Pasar logam mulia menunjukkan performa yang cerah tahun ini, dengan emas dan perak baru-baru ini mencapai rekor tertinggi, menarik banyak aliran dana masuk. Sebaliknya, yang dikenal sebagai “emas digital”, Bitcoin, menunjukkan performa yang lemah tahun ini, berdasarkan data terbaru, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 4,20% dalam satu tahun terakhir, Ethereum bahkan turun sebesar 5,26%, seluruh pasar cryptocurrency diselimuti suasana pesimis.
Aset lindung nilai tradisional tetap unggul, aset digital malah goyah
Emas naik hampir 70% pada tahun 2025, menunjukkan daya tarik kuat dari aset lindung nilai tradisional, sementara pasar cryptocurrency mengalami penyesuaian berkelanjutan. Kontras ini mulai menggoyahkan kepercayaan investor, yang turut menyebabkan harga saham perusahaan manajemen aset kripto merosot tajam. Para profesional industri mulai merenungkan, apakah cryptocurrency yang pernah diharapkan sebagai aset revolusioner benar-benar memiliki dasar sebagai investasi jangka panjang.
Ahli ubah pandangan: beralih ke emas mungkin adalah langkah bijak
Pendiri perusahaan penasihat investasi Navellier Associates, Louis Navellier, baru-baru ini menyatakan bahwa menghadapi kenaikan harga emas yang kuat dan kelemahan berkelanjutan dari cryptocurrency, investor harus mempertimbangkan penyesuaian strategi. Ia menekankan bahwa emas didukung oleh bank sentral, volatilitasnya relatif moderat, dan likuiditasnya cukup, sedangkan performa cryptocurrency mengecewakan.
Sementara itu, investor terkenal Peter Schiff juga mengemukakan pendapat di media sosial, mengajukan pertanyaan tajam: jika Bitcoin tidak mampu mengikuti kenaikan saham teknologi, dan juga berhenti naik saat emas dan perak melonjak tajam, kapan sebenarnya nilainya akan benar-benar meningkat? Keraguan ini mencerminkan keraguan mendalam pasar terhadap masa depan cryptocurrency.
Pemikiran baru dalam alokasi aset
Kenaikan besar emas menyoroti ketahanan aset lindung nilai tradisional, sementara performa Bitcoin dan Ethereum membuat banyak pengikut merasa kecewa. Perbedaan performa pasar ini mungkin akan mendorong investor untuk meninjau kembali strategi alokasi aset mereka, dan saat mempertimbangkan eksposur ke cryptocurrency, mereka akan lebih berhati-hati dalam menilai risiko dan imbal hasilnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketika emas menunjukkan kekuatan yang mencolok, kepercayaan investor Bitcoin menghadapi ujian
Pasar logam mulia menunjukkan performa yang cerah tahun ini, dengan emas dan perak baru-baru ini mencapai rekor tertinggi, menarik banyak aliran dana masuk. Sebaliknya, yang dikenal sebagai “emas digital”, Bitcoin, menunjukkan performa yang lemah tahun ini, berdasarkan data terbaru, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 4,20% dalam satu tahun terakhir, Ethereum bahkan turun sebesar 5,26%, seluruh pasar cryptocurrency diselimuti suasana pesimis.
Aset lindung nilai tradisional tetap unggul, aset digital malah goyah
Emas naik hampir 70% pada tahun 2025, menunjukkan daya tarik kuat dari aset lindung nilai tradisional, sementara pasar cryptocurrency mengalami penyesuaian berkelanjutan. Kontras ini mulai menggoyahkan kepercayaan investor, yang turut menyebabkan harga saham perusahaan manajemen aset kripto merosot tajam. Para profesional industri mulai merenungkan, apakah cryptocurrency yang pernah diharapkan sebagai aset revolusioner benar-benar memiliki dasar sebagai investasi jangka panjang.
Ahli ubah pandangan: beralih ke emas mungkin adalah langkah bijak
Pendiri perusahaan penasihat investasi Navellier Associates, Louis Navellier, baru-baru ini menyatakan bahwa menghadapi kenaikan harga emas yang kuat dan kelemahan berkelanjutan dari cryptocurrency, investor harus mempertimbangkan penyesuaian strategi. Ia menekankan bahwa emas didukung oleh bank sentral, volatilitasnya relatif moderat, dan likuiditasnya cukup, sedangkan performa cryptocurrency mengecewakan.
Sementara itu, investor terkenal Peter Schiff juga mengemukakan pendapat di media sosial, mengajukan pertanyaan tajam: jika Bitcoin tidak mampu mengikuti kenaikan saham teknologi, dan juga berhenti naik saat emas dan perak melonjak tajam, kapan sebenarnya nilainya akan benar-benar meningkat? Keraguan ini mencerminkan keraguan mendalam pasar terhadap masa depan cryptocurrency.
Pemikiran baru dalam alokasi aset
Kenaikan besar emas menyoroti ketahanan aset lindung nilai tradisional, sementara performa Bitcoin dan Ethereum membuat banyak pengikut merasa kecewa. Perbedaan performa pasar ini mungkin akan mendorong investor untuk meninjau kembali strategi alokasi aset mereka, dan saat mempertimbangkan eksposur ke cryptocurrency, mereka akan lebih berhati-hati dalam menilai risiko dan imbal hasilnya.