Anda sedang menggesek plastik untuk membayar makan siang tanpa berpikir dua kali. Tapi ada masa ketika kenyamanan ini belum ada. Saat ini, kartu kredit begitu melekat dalam budaya Amerika sehingga lebih dari satu miliar kartu beredar di seluruh negeri. Jadi, kapan kartu kredit menjadi populer, dan bagaimana kita sampai di sini?
Awal yang Bergelombang: Mengapa Tidak Ada yang Menginginkan Kartu Kredit Pertama Kali
Sebelum kartu kredit menguasai pasar, pembelian secara kredit dilakukan dengan cara kuno. Di komunitas pedesaan pada akhir 1800-an dan awal 1900-an, pemilik toko umum mencatat siapa yang berhutang uang kepada mereka. Kota-kota mengikuti, tetapi prosesnya kurang efisien.
Toko-toko mulai mengeluarkan koin tagihan dengan nomor akun, lalu meningkat ke kartu tagihan dari karton. Inovasi nyata datang pada tahun 1928 dengan Charga-Plate—kartu logam yang benar-benar mencetak nama Anda di atasnya. Tapi inilah masalahnya: setiap kartu hanya berlaku di satu toko. Jika Anda ingin berbelanja secara kredit, Anda perlu tumpukan kartu dari berbagai pedagang.
Titik Balik: Ketika Satu Kartu Menguasai Segalanya
Segalanya berubah pada tahun 1950. Legenda mengatakan, Frank McNamara lupa dompetnya saat makan malam. Momen canggung itu memicu ide: bagaimana jika Anda memiliki satu kartu yang bisa digunakan di mana saja?
McNamara meluncurkan Diners Club International bersama mitra Ralph Schneider dan Alfred Bloomingdale. Kartu Diners Club bisa digunakan di 27 restoran—revolusioner saat itu. Tapi tidak sempurna. Anda harus membayar tagihan penuh setiap bulan dengan bunga 7% dan $3 biaya tahunan. Meski begitu, orang-orang menginginkannya.
Ironisnya, McNamara menganggap ini hanya tren sesaat. Dia menjual sahamnya kepada Schneider dan Bloomingdale seharga $200.000 dan menyaksikan dari pinggir lapangan saat Bloomingdale mencatat sejarah. Bloomingdale dengan percaya diri meramalkan bahwa kartu kredit akhirnya akan “menghapus uang dari muka bumi.”
Langkah Brilian Bank of America: Langkah yang Membuat Kartu Kredit Menjadi Populer
Kapan kartu kredit benar-benar menjadi populer? 1958. Bank of America merilis BankAmericard® di Fresno, California, dan mengubah segalanya.
Bank lain sudah mencoba meluncurkan kartu kredit sebelumnya tetapi menemui hambatan: tidak ada yang mau kartu yang tidak diterima toko, dan toko-toko tidak punya alasan menerima kartu dengan sedikit pengguna. Masalah klasik ayam dan telur.
Bank of America menyelesaikannya dengan brilian. Mereka mengetahui bahwa 45% penduduk Fresno berbank dengan mereka dan mengirimkan kartu kredit ke semua 60.000 secara bersamaan. Tiba-tiba, pedagang memiliki basis pelanggan besar yang siap menggunakan kartu tersebut. Mereka menerimanya. Lebih banyak orang mendaftar. Momentum terbentuk.
BankAmericard® menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki Diners Club: kredit bergulir. Anda tidak harus membayar saldo penuh setiap bulan. Kartu ini menyebar melalui perjanjian lisensi dengan bank lain hingga akhirnya menjadi Visa pada tahun 1976.
Bagaimana Kartu Kredit Menjadi Umum
Persaingan tidak lama muncul. Master Charge diluncurkan pada tahun 1966, kemudian berganti nama menjadi Mastercard, untuk menantang dominasi Bank of America.
Tapi kapan kartu kredit menjadi populer di kalangan konsumen sehari-hari? Tahun 1980-an. Suku bunga turun, pengeluaran meningkat, dan hadiah kartu kredit meledak di pasar. Maskapai penerbangan pertama kali mengaitkan kartu dengan program frequent flyer. Kemudian Discover memperkenalkan cashback, dan tiba-tiba orang menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan uang dengan menghabiskan uang.
Dari situ, semuanya tak terbendung. Kartu kredit berubah dari alat pembayaran niche menjadi metode pembayaran dominan di Amerika. Saat ini, dengan ribuan potensi hadiah perjalanan atau cashback yang tersedia, menggunakan kartu yang tepat hampir menjadi strategi investasi.
Perjalanan dari dompet lupa McNamara hingga kartu berisi hadiah hari ini menunjukkan bagaimana inovasi sering kali berasal dari memecahkan masalah pribadi—kemudian menyadari bahwa semua orang memiliki masalah yang sama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari Dompet yang Terlupakan hingga Dompet Wajib Dimiliki: Perjalanan Bagaimana Kartu Kredit Menjadi Populer
Anda sedang menggesek plastik untuk membayar makan siang tanpa berpikir dua kali. Tapi ada masa ketika kenyamanan ini belum ada. Saat ini, kartu kredit begitu melekat dalam budaya Amerika sehingga lebih dari satu miliar kartu beredar di seluruh negeri. Jadi, kapan kartu kredit menjadi populer, dan bagaimana kita sampai di sini?
Awal yang Bergelombang: Mengapa Tidak Ada yang Menginginkan Kartu Kredit Pertama Kali
Sebelum kartu kredit menguasai pasar, pembelian secara kredit dilakukan dengan cara kuno. Di komunitas pedesaan pada akhir 1800-an dan awal 1900-an, pemilik toko umum mencatat siapa yang berhutang uang kepada mereka. Kota-kota mengikuti, tetapi prosesnya kurang efisien.
Toko-toko mulai mengeluarkan koin tagihan dengan nomor akun, lalu meningkat ke kartu tagihan dari karton. Inovasi nyata datang pada tahun 1928 dengan Charga-Plate—kartu logam yang benar-benar mencetak nama Anda di atasnya. Tapi inilah masalahnya: setiap kartu hanya berlaku di satu toko. Jika Anda ingin berbelanja secara kredit, Anda perlu tumpukan kartu dari berbagai pedagang.
Titik Balik: Ketika Satu Kartu Menguasai Segalanya
Segalanya berubah pada tahun 1950. Legenda mengatakan, Frank McNamara lupa dompetnya saat makan malam. Momen canggung itu memicu ide: bagaimana jika Anda memiliki satu kartu yang bisa digunakan di mana saja?
McNamara meluncurkan Diners Club International bersama mitra Ralph Schneider dan Alfred Bloomingdale. Kartu Diners Club bisa digunakan di 27 restoran—revolusioner saat itu. Tapi tidak sempurna. Anda harus membayar tagihan penuh setiap bulan dengan bunga 7% dan $3 biaya tahunan. Meski begitu, orang-orang menginginkannya.
Ironisnya, McNamara menganggap ini hanya tren sesaat. Dia menjual sahamnya kepada Schneider dan Bloomingdale seharga $200.000 dan menyaksikan dari pinggir lapangan saat Bloomingdale mencatat sejarah. Bloomingdale dengan percaya diri meramalkan bahwa kartu kredit akhirnya akan “menghapus uang dari muka bumi.”
Langkah Brilian Bank of America: Langkah yang Membuat Kartu Kredit Menjadi Populer
Kapan kartu kredit benar-benar menjadi populer? 1958. Bank of America merilis BankAmericard® di Fresno, California, dan mengubah segalanya.
Bank lain sudah mencoba meluncurkan kartu kredit sebelumnya tetapi menemui hambatan: tidak ada yang mau kartu yang tidak diterima toko, dan toko-toko tidak punya alasan menerima kartu dengan sedikit pengguna. Masalah klasik ayam dan telur.
Bank of America menyelesaikannya dengan brilian. Mereka mengetahui bahwa 45% penduduk Fresno berbank dengan mereka dan mengirimkan kartu kredit ke semua 60.000 secara bersamaan. Tiba-tiba, pedagang memiliki basis pelanggan besar yang siap menggunakan kartu tersebut. Mereka menerimanya. Lebih banyak orang mendaftar. Momentum terbentuk.
BankAmericard® menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki Diners Club: kredit bergulir. Anda tidak harus membayar saldo penuh setiap bulan. Kartu ini menyebar melalui perjanjian lisensi dengan bank lain hingga akhirnya menjadi Visa pada tahun 1976.
Bagaimana Kartu Kredit Menjadi Umum
Persaingan tidak lama muncul. Master Charge diluncurkan pada tahun 1966, kemudian berganti nama menjadi Mastercard, untuk menantang dominasi Bank of America.
Tapi kapan kartu kredit menjadi populer di kalangan konsumen sehari-hari? Tahun 1980-an. Suku bunga turun, pengeluaran meningkat, dan hadiah kartu kredit meledak di pasar. Maskapai penerbangan pertama kali mengaitkan kartu dengan program frequent flyer. Kemudian Discover memperkenalkan cashback, dan tiba-tiba orang menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan uang dengan menghabiskan uang.
Dari situ, semuanya tak terbendung. Kartu kredit berubah dari alat pembayaran niche menjadi metode pembayaran dominan di Amerika. Saat ini, dengan ribuan potensi hadiah perjalanan atau cashback yang tersedia, menggunakan kartu yang tepat hampir menjadi strategi investasi.
Perjalanan dari dompet lupa McNamara hingga kartu berisi hadiah hari ini menunjukkan bagaimana inovasi sering kali berasal dari memecahkan masalah pribadi—kemudian menyadari bahwa semua orang memiliki masalah yang sama.