Mengapa Bitcoin Tertinggal di Belakang Logam Mulia Sementara Perak Mencapai Rekor Tertinggi—Memahami Makna ATH di Pasar Saat Ini

Ketika kita berbicara tentang ATH di pasar keuangan, kita merujuk pada all-time high—harga tertinggi yang pernah dicapai oleh suatu aset. Memahami arti ATH sangat penting bagi investor, terutama saat menyaksikan kontras mencolok antara aset tradisional dan cryptocurrency tahun ini.

Perak baru saja memecahkan ekspektasi dengan naik ke $75,34 pada 26 Desember 2025, menandai kinerja terkuatnya sebagai aset yang dapat diperdagangkan. Lonjakan sebesar 142% sejak awal tahun ini menempatkan Perak sebagai salah satu bintang paling cerah di pasar global tahun 2025. Namun dalam periode yang sama, Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tahunan sebesar -4,01%, saat ini berkisar di sekitar $90,79K—celah kinerja ini menimbulkan pertanyaan penting tentang alokasi aset dan sentimen pasar.

Fenomena Logam Mulia: Konvergensi Bersejarah

Kenaikan harga logam mulia tidak hanya terjadi pada Perak. Emas mencapai ATH sebesar $4.530,60, sementara Platinum juga mencapai puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya di $2.413,62. Terobosan yang terkoordinasi ini di tiga logam mulia utama bukanlah kebetulan—ini mencerminkan perubahan fundamental dalam persepsi risiko investor di akhir 2025.

Kenaikan Perak sangat dramatis. Berdasarkan kapitalisasi pasar, logam ini kini menempati posisi aset terbesar ketiga di dunia sebesar $4,225 triliun, melampaui Apple ($4,063 triliun) dan Google ($3,810 triliun). Perubahan peringkat aset global ini menegaskan daya tarik luar biasa Perak dibandingkan saham teknologi dan tentu saja dibandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar $1.813,52 miliar.

Tiga Kekuatan yang Mengubah Aliran Investasi

Beberapa katalis yang saling terkait mendorong rotasi ini menuju aset nyata. Pertama, volatilitas geopolitik dan ketidakpastian perdagangan telah membangkitkan kembali minat investor terhadap aset safe-haven. Ketika kondisi makro memburuk, logam mulia secara historis menarik posisi defensif—pola ini kembali terlihat.

Kedua, trajektori suku bunga Federal Reserve sangat berpengaruh. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan pendapatan seperti Perak dan Emas. Dengan ekspektasi pemotongan suku bunga berlanjut hingga 2026, kelemahan relatif dolar menjadi angin sakal lain bagi komoditas yang dihargai.

Ketiga, dinamika penawaran dan permintaan mendukung apresiasi harga. Permintaan industri untuk Perak dari semikonduktor, panel surya, dan pembuatan kendaraan listrik tetap kuat, sementara pasokan baru kesulitan mengikuti. Platinum juga mendapatkan manfaat dari permintaan katalisator dalam produksi otomotif. Skema kekurangan struktural ini mendukung valuasi yang tinggi.

Dilema Bitcoin: Mengapa Aset Digital Underperform

Bitcoin, yang lama diposisikan sebagai “emas digital,” menyajikan studi kasus terbalik. Meski narasi adopsi institusional dan ketidakpastian makro biasanya mendukung sentimen risiko-tinggi, BTC justru memberikan hasil negatif. Saat ini di $90,79K dengan kinerja tahunan -4,01%, Bitcoin menempati posisi kedelapan di antara aset global berdasarkan kapitalisasi pasar.

Kinerja buruk cryptocurrency ini mengungkapkan sesuatu yang penting: ketika tekanan ekonomi nyata dan ketidakpastian geopolitik meningkat, arus modal cenderung mengalir ke safe haven yang terbukti dan nyata daripada alternatif digital yang baru muncul. Ini tidak secara langsung memprediksi trajektori jangka panjang Bitcoin, tetapi menyoroti bahwa logam mulia tradisional tetap mempertahankan posisi defensifnya di masa yang tidak pasti.

Apa Selanjutnya untuk Pasar Aset?

Perbedaan yang melebar antara kinerja luar biasa logam mulia dan underperformance Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen risiko-tinggi tetap dominan. Secara historis, kondisi seperti ini akhirnya berbalik—posisi defensif tradisional secara bertahap kehilangan daya tarik saat kejelasan kembali dan minat terhadap pertumbuhan muncul kembali. Ketika titik balik itu tiba, modal spekulatif yang saat ini berlindung di Perak, Emas, dan Platinum mungkin mencari imbal hasil yang lebih tinggi di tempat lain.

Untuk saat ini, arti ATH di pasar ini membawa implikasi yang berbeda: bagi logam mulia, ini menandakan permintaan safe-haven yang berkelanjutan; bagi Bitcoin, ini menggambarkan bagaimana aset yang bahkan transformatif pun dapat underperform ketika kondisi makro mendukung lindung nilai konvensional.

BTC4,65%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)