Banyak orang pernah berkata kepada saya: "Saya bukan tidak paham aturan, hanya saja tidak mampu melakukannya." Jujur saja, kalimat ini sangat akrab di telinga saya.
Karena saya sendiri juga pernah mengalami siksaan seperti itu—sebelum pasar buka seperti analis yang tenang, saat pasar berlangsung berubah menjadi penjudi, dan setelahnya menjadi filsuf yang merenungkan hidup. Sistem sudah dibuat dengan jelas, aturan sudah ditempel di depan layar, tapi saat posisi krusial, tangan mulai gemetar. Bukan karena tidak mengerti, tapi saat emosi mulai naik, seluruh diri berubah.
Kata-kata Livermore yang saya baca berulang kali selama bertahun-tahun: "Keputusan keberhasilan atau kegagalan trading bukanlah seberapa akurat penilaianmu, melainkan apakah saat eksekusi kamu mampu mengendalikan emosi." Kedengarannya sederhana, tapi saat dilakukan hampir mustahil.
Kamu pikir kamu kalah karena analisis teknikal? Salah. Penyebab sebenarnya adalah: saat melihat keuntungan floating di akun, mulai berkhayal; saat melihat drawdown, meragukan diri sendiri dan membuat cerita-cerita ngawur; saat melihat peluang, buru-buru melakukan operasi yang sembrono. Tempat paling kejam di pasar adalah di sini—pasar tidak menghukum ketidaktahuanmu, tapi akan terus-menerus menindas mereka yang "mengerti tapi tidak mampu melakukannya."
Tiga kebenaran yang saya berikan padamu:
**Pertama, aturan hanya berlaku sebelum pasar dibuka.** Setelah pasar mulai, jangan lagi "berpikir tentang hidup," langsung eksekusi saja.
**Kedua, saat emosi datang, harus menekan posisi lebih ringan dari yang sebenarnya ingin kamu ambil.** Beri diri sendiri jalan keluar.
**Ketiga, sistem yang mampu konsisten menjalankan trading, selalu lebih berharga daripada sistem yang sempurna tapi tidak mampu dieksekusi.** Ini bukan kompromi, ini kenyataan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ForumLurker
· 01-13 02:26
Analisis tenang sebelum pasar, penjudi saat pasar berlangsung, filsuf setelah pasar tutup, aku benar-benar orang yang sangat bipolar.
---
Benar sekali, gemetar saat itu membuat semua sistem sia-sia.
---
Mengerti bahwa tidak bisa melakukan ini benar-benar membuat gila, setiap kali selalu menipu diri sendiri bahwa kali ini berbeda.
---
Keuntungan sementara bermimpi, drawdown dalam hati, inilah hidup trading saya haha.
---
Aturan hanya berlaku sebelum pasar, kalimat ini menyentuh hati saya.
---
Sistem sempurna yang tidak bisa dieksekusi memang lebih baik daripada sistem buruk yang tetap memesan, saya terima kenyataan ini.
---
Siapa yang bisa tetap tenang saat emosi meledak, dia yang menang, sesederhana dan sekejam itu.
---
Saya harus coba strategi menekan posisi secara ringan, memberi diri lebih banyak ruang untuk melakukan kesalahan.
Lihat AsliBalas0
SignatureDenied
· 01-11 22:04
Analis sebelum pasar, penjudi selama pasar, filsuf setelah pasar, ketiganya ini sangat menyentuh hati saya haha
Hmm sebenarnya seperti itu, aturan yang ditulis dengan sempurna pun tidak berguna, yang penting tetap harus mampu bertahan. Saya sekarang sengaja mengurangi posisi, memberi ruang bagi diri sendiri, kalau tidak satu gelombang koreksi saja semua akan berantakan
Benar sekali, sistem yang buruk tetapi bisa dilaksanakan memang jauh lebih baik seratus kali lipat daripada sistem yang sempurna tapi tidak bisa dilaksanakan. Uang yang kita rugi dalam trading, tidak pernah rugi karena ketidaktahuan
Lihat AsliBalas0
DeFiChef
· 01-11 05:03
Sebelum pasar dibuka, Konfusi penjudi di pasar, benar-benar luar biasa. Saya selalu seperti ini, aturan saya hafal lebih dari siapa pun, tangan saya gemetar dan semuanya berakhir.
Lihat AsliBalas0
NFTDreamer
· 01-10 02:59
Penasihat rasional sebelum pasar, penjudi selama pasar, filsuf setelah pasar. Sangat nyata, saudara.
---
Saat tangan bergetar, semuanya selesai, tidak ada yang bisa diselamatkan.
---
Jadi, sistem sempurna itu omong kosong, menjalankan dengan hidup adalah jalan utama.
---
Mimpi keuntungan sementara, membuat cerita tentang penarikan, pasar benar-benar hanya mempermainkan orang yang paham.
---
Saran untuk mengurangi posisi setengahnya benar-benar luar biasa, memberi diri sendiri jalan keluar adalah memberi diri sendiri jalan hidup.
---
Aturan yang tidak bisa dilaksanakan pun sia-sia di depan layar, jangan bohongi diri sendiri.
---
Akhirnya yang dipertaruhkan adalah siapa yang bisa menjaga kepribadian tetap utuh saat ledakan terjadi, haha agak sakit mental.
---
Livermore benar, tapi inilah mengapa kebanyakan orang akhirnya tetap merugi.
Lihat AsliBalas0
CafeMinor
· 01-10 02:58
Perasaan ini, aku sudah mengalami terlalu banyak kerugian baru aku mengerti, ucapannya sangat jujur
Lihat AsliBalas0
All-InQueen
· 01-10 02:58
Dalam satu detik selama perdagangan, akun bernilai dua puluh ribu rupiah. Ini benar-benar bukan bercanda
Lihat AsliBalas0
WhaleMinion
· 01-10 02:58
Menjadi penjudi saat pasar sedang bergerak ini sangat menyentuh hati, selalu seperti ini...
Lihat AsliBalas0
Layer2Arbitrageur
· 01-10 02:55
LMAO, alasan "tahu aturan tapi tidak bisa mengeksekusi" hanyalah pembenaran. Jujur? Jika kamu tidak bisa mengikuti sistemmu sendiri saat penting, sistemmu sebenarnya bukanlah sebuah sistem—hanya sekadar harapan palsu yang dibalut langkah tambahan. Arbitrase nyata bukan di grafik, tapi di siapa yang tidak panik dan melikuidasi diri mereka sendiri.
Banyak orang pernah berkata kepada saya: "Saya bukan tidak paham aturan, hanya saja tidak mampu melakukannya." Jujur saja, kalimat ini sangat akrab di telinga saya.
Karena saya sendiri juga pernah mengalami siksaan seperti itu—sebelum pasar buka seperti analis yang tenang, saat pasar berlangsung berubah menjadi penjudi, dan setelahnya menjadi filsuf yang merenungkan hidup. Sistem sudah dibuat dengan jelas, aturan sudah ditempel di depan layar, tapi saat posisi krusial, tangan mulai gemetar. Bukan karena tidak mengerti, tapi saat emosi mulai naik, seluruh diri berubah.
Kata-kata Livermore yang saya baca berulang kali selama bertahun-tahun: "Keputusan keberhasilan atau kegagalan trading bukanlah seberapa akurat penilaianmu, melainkan apakah saat eksekusi kamu mampu mengendalikan emosi." Kedengarannya sederhana, tapi saat dilakukan hampir mustahil.
Kamu pikir kamu kalah karena analisis teknikal? Salah. Penyebab sebenarnya adalah: saat melihat keuntungan floating di akun, mulai berkhayal; saat melihat drawdown, meragukan diri sendiri dan membuat cerita-cerita ngawur; saat melihat peluang, buru-buru melakukan operasi yang sembrono. Tempat paling kejam di pasar adalah di sini—pasar tidak menghukum ketidaktahuanmu, tapi akan terus-menerus menindas mereka yang "mengerti tapi tidak mampu melakukannya."
Tiga kebenaran yang saya berikan padamu:
**Pertama, aturan hanya berlaku sebelum pasar dibuka.** Setelah pasar mulai, jangan lagi "berpikir tentang hidup," langsung eksekusi saja.
**Kedua, saat emosi datang, harus menekan posisi lebih ringan dari yang sebenarnya ingin kamu ambil.** Beri diri sendiri jalan keluar.
**Ketiga, sistem yang mampu konsisten menjalankan trading, selalu lebih berharga daripada sistem yang sempurna tapi tidak mampu dieksekusi.** Ini bukan kompromi, ini kenyataan.