Berikut adalah terjemahan ke dalam bahasa Indonesia:
Keuntungan yang diperoleh dari cryptocurrency, seberapa besar pajak yang timbul, dan kapan saatnya dikenakan pajak, tidak sedikit investor yang memahami hal ini secara tepat. Artikel ini akan menjelaskan secara sistematis, berdasarkan sistem perpajakan terbaru tahun 2025, mulai dari mekanisme penting dalam perpajakan investasi cryptocurrency, hingga persyaratan yang mudah terlewat saat pelaporan.
Bitcoin, Ethereum, dan cryptocurrency lainnya secara hukum didefinisikan sebagai aset kripto dalam “Undang-Undang Penyelesaian Keuangan” di Jepang. Keuntungan dari transaksi ini memiliki karakteristik utama yang berbeda dari saham maupun reksa dana, karena sistem perpajakan yang berlaku berbeda.
Penerapan Pajak Gabungan dan Potensi Tarif Pajak Tinggi
Keuntungan dari jual beli cryptocurrency diklasifikasikan sebagai “penghasilan miscellaneous” dan dikenakan sistem pajak gabungan yang menggabungkan dengan penghasilan dari gaji. Ini berbeda jauh dengan pajak terpisah atas dividen dan keuntungan dari penjualan saham (tarif tetap 20,315%).
Dalam investasi cryptocurrency, pajak penghasilan berkisar dari 5% hingga 45% tergantung jumlah penghasilan, dan jika termasuk pajak penduduk, tarif tertinggi bisa mencapai sekitar 55%. Terutama bagi penghasilan tinggi, beban pajak yang tidak terduga bisa sangat berat, sehingga penting untuk mempertimbangkan tarif pajak sejak tahap perencanaan investasi.
Karakteristik Penghasilan Miscellaneous dan Penggabungan dengan Penghasilan Gaji
Karena penghasilan dari transaksi cryptocurrency diklasifikasikan sebagai penghasilan miscellaneous, ini tidak hanya berarti tarif pajaknya tinggi, tetapi juga akan digabungkan dengan penghasilan dari gaji dan penghasilan sampingan lainnya. Jika penghasilan dari pekerjaan utama tinggi, keuntungan dari cryptocurrency bisa dikenai tarif pajak yang lebih tinggi.
Selain jumlah keuntungan tahunan, penting juga untuk memahami total penghasilan saat itu dan situasi perpajakan secara keseluruhan, karena hal ini berpengaruh terhadap pengelolaan aset secara efisien.
Pengawasan Ketat dari Otoritas Pajak dan Risiko Tidak Melaporkan
Kantor Pajak Nasional semakin memperketat pengawasan terhadap transaksi cryptocurrency dan meningkatkan pemeriksaan terhadap bursa-bursa. Jika terbukti tidak melaporkan, selain dikenai denda tidak melaporkan (15-20%), akan dikenakan bunga keterlambatan.
Jika dianggap sangat serius, bisa dikenai penalti tambahan sebesar 40%. Pelaporan yang tepat bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab dasar sebagai investor.
4 Pola Waktu Terjadinya Pajak yang Sebenarnya
Meskipun secara umum dipahami bahwa “hanya memegang cryptocurrency tidak akan dikenai pajak”, kenyataannya ada banyak situasi di mana pajak dikenakan tanpa harus menukarkan ke yen. Memahami poin-poin perpajakan ini adalah dasar pengelolaan pajak yang penting.
Saat Penukaran ke Yen atau Mata Uang Asing
Contoh paling sederhana adalah saat menukar cryptocurrency ke mata uang fiat. Jika membeli Bitcoin seharga 500.000 yen dan menjualnya seharga 800.000 yen, selisih 300.000 yen akan menjadi keuntungan yang dikenai pajak.
Yang penting di sini adalah keuntungan unrealized (belum dijual) dari kenaikan nilai selama periode tertentu tidak dikenai pajak. Karena waktu penjualan bisa dipilih secara strategis, ada ruang untuk perencanaan pajak.
Penggunaan Cryptocurrency untuk Pembelian Barang/Jasa
Jika cryptocurrency digunakan langsung untuk membeli barang atau jasa, ini juga merupakan kejadian kena pajak. Perhitungan keuntungan dilakukan berdasarkan selisih antara harga perolehan saat pembelian dan nilai pasar saat pembayaran.
Misalnya, membeli barang senilai 50.000 yen dengan cryptocurrency yang nilainya naik menjadi 100.000 yen, maka dianggap ada keuntungan 50.000 yen yang dikenai pajak. Bahkan tanpa harus menukarkan ke yen, kejadian ini tetap dikenai pajak.
Penukaran antar Mata Uang Kripto
Pertukaran dari Bitcoin ke Ethereum, atau ke cryptocurrency lain, juga merupakan kejadian kena pajak. Bahkan jika dilakukan di dalam bursa, nilai tukar saat transaksi akan dihitung berdasarkan harga pasar saat itu dan dikonversi ke yen.
Contohnya, jika membeli Bitcoin seharga 400.000 yen dan kemudian menukarnya ke Ethereum saat nilainya naik menjadi 600.000 yen, keuntungan 200.000 yen akan dikenai pajak. Jika sering melakukan pertukaran antar mata uang, kemungkinan muncul banyak event kena pajak yang harus diperhatikan.
Imbalan dari Mining dan Staking
Imbalan dari mining atau staking juga merupakan penghasilan yang dikenai pajak. Pada saat memperoleh imbalan, nilai pasar saat itu menjadi dasar perhitungan penghasilan.
Misalnya, menerima 1 Ethereum (nilai saat itu sekitar 300.000 yen) sebagai imbalan mining, maka nilai pasar 300.000 yen menjadi dasar. Jika kemudian menjual Ethereum tersebut, selisih antara harga jual dan nilai saat penerimaan akan dikenai pajak, membentuk sistem pajak dua tingkat.
Persyaratan Pelaporan dan Cara Menghitung Keuntungan
Tidak semua investor cryptocurrency wajib melakukan pelaporan tahunan, tetapi memahami persyaratan pelaporan secara tepat sangat penting untuk menghindari risiko perpajakan. Selain itu, pilihan metode perhitungan keuntungan juga terbatas dan mempengaruhi beban pajak.
Kriteria Pelaporan untuk Karyawan
Jika karyawan memperoleh keuntungan dari penghasilan miscellaneous termasuk cryptocurrency lebih dari 200.000 yen dalam setahun, wajib melaporkan. Keuntungan yang dimaksud adalah laba bersih setelah dikurangi biaya, bukan total transaksi.
Jika total penghasilan dari pekerjaan sampingan dan penghasilan miscellaneous lainnya melebihi 200.000 yen, seluruhnya harus digabungkan untuk penilaian.
Penghasilan Gaji dari Beberapa Perusahaan dan Pengurangan Tanggungan
Jika menerima gaji dari beberapa perusahaan atau penghasilan gaji melebihi 20 juta yen, bahkan keuntungan kecil dari cryptocurrency harus dilaporkan.
Perhatian khusus diperlukan jika ada tanggungan seperti pasangan atau pelajar. Jika penghasilan tahunan melebihi 480.000 yen (per 2025), bisa kehilangan status tanggungan, yang akan meningkatkan beban pajak keluarga secara keseluruhan. Jika berada di batas tanggungan, disarankan untuk merencanakan transaksi tahunan secara hati-hati.
Karakteristik Metode Rata-rata Bergerak dan Rata-rata Total
Dalam menghitung biaya perolehan cryptocurrency, ada dua metode: “metode rata-rata bergerak” dan “metode rata-rata total”.
Metode rata-rata bergerak menghitung ulang biaya rata-rata setiap kali membeli, sehingga bisa memantau keuntungan secara real-time. Sedangkan metode rata-rata total mengakumulasi semua pembelian dalam satu tahun dan menghitung rata-rata tahunan, relatif lebih sederhana.
Pilihan metode harus digunakan secara konsisten, dan saat pelaporan pertama, harus mengajukan “Formulir Pemberitahuan Metode Penilaian Aset Kripto” ke kantor pajak. Pemilihan metode harus mempertimbangkan frekuensi transaksi dan kemudahan pencatatan.
Pembatasan Khusus dalam Sistem Perpajakan Cryptocurrency
Peraturan perpajakan cryptocurrency berbeda secara signifikan dari saham dan instrumen keuangan lain. Memahami pembatasan ini penting untuk pengelolaan pajak yang efisien.
Dampak Praktis Pembatasan Kompensasi Kerugian
Kerugian dari transaksi cryptocurrency hanya dapat dikompensasikan dalam batas penghasilan miscellaneous. Jika mendapatkan keuntungan 300.000 yen dari Bitcoin dan mengalami kerugian 400.000 yen dari altcoin lain, akhirnya kerugian bersih 100.000 yen dalam penghasilan miscellaneous, dan beban pajak tahun itu menjadi nol.
Namun, kompensasi ini terbatas dalam lingkup cryptocurrency dan tidak bisa dikompensasikan dengan keuntungan dari saham atau properti. Jika berinvestasi di berbagai instrumen keuangan, perlu mengelola secara terpisah, yang membatasi fleksibilitas portofolio.
Tidak Bisa Menggulung Kerugian ke Tahun Berikutnya
Kerugian dari transaksi cryptocurrency tidak dapat digulung ke tahun berikutnya untuk dikurangkan dari keuntungan. Berbeda dengan kerugian saham yang bisa digulung selama 3 tahun.
Misalnya, kerugian 500.000 yen dalam satu tahun tidak bisa dikurangkan dari keuntungan tahun berikutnya. Karena itu, perlu strategi untuk menyesuaikan keuntungan dan kerugian secara sengaja di akhir tahun.
Perbedaan Tarif Pajak dengan Instrumen Keuangan Lain
Tarif pajak atas keuntungan dari cryptocurrency cenderung lebih tinggi dibandingkan instrumen keuangan lain. Dividen dan keuntungan dari penjualan saham dikenai pajak terpisah sebesar 20,315% (15,315% pajak penghasilan + 5% pajak penduduk), sedangkan keuntungan dari cryptocurrency dikenai pajak gabungan dengan tarif 5%–45% (hingga sekitar 55% termasuk pajak penduduk) tergantung penghasilan.
Jumlah keuntungan yang sama bisa dikenai pajak berbeda tergantung sumbernya, sehingga alokasi aset harus mempertimbangkan perbedaan tarif ini sebagai faktor penting.
Pertanyaan dan Jawaban dari Investor
Berikut jawaban atas pertanyaan umum terkait perpajakan cryptocurrency yang sering menimbulkan kebingungan praktis.
Hanya Memiliki Cryptocurrency Tidak Menjadi Subjek Pajak?
Hanya memegang cryptocurrency tidak menimbulkan kewajiban pajak. Pajak akan dikenakan saat melakukan aksi “mengamankan keuntungan”, seperti menjual, menukar, atau menggunakan untuk pembayaran.
Perubahan nilai pasar selama memegang tidak dikenai pajak, karena dianggap sebagai unrealized gain/loss. Dengan memilih waktu penjualan atau pertukaran secara strategis, pengendalian beban pajak bisa dilakukan.
Apakah Kerugian Cryptocurrency Bisa Dikompensasikan dengan Keuntungan dari Investasi Saham?
Sayangnya tidak bisa. Kerugian dari cryptocurrency terbatas dalam penghasilan miscellaneous dan tidak diizinkan dikompensasikan dengan keuntungan dari saham atau penghasilan dari dividen.
Jika melakukan berbagai investasi, pengelolaan harus dilakukan secara terpisah sesuai kategori penghasilannya, dan perhitungan pajak dilakukan secara independen.
Bagaimana Menghitung Keuntungan dari Banyak Bursa?
Meski transaksi dilakukan di beberapa bursa, semua transaksi harus digabungkan untuk perhitungan kerugian dan keuntungan. Data riwayat transaksi dari masing-masing bursa harus diolah dengan metode yang sama (rata-rata bergerak atau total rata-rata).
Secara perpajakan, semua transaksi di berbagai bursa dianggap sebagai satu portofolio aset kripto.
Perlakuan Pajak untuk Transaksi NFT
Perdagangan NFT (Non-Fungible Token) diperlakukan sama dengan cryptocurrency, di mana selisih antara harga beli dan jual dianggap sebagai keuntungan dan dikenai pajak penghasilan miscellaneous.
Ini berlaku tidak hanya untuk karya seni digital, tetapi juga item dalam game dan aset metaverse.
Untuk Manajemen Pajak yang Efisien
Agar pengelolaan pajak dalam investasi cryptocurrency berjalan dengan baik, hal-hal berikut harus diperhatikan:
Keuntungan cryptocurrency dikenai pajak sebagai “penghasilan miscellaneous” secara gabungan
Poin-poin waktu terjadinya pajak:
Saat menukar cryptocurrency ke mata uang fiat
Saat menggunakan cryptocurrency untuk membeli barang/jasa
Saat menukar antar mata uang kripto
Saat menerima imbalan dari mining atau staking
Kasus yang wajib dilaporkan:
Jika penghasilan miscellaneous melebihi 200.000 yen dalam setahun
Jika memiliki beberapa penghasilan dari gaji
Jika penghasilan dari gaji melebihi 20 juta yen
Jika ada tanggungan seperti pasangan atau pelajar dan penghasilan tahunan melebihi 480.000 yen
Pembatasan dalam sistem perpajakan cryptocurrency:
Tidak bisa mengompensasikan kerugian antar kategori penghasilan
Kerugian tidak bisa digulung ke tahun berikutnya
Tarif pajak cenderung lebih tinggi dibanding instrumen lain
Perhitungan biaya perolehan harus memilih antara metode rata-rata bergerak atau total rata-rata
Pengetahuan yang akurat tentang sistem perpajakan cryptocurrency sangat penting untuk menghindari beban pajak yang tidak diinginkan dan mengelola aset secara efisien. Catat transaksi secara rutin dan konsultasikan dengan profesional pajak jika ada ketidakjelasan, agar pelaporan dapat dilakukan secara tepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perpajakan Cryptocurrency dan Perhitungan Keuntungan│Panduan Lengkap untuk Tidak Mengabaikan Kewajiban Pelaporan
Berikut adalah terjemahan ke dalam bahasa Indonesia:
Keuntungan yang diperoleh dari cryptocurrency, seberapa besar pajak yang timbul, dan kapan saatnya dikenakan pajak, tidak sedikit investor yang memahami hal ini secara tepat. Artikel ini akan menjelaskan secara sistematis, berdasarkan sistem perpajakan terbaru tahun 2025, mulai dari mekanisme penting dalam perpajakan investasi cryptocurrency, hingga persyaratan yang mudah terlewat saat pelaporan.
Daftar Isi
Klasifikasi dan Sistem Perpajakan Cryptocurrency
Bitcoin, Ethereum, dan cryptocurrency lainnya secara hukum didefinisikan sebagai aset kripto dalam “Undang-Undang Penyelesaian Keuangan” di Jepang. Keuntungan dari transaksi ini memiliki karakteristik utama yang berbeda dari saham maupun reksa dana, karena sistem perpajakan yang berlaku berbeda.
Penerapan Pajak Gabungan dan Potensi Tarif Pajak Tinggi
Keuntungan dari jual beli cryptocurrency diklasifikasikan sebagai “penghasilan miscellaneous” dan dikenakan sistem pajak gabungan yang menggabungkan dengan penghasilan dari gaji. Ini berbeda jauh dengan pajak terpisah atas dividen dan keuntungan dari penjualan saham (tarif tetap 20,315%).
Dalam investasi cryptocurrency, pajak penghasilan berkisar dari 5% hingga 45% tergantung jumlah penghasilan, dan jika termasuk pajak penduduk, tarif tertinggi bisa mencapai sekitar 55%. Terutama bagi penghasilan tinggi, beban pajak yang tidak terduga bisa sangat berat, sehingga penting untuk mempertimbangkan tarif pajak sejak tahap perencanaan investasi.
Karakteristik Penghasilan Miscellaneous dan Penggabungan dengan Penghasilan Gaji
Karena penghasilan dari transaksi cryptocurrency diklasifikasikan sebagai penghasilan miscellaneous, ini tidak hanya berarti tarif pajaknya tinggi, tetapi juga akan digabungkan dengan penghasilan dari gaji dan penghasilan sampingan lainnya. Jika penghasilan dari pekerjaan utama tinggi, keuntungan dari cryptocurrency bisa dikenai tarif pajak yang lebih tinggi.
Selain jumlah keuntungan tahunan, penting juga untuk memahami total penghasilan saat itu dan situasi perpajakan secara keseluruhan, karena hal ini berpengaruh terhadap pengelolaan aset secara efisien.
Pengawasan Ketat dari Otoritas Pajak dan Risiko Tidak Melaporkan
Kantor Pajak Nasional semakin memperketat pengawasan terhadap transaksi cryptocurrency dan meningkatkan pemeriksaan terhadap bursa-bursa. Jika terbukti tidak melaporkan, selain dikenai denda tidak melaporkan (15-20%), akan dikenakan bunga keterlambatan.
Jika dianggap sangat serius, bisa dikenai penalti tambahan sebesar 40%. Pelaporan yang tepat bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab dasar sebagai investor.
4 Pola Waktu Terjadinya Pajak yang Sebenarnya
Meskipun secara umum dipahami bahwa “hanya memegang cryptocurrency tidak akan dikenai pajak”, kenyataannya ada banyak situasi di mana pajak dikenakan tanpa harus menukarkan ke yen. Memahami poin-poin perpajakan ini adalah dasar pengelolaan pajak yang penting.
Saat Penukaran ke Yen atau Mata Uang Asing
Contoh paling sederhana adalah saat menukar cryptocurrency ke mata uang fiat. Jika membeli Bitcoin seharga 500.000 yen dan menjualnya seharga 800.000 yen, selisih 300.000 yen akan menjadi keuntungan yang dikenai pajak.
Yang penting di sini adalah keuntungan unrealized (belum dijual) dari kenaikan nilai selama periode tertentu tidak dikenai pajak. Karena waktu penjualan bisa dipilih secara strategis, ada ruang untuk perencanaan pajak.
Penggunaan Cryptocurrency untuk Pembelian Barang/Jasa
Jika cryptocurrency digunakan langsung untuk membeli barang atau jasa, ini juga merupakan kejadian kena pajak. Perhitungan keuntungan dilakukan berdasarkan selisih antara harga perolehan saat pembelian dan nilai pasar saat pembayaran.
Misalnya, membeli barang senilai 50.000 yen dengan cryptocurrency yang nilainya naik menjadi 100.000 yen, maka dianggap ada keuntungan 50.000 yen yang dikenai pajak. Bahkan tanpa harus menukarkan ke yen, kejadian ini tetap dikenai pajak.
Penukaran antar Mata Uang Kripto
Pertukaran dari Bitcoin ke Ethereum, atau ke cryptocurrency lain, juga merupakan kejadian kena pajak. Bahkan jika dilakukan di dalam bursa, nilai tukar saat transaksi akan dihitung berdasarkan harga pasar saat itu dan dikonversi ke yen.
Contohnya, jika membeli Bitcoin seharga 400.000 yen dan kemudian menukarnya ke Ethereum saat nilainya naik menjadi 600.000 yen, keuntungan 200.000 yen akan dikenai pajak. Jika sering melakukan pertukaran antar mata uang, kemungkinan muncul banyak event kena pajak yang harus diperhatikan.
Imbalan dari Mining dan Staking
Imbalan dari mining atau staking juga merupakan penghasilan yang dikenai pajak. Pada saat memperoleh imbalan, nilai pasar saat itu menjadi dasar perhitungan penghasilan.
Misalnya, menerima 1 Ethereum (nilai saat itu sekitar 300.000 yen) sebagai imbalan mining, maka nilai pasar 300.000 yen menjadi dasar. Jika kemudian menjual Ethereum tersebut, selisih antara harga jual dan nilai saat penerimaan akan dikenai pajak, membentuk sistem pajak dua tingkat.
Persyaratan Pelaporan dan Cara Menghitung Keuntungan
Tidak semua investor cryptocurrency wajib melakukan pelaporan tahunan, tetapi memahami persyaratan pelaporan secara tepat sangat penting untuk menghindari risiko perpajakan. Selain itu, pilihan metode perhitungan keuntungan juga terbatas dan mempengaruhi beban pajak.
Kriteria Pelaporan untuk Karyawan
Jika karyawan memperoleh keuntungan dari penghasilan miscellaneous termasuk cryptocurrency lebih dari 200.000 yen dalam setahun, wajib melaporkan. Keuntungan yang dimaksud adalah laba bersih setelah dikurangi biaya, bukan total transaksi.
Jika total penghasilan dari pekerjaan sampingan dan penghasilan miscellaneous lainnya melebihi 200.000 yen, seluruhnya harus digabungkan untuk penilaian.
Penghasilan Gaji dari Beberapa Perusahaan dan Pengurangan Tanggungan
Jika menerima gaji dari beberapa perusahaan atau penghasilan gaji melebihi 20 juta yen, bahkan keuntungan kecil dari cryptocurrency harus dilaporkan.
Perhatian khusus diperlukan jika ada tanggungan seperti pasangan atau pelajar. Jika penghasilan tahunan melebihi 480.000 yen (per 2025), bisa kehilangan status tanggungan, yang akan meningkatkan beban pajak keluarga secara keseluruhan. Jika berada di batas tanggungan, disarankan untuk merencanakan transaksi tahunan secara hati-hati.
Karakteristik Metode Rata-rata Bergerak dan Rata-rata Total
Dalam menghitung biaya perolehan cryptocurrency, ada dua metode: “metode rata-rata bergerak” dan “metode rata-rata total”.
Metode rata-rata bergerak menghitung ulang biaya rata-rata setiap kali membeli, sehingga bisa memantau keuntungan secara real-time. Sedangkan metode rata-rata total mengakumulasi semua pembelian dalam satu tahun dan menghitung rata-rata tahunan, relatif lebih sederhana.
Pilihan metode harus digunakan secara konsisten, dan saat pelaporan pertama, harus mengajukan “Formulir Pemberitahuan Metode Penilaian Aset Kripto” ke kantor pajak. Pemilihan metode harus mempertimbangkan frekuensi transaksi dan kemudahan pencatatan.
Pembatasan Khusus dalam Sistem Perpajakan Cryptocurrency
Peraturan perpajakan cryptocurrency berbeda secara signifikan dari saham dan instrumen keuangan lain. Memahami pembatasan ini penting untuk pengelolaan pajak yang efisien.
Dampak Praktis Pembatasan Kompensasi Kerugian
Kerugian dari transaksi cryptocurrency hanya dapat dikompensasikan dalam batas penghasilan miscellaneous. Jika mendapatkan keuntungan 300.000 yen dari Bitcoin dan mengalami kerugian 400.000 yen dari altcoin lain, akhirnya kerugian bersih 100.000 yen dalam penghasilan miscellaneous, dan beban pajak tahun itu menjadi nol.
Namun, kompensasi ini terbatas dalam lingkup cryptocurrency dan tidak bisa dikompensasikan dengan keuntungan dari saham atau properti. Jika berinvestasi di berbagai instrumen keuangan, perlu mengelola secara terpisah, yang membatasi fleksibilitas portofolio.
Tidak Bisa Menggulung Kerugian ke Tahun Berikutnya
Kerugian dari transaksi cryptocurrency tidak dapat digulung ke tahun berikutnya untuk dikurangkan dari keuntungan. Berbeda dengan kerugian saham yang bisa digulung selama 3 tahun.
Misalnya, kerugian 500.000 yen dalam satu tahun tidak bisa dikurangkan dari keuntungan tahun berikutnya. Karena itu, perlu strategi untuk menyesuaikan keuntungan dan kerugian secara sengaja di akhir tahun.
Perbedaan Tarif Pajak dengan Instrumen Keuangan Lain
Tarif pajak atas keuntungan dari cryptocurrency cenderung lebih tinggi dibandingkan instrumen keuangan lain. Dividen dan keuntungan dari penjualan saham dikenai pajak terpisah sebesar 20,315% (15,315% pajak penghasilan + 5% pajak penduduk), sedangkan keuntungan dari cryptocurrency dikenai pajak gabungan dengan tarif 5%–45% (hingga sekitar 55% termasuk pajak penduduk) tergantung penghasilan.
Jumlah keuntungan yang sama bisa dikenai pajak berbeda tergantung sumbernya, sehingga alokasi aset harus mempertimbangkan perbedaan tarif ini sebagai faktor penting.
Pertanyaan dan Jawaban dari Investor
Berikut jawaban atas pertanyaan umum terkait perpajakan cryptocurrency yang sering menimbulkan kebingungan praktis.
Hanya Memiliki Cryptocurrency Tidak Menjadi Subjek Pajak?
Hanya memegang cryptocurrency tidak menimbulkan kewajiban pajak. Pajak akan dikenakan saat melakukan aksi “mengamankan keuntungan”, seperti menjual, menukar, atau menggunakan untuk pembayaran.
Perubahan nilai pasar selama memegang tidak dikenai pajak, karena dianggap sebagai unrealized gain/loss. Dengan memilih waktu penjualan atau pertukaran secara strategis, pengendalian beban pajak bisa dilakukan.
Apakah Kerugian Cryptocurrency Bisa Dikompensasikan dengan Keuntungan dari Investasi Saham?
Sayangnya tidak bisa. Kerugian dari cryptocurrency terbatas dalam penghasilan miscellaneous dan tidak diizinkan dikompensasikan dengan keuntungan dari saham atau penghasilan dari dividen.
Jika melakukan berbagai investasi, pengelolaan harus dilakukan secara terpisah sesuai kategori penghasilannya, dan perhitungan pajak dilakukan secara independen.
Bagaimana Menghitung Keuntungan dari Banyak Bursa?
Meski transaksi dilakukan di beberapa bursa, semua transaksi harus digabungkan untuk perhitungan kerugian dan keuntungan. Data riwayat transaksi dari masing-masing bursa harus diolah dengan metode yang sama (rata-rata bergerak atau total rata-rata).
Secara perpajakan, semua transaksi di berbagai bursa dianggap sebagai satu portofolio aset kripto.
Perlakuan Pajak untuk Transaksi NFT
Perdagangan NFT (Non-Fungible Token) diperlakukan sama dengan cryptocurrency, di mana selisih antara harga beli dan jual dianggap sebagai keuntungan dan dikenai pajak penghasilan miscellaneous.
Ini berlaku tidak hanya untuk karya seni digital, tetapi juga item dalam game dan aset metaverse.
Untuk Manajemen Pajak yang Efisien
Agar pengelolaan pajak dalam investasi cryptocurrency berjalan dengan baik, hal-hal berikut harus diperhatikan:
Pengetahuan yang akurat tentang sistem perpajakan cryptocurrency sangat penting untuk menghindari beban pajak yang tidak diinginkan dan mengelola aset secara efisien. Catat transaksi secara rutin dan konsultasikan dengan profesional pajak jika ada ketidakjelasan, agar pelaporan dapat dilakukan secara tepat.