dan pemenuhan pribadi.