Belakangan ini, muncul berbagai suara yang sangat berbeda mengenai prediksi harga Ripple (XRP). Saat ini, harga XRP sekitar 2,05 dolar AS, dengan kapitalisasi pasar sekitar 124,37 miliar dolar AS. Sebagian pendukung berani meramalkan XRP akan melonjak hingga 1000 dolar AS, sementara analis senior berdasarkan analisis fundamental memperkirakan bahwa batas atas harga seharusnya sekitar 30 dolar AS. Perbedaan besar ini mencerminkan pemahaman yang sangat berbeda tentang posisi masa depan XRP di pasar.
Penilaian Inti dari Franklin Templeton
Seorang analis ETF bernama Nate Geraci mengajukan pertanyaan tajam: dalam asumsi ekonomi yang ada, seberapa besar ruang kenaikan XRP? Untuk menemukan jawabannya, dia berkonsultasi dengan Direktur Riset Aset Digital Franklin Templeton, Christopher Jensen.
Analisis Jensen menghindari prediksi harga yang sederhana, dan beralih dari logika ekonomi. Dia menunjukkan bahwa bahkan jika XRP mencapai kapitalisasi pasar sebesar 1,8 triliun dolar AS seperti Bitcoin saat ini, harga teoritisnya hanya sekitar 30 dolar AS. Logika di balik perhitungan ini adalah: ruang pertumbuhan XRP ditentukan oleh penggunaannya dalam keuangan global, bukan oleh sentimen spekulatif.
Penggunaan dalam Skenario Dunia Nyata Menentukan Nilai Aktual
Jensen menekankan sebuah konsep yang sering diabaikan oleh investor ritel—mekanisme penangkapan nilai. Berbagai blockchain memiliki kemampuan berbeda dalam mengelola aliran nilai. Ketika pengguna mentransfer stablecoin di jaringan Ethereum, Solana, atau Ripple, kontribusi nilai terhadap token asli berbeda-beda. Beberapa jaringan mampu menyerap nilai dari aktivitas ekonomi yang besar, sementara yang lain sangat kecil.
Bagi XRP, variabel kunci bukanlah berapa banyak bank atau perusahaan yang menggunakan perangkat lunak Ripple, melainkan berapa banyak aktivitas ekonomi yang benar-benar tertanam dalam token XRP itu sendiri—dengan kata lain, berapa banyak biaya transaksi, kebutuhan likuiditas, dan aliran modal yang benar-benar mengalir kembali ke jaringan ini.
Persaingan Sengit di Pasar Pembayaran
Pasar pembayaran global adalah salah satu pasar terbesar di dunia kripto, tetapi juga yang paling kompetitif. Solana dan jaringan cepat lainnya telah menguasai sebagian besar pangsa pasar dalam pembayaran. Jika Ripple ingin menjadikan XRP sebagai tulang punggung pembayaran, mereka harus mengukuhkan keunggulan dalam pangsa pasar, tingkat adopsi, dan skenario penyelesaian lintas batas.
Jensen berpendapat bahwa investor perlu menilai: apakah Ripple mampu menjadikan XRP sebagai alat pembayaran internasional pilihan modern? Jika berhasil mengintegrasikan secara sukses ke dalam infrastruktur keuangan global dan menjadi jalur standar untuk aliran dana, potensi kenaikan XRP akan sangat besar. Sebaliknya, jika hanya bersifat formal dan tidak didukung oleh aktivitas ekonomi nyata, kenaikan harga akan terbatas dalam kisaran yang lebih rasional.
Kesimpulan: Jurang Antara Prediksi dan Realitas
Pendukung XRP yang berharap mencapai 1000 dolar tentu optimis, dan prediksi analis sekitar 30 dolar juga memiliki dasar logis. Tetapi yang benar-benar menentukan arah masa depan XRP bukanlah impian spekulan maupun angka estimasi konservatif, melainkan sejauh mana Ripple mampu menembus jaringan pembayaran global dan apakah XRP dapat menjadi infrastruktur penting dalam aliran dana. Semua ini akhirnya akan dibuktikan melalui aplikasi nyata.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Nilai sebenarnya XRP ditentukan oleh aplikasi, dan ekspektasi pasar berkisar dari 30 dolar hingga 1000 dolar dengan perbedaan yang besar
Belakangan ini, muncul berbagai suara yang sangat berbeda mengenai prediksi harga Ripple (XRP). Saat ini, harga XRP sekitar 2,05 dolar AS, dengan kapitalisasi pasar sekitar 124,37 miliar dolar AS. Sebagian pendukung berani meramalkan XRP akan melonjak hingga 1000 dolar AS, sementara analis senior berdasarkan analisis fundamental memperkirakan bahwa batas atas harga seharusnya sekitar 30 dolar AS. Perbedaan besar ini mencerminkan pemahaman yang sangat berbeda tentang posisi masa depan XRP di pasar.
Penilaian Inti dari Franklin Templeton
Seorang analis ETF bernama Nate Geraci mengajukan pertanyaan tajam: dalam asumsi ekonomi yang ada, seberapa besar ruang kenaikan XRP? Untuk menemukan jawabannya, dia berkonsultasi dengan Direktur Riset Aset Digital Franklin Templeton, Christopher Jensen.
Analisis Jensen menghindari prediksi harga yang sederhana, dan beralih dari logika ekonomi. Dia menunjukkan bahwa bahkan jika XRP mencapai kapitalisasi pasar sebesar 1,8 triliun dolar AS seperti Bitcoin saat ini, harga teoritisnya hanya sekitar 30 dolar AS. Logika di balik perhitungan ini adalah: ruang pertumbuhan XRP ditentukan oleh penggunaannya dalam keuangan global, bukan oleh sentimen spekulatif.
Penggunaan dalam Skenario Dunia Nyata Menentukan Nilai Aktual
Jensen menekankan sebuah konsep yang sering diabaikan oleh investor ritel—mekanisme penangkapan nilai. Berbagai blockchain memiliki kemampuan berbeda dalam mengelola aliran nilai. Ketika pengguna mentransfer stablecoin di jaringan Ethereum, Solana, atau Ripple, kontribusi nilai terhadap token asli berbeda-beda. Beberapa jaringan mampu menyerap nilai dari aktivitas ekonomi yang besar, sementara yang lain sangat kecil.
Bagi XRP, variabel kunci bukanlah berapa banyak bank atau perusahaan yang menggunakan perangkat lunak Ripple, melainkan berapa banyak aktivitas ekonomi yang benar-benar tertanam dalam token XRP itu sendiri—dengan kata lain, berapa banyak biaya transaksi, kebutuhan likuiditas, dan aliran modal yang benar-benar mengalir kembali ke jaringan ini.
Persaingan Sengit di Pasar Pembayaran
Pasar pembayaran global adalah salah satu pasar terbesar di dunia kripto, tetapi juga yang paling kompetitif. Solana dan jaringan cepat lainnya telah menguasai sebagian besar pangsa pasar dalam pembayaran. Jika Ripple ingin menjadikan XRP sebagai tulang punggung pembayaran, mereka harus mengukuhkan keunggulan dalam pangsa pasar, tingkat adopsi, dan skenario penyelesaian lintas batas.
Jensen berpendapat bahwa investor perlu menilai: apakah Ripple mampu menjadikan XRP sebagai alat pembayaran internasional pilihan modern? Jika berhasil mengintegrasikan secara sukses ke dalam infrastruktur keuangan global dan menjadi jalur standar untuk aliran dana, potensi kenaikan XRP akan sangat besar. Sebaliknya, jika hanya bersifat formal dan tidak didukung oleh aktivitas ekonomi nyata, kenaikan harga akan terbatas dalam kisaran yang lebih rasional.
Kesimpulan: Jurang Antara Prediksi dan Realitas
Pendukung XRP yang berharap mencapai 1000 dolar tentu optimis, dan prediksi analis sekitar 30 dolar juga memiliki dasar logis. Tetapi yang benar-benar menentukan arah masa depan XRP bukanlah impian spekulan maupun angka estimasi konservatif, melainkan sejauh mana Ripple mampu menembus jaringan pembayaran global dan apakah XRP dapat menjadi infrastruktur penting dalam aliran dana. Semua ini akhirnya akan dibuktikan melalui aplikasi nyata.