Baht Thailand baru-baru ini mengalami kenaikan yang tajam, dengan nilai tukar terhadap dolar AS menembus 31.089, mencatat rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, dan telah meningkat selama lima hari perdagangan berturut-turut. Di balik kenaikan yang kuat ini, lonjakan aktivitas perdagangan emas menjadi pendorong utama.
Demam Perdagangan Emas Menghangatkan Pasar Valas, Kebijakan Mulai Intervensi
Gubernur Bank Sentral Thailand Vitai Ratanakorn secara tegas menyatakan, “Lonjakan aktivitas perdagangan emas adalah pendorong utama kenaikan besar Baht.” Setelah masyarakat menjual emas, dolar AS yang diperoleh ditukar kembali ke mata uang lokal, aliran devisa ini secara langsung mendorong kenaikan Baht. Peningkatan pasokan devisa dari perdagangan emas menyebabkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan yang jelas terhadap mata uang baru terhadap Baht.
Saat Baht menguat hingga 0.3%, Sekretaris Tetap Kementerian Keuangan Thailand Lavaron Sangsnit menggelar konferensi pers darurat, menyatakan bahwa langkah-langkah akan diambil. Kementerian Keuangan sedang meneliti pengenaan pajak atas perdagangan emas daring, sementara Bank Sentral Thailand juga sedang menyusun skema pembatasan transaksi yang sesuai.
Langkah Pengawasan Bertahap Meningkat, Bank Sentral Menggunakan Berbagai Cara
Perhatian otoritas Thailand terhadap perdagangan emas bukanlah tindakan sementara. Sejak September, Bank Sentral Thailand telah mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Pedagang Emas dan meminta mereka untuk memantau perkembangan pasar secara ketat. Kini, perhatian ini bertransformasi menjadi tindakan konkret.
Bank sentral telah menginstruksikan bank-bank komersial untuk memperkuat pemeriksaan dokumen terkait transaksi penjualan dolar AS oleh pedagang emas. Selain itu, Vitai mengungkapkan bahwa otoritas pengawas sedang mengajukan permohonan otorisasi kepada Kementerian Keuangan agar bank sentral dapat meminta pedagang emas utama untuk melaporkan data transaksi devisa yang lebih rinci, sehingga mendapatkan gambaran pasar yang lebih akurat.
Efek Ganda dari Kenaikan Nilai
Kenaikan kuat Baht tampak menguntungkan, tetapi bagi ekonomi Thailand yang bergantung pada ekspor, ada kekhawatiran tersembunyi. Penguatan mata uang secara langsung akan melemahkan daya saing harga produk di pasar internasional, yang tanpa diragukan lagi akan menambah hambatan bagi pertumbuhan ekonomi yang sudah tertekan. Respon cepat dari kebijakan ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan pasar yang muncul secara alami dan fundamental ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gelombang perdagangan emas mendorong naiknya Baht Thailand Bank Sentral Thailand meluncurkan langkah pengawasan sebagai tanggapan
Baht Thailand baru-baru ini mengalami kenaikan yang tajam, dengan nilai tukar terhadap dolar AS menembus 31.089, mencatat rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, dan telah meningkat selama lima hari perdagangan berturut-turut. Di balik kenaikan yang kuat ini, lonjakan aktivitas perdagangan emas menjadi pendorong utama.
Demam Perdagangan Emas Menghangatkan Pasar Valas, Kebijakan Mulai Intervensi
Gubernur Bank Sentral Thailand Vitai Ratanakorn secara tegas menyatakan, “Lonjakan aktivitas perdagangan emas adalah pendorong utama kenaikan besar Baht.” Setelah masyarakat menjual emas, dolar AS yang diperoleh ditukar kembali ke mata uang lokal, aliran devisa ini secara langsung mendorong kenaikan Baht. Peningkatan pasokan devisa dari perdagangan emas menyebabkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan yang jelas terhadap mata uang baru terhadap Baht.
Saat Baht menguat hingga 0.3%, Sekretaris Tetap Kementerian Keuangan Thailand Lavaron Sangsnit menggelar konferensi pers darurat, menyatakan bahwa langkah-langkah akan diambil. Kementerian Keuangan sedang meneliti pengenaan pajak atas perdagangan emas daring, sementara Bank Sentral Thailand juga sedang menyusun skema pembatasan transaksi yang sesuai.
Langkah Pengawasan Bertahap Meningkat, Bank Sentral Menggunakan Berbagai Cara
Perhatian otoritas Thailand terhadap perdagangan emas bukanlah tindakan sementara. Sejak September, Bank Sentral Thailand telah mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Pedagang Emas dan meminta mereka untuk memantau perkembangan pasar secara ketat. Kini, perhatian ini bertransformasi menjadi tindakan konkret.
Bank sentral telah menginstruksikan bank-bank komersial untuk memperkuat pemeriksaan dokumen terkait transaksi penjualan dolar AS oleh pedagang emas. Selain itu, Vitai mengungkapkan bahwa otoritas pengawas sedang mengajukan permohonan otorisasi kepada Kementerian Keuangan agar bank sentral dapat meminta pedagang emas utama untuk melaporkan data transaksi devisa yang lebih rinci, sehingga mendapatkan gambaran pasar yang lebih akurat.
Efek Ganda dari Kenaikan Nilai
Kenaikan kuat Baht tampak menguntungkan, tetapi bagi ekonomi Thailand yang bergantung pada ekspor, ada kekhawatiran tersembunyi. Penguatan mata uang secara langsung akan melemahkan daya saing harga produk di pasar internasional, yang tanpa diragukan lagi akan menambah hambatan bagi pertumbuhan ekonomi yang sudah tertekan. Respon cepat dari kebijakan ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan pasar yang muncul secara alami dan fundamental ekonomi.