Seorang investor terkenal baru-baru ini mengemukakan spekulasi berani di sebuah podcast: perusahaan eksplorasi luar angkasa tidak akan memilih jalur IPO tradisional, melainkan kemungkinan besar akan melakukan merger terbalik dengan raksasa kendaraan listrik dan go public.
Logikanya adalah seperti ini——
Pemimpin tidak perlu mengikuti jalur konvensional. Daripada menghabiskan waktu menjalani proses IPO biasa, lebih baik melakukan merger terbalik. Keuntungan dari langkah ini jelas: dapat menggabungkan dua aset inti ke dalam satu lembar saham, memperkuat hak suara dan kendali lebih jauh. Singkatnya, mengintegrasikan kerajaan bisnis menjadi satu entitas yang lebih besar dan memiliki kekuatan bicara yang lebih besar.
Pernyataan ini memicu banyak perdebatan di kalangan investor. Meskipun jalur merger terbalik cepat dan efisien, risiko dan tingkat kompleksitasnya tidak boleh diabaikan—meliputi penilaian aset, hak pemegang saham, reaksi pasar, dan berbagai masalah lainnya.
Jika penggabungan ini benar-benar terjadi, bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham raksasa kendaraan listrik tersebut? Apakah ini kabar baik atau buruk? Bagaimana pasar modal akan menanggapi? Semua ini adalah pertanyaan yang layak dipikirkan.
Menurut Anda? Di antara kedua jalur listing ini, mana yang lebih realistis? Jika benar-benar melakukan merger terbalik, bagaimana prediksi prospek harga sahamnya?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidationWatcher
· 4jam yang lalu
Akuisisi terbalik terdengar selalu sangat menarik, tetapi kenyataannya hampir selalu menjadi mimpi buruk. Apakah para pemegang saham itu bisa menyetujui?
Lihat AsliBalas0
token_therapist
· 01-12 22:54
Kembali lagi dengan cerita "Orang Pintar Menemukan Cara Baru", singkatnya hanya trik untuk mengakali SEC saja
Lihat AsliBalas0
DeFiDoctor
· 01-12 13:48
Catatan pemeriksaan menunjukkan bahwa rencana penggabungan ini menunjukkan performa klinis yang mengkhawatirkan. Penggabungan terbalik terlihat cepat, tetapi penilaian aset sama sekali tidak ada yang benar-benar bisa mengendalikannya, konflik hak pemegang saham akan menjadi bom waktu.
Disarankan untuk secara berkala memeriksa indikator likuiditas, begitu dua perusahaan digabungkan dan muncul gejala aliran dana keluar, penurunan harga saham akan jauh lebih buruk daripada IPO tradisional. Ini bukanlah kabar baik, paling tidak hanyalah penundaan ledakan komplikasi risiko.
Lihat AsliBalas0
DeepRabbitHole
· 01-12 13:47
Kembali lagi dengan drama istana, penggabungan terbalik terdengar canggih, tapi sebenarnya tetap permainan kekuasaan
Lihat AsliBalas0
MetaverseMortgage
· 01-12 13:31
Ini lagi-lagi tentang ungkapan "pemimpin tidak mengikuti jalur konvensional", terdengar sangat sesuai dengan gaya saudara ini haha
Murni ingin menghindari pengawasan SEC, akuisisi terbalik terdengar glamor tetapi sebenarnya lebih banyak jebakannya
Seorang investor terkenal baru-baru ini mengemukakan spekulasi berani di sebuah podcast: perusahaan eksplorasi luar angkasa tidak akan memilih jalur IPO tradisional, melainkan kemungkinan besar akan melakukan merger terbalik dengan raksasa kendaraan listrik dan go public.
Logikanya adalah seperti ini——
Pemimpin tidak perlu mengikuti jalur konvensional. Daripada menghabiskan waktu menjalani proses IPO biasa, lebih baik melakukan merger terbalik. Keuntungan dari langkah ini jelas: dapat menggabungkan dua aset inti ke dalam satu lembar saham, memperkuat hak suara dan kendali lebih jauh. Singkatnya, mengintegrasikan kerajaan bisnis menjadi satu entitas yang lebih besar dan memiliki kekuatan bicara yang lebih besar.
Pernyataan ini memicu banyak perdebatan di kalangan investor. Meskipun jalur merger terbalik cepat dan efisien, risiko dan tingkat kompleksitasnya tidak boleh diabaikan—meliputi penilaian aset, hak pemegang saham, reaksi pasar, dan berbagai masalah lainnya.
Jika penggabungan ini benar-benar terjadi, bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham raksasa kendaraan listrik tersebut? Apakah ini kabar baik atau buruk? Bagaimana pasar modal akan menanggapi? Semua ini adalah pertanyaan yang layak dipikirkan.
Menurut Anda? Di antara kedua jalur listing ini, mana yang lebih realistis? Jika benar-benar melakukan merger terbalik, bagaimana prediksi prospek harga sahamnya?