Pasar cryptocurrency menghadapi tantangan minggu ini saat Bitcoin berjuang dengan momentum setelah data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan. Selama sesi perdagangan AS hari Kamis, BTC awalnya naik menuju level 89.000 sebelum kembali stabil di sekitar 86.000 karena tekanan jual meningkat.
Sementara itu, saham memperpanjang reli mereka, semakin memperlebar kesenjangan kinerja antara pasar tradisional dan aset digital di tahun 2025. Divergensi ini menimbulkan pertanyaan penting tentang dinamika pasar dan sentimen investor menjelang tahun baru.
Konteks Pasar: Mengapa Divergensi?
Rilis data CPI berfungsi sebagai katalis, namun menghasilkan reaksi yang berbeda di berbagai kelas aset. Sementara pembacaan inflasi yang lebih lembut biasanya mendukung baik saham maupun crypto, pasar saham memanfaatkan perkembangan ini dengan lebih efektif. Ketidakmampuan Bitcoin untuk mempertahankan lonjakan di $89.000 menyoroti tantangan yang semakin meningkat dalam mempertahankan momentum kenaikan.
Level 86.000 muncul sebagai titik dukungan utama, mencerminkan pertarungan sengit antara trader bullish dan bearish. Pola konsolidasi ini mencerminkan kondisi pasar yang lebih luas di mana aset berisiko bersaing untuk modal investor.
Melihat ke Depan
Kinerja luar biasa pasar saham yang terus berlanjut di tahun 2025 menunjukkan bahwa modal institusional mungkin lebih memilih saham tradisional daripada cryptocurrency. Penurunan Bitcoin ke $86.000, meskipun tidak katastrofik, menandakan bahwa jalan menuju rekor tertinggi baru membutuhkan katalis yang lebih kuat dan sentimen pasar yang lebih baik. Trader yang memantau ruang ini harus memperhatikan apakah $86.000 bertahan sebagai dukungan atau menandakan konsolidasi lebih lanjut di depan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kinerja Lebih Baik Pasar Saham 2025 Berlanjut saat Bitcoin Mundur ke $86.000
Pasar cryptocurrency menghadapi tantangan minggu ini saat Bitcoin berjuang dengan momentum setelah data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan. Selama sesi perdagangan AS hari Kamis, BTC awalnya naik menuju level 89.000 sebelum kembali stabil di sekitar 86.000 karena tekanan jual meningkat.
Sementara itu, saham memperpanjang reli mereka, semakin memperlebar kesenjangan kinerja antara pasar tradisional dan aset digital di tahun 2025. Divergensi ini menimbulkan pertanyaan penting tentang dinamika pasar dan sentimen investor menjelang tahun baru.
Konteks Pasar: Mengapa Divergensi?
Rilis data CPI berfungsi sebagai katalis, namun menghasilkan reaksi yang berbeda di berbagai kelas aset. Sementara pembacaan inflasi yang lebih lembut biasanya mendukung baik saham maupun crypto, pasar saham memanfaatkan perkembangan ini dengan lebih efektif. Ketidakmampuan Bitcoin untuk mempertahankan lonjakan di $89.000 menyoroti tantangan yang semakin meningkat dalam mempertahankan momentum kenaikan.
Level 86.000 muncul sebagai titik dukungan utama, mencerminkan pertarungan sengit antara trader bullish dan bearish. Pola konsolidasi ini mencerminkan kondisi pasar yang lebih luas di mana aset berisiko bersaing untuk modal investor.
Melihat ke Depan
Kinerja luar biasa pasar saham yang terus berlanjut di tahun 2025 menunjukkan bahwa modal institusional mungkin lebih memilih saham tradisional daripada cryptocurrency. Penurunan Bitcoin ke $86.000, meskipun tidak katastrofik, menandakan bahwa jalan menuju rekor tertinggi baru membutuhkan katalis yang lebih kuat dan sentimen pasar yang lebih baik. Trader yang memantau ruang ini harus memperhatikan apakah $86.000 bertahan sebagai dukungan atau menandakan konsolidasi lebih lanjut di depan.