@media only screen and (min-width: 0px) and (min-height: 0px) {
div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:320px;height:100px;}
}
@media only screen and (min-width: 728px) and (min-height: 0px) {
div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:728px;height:90px;}
}
Dalam sebuah postingan terbaru, pendiri BullRunners Nick Anderson mengarahkan perhatian pada konvergensi tekanan makroekonomi dan tren aset digital yang muncul yang, menurut pandangannya, sedang membentuk ulang cara investor mengevaluasi risiko dan peluang menjelang 2026.
Komentar tersebut menempatkan XRP dalam diskusi yang lebih luas tentang meningkatnya utang nasional, inflasi yang terus-menerus, dan pergeseran kepercayaan terhadap sistem moneter tradisional.
Anderson memposisikan saat ini sebagai masa di mana peserta pasar semakin memperhatikan alternatif yang menunjukkan likuiditas dan efisiensi fungsional.
Sorotan Momentum ETF: Daya Tarik Institusional XRP
Inti dari analisis Anderson adalah kinerja produk yang diperdagangkan di bursa terkait XRP. Dia mencatat bahwa ETF XRP telah mengumpulkan sekitar $1,16 miliar dalam arus masuk sejak awal, tanpa hari yang tercatat mengalami arus keluar bersih selama periode tersebut.
Konsistensi ini berbeda dengan volatilitas baru-baru ini dalam arus ETF Bitcoin dan Ethereum, yang mengalami fluktuasi signifikan sebelum menutup minggu mendekati netral.
Menurut Anderson, ETF XRP telah menyerap sekitar 746 juta token, yang mewakili lebih dari satu persen dari pasokan yang beredar, sebuah angka yang dia anggap penting saat menilai dinamika pasar.
Keterbatasan Pasokan dan Skenario $5 Miliar
Melihat ke depan, Anderson menguraikan sebuah skenario di mana aset ETF XRP bisa mencapai $5 miliar pada pertengahan 2026. Berdasarkan asumsi tersebut, sekitar 2,6 miliar XRP bisa dihapus dari peredaran aktif, setara dengan hampir empat persen dari total pasokan.
Dia menekankan bahwa saldo bursa XRP dilaporkan menurun tajam selama setahun terakhir, menunjukkan berkurangnya ketersediaan di pasar spot. Anderson berargumen bahwa kepemilikan institusional yang berkelanjutan melalui ETF, dikombinasikan dengan kondisi pasokan yang semakin ketat, dapat memberikan pengaruh yang terukur terhadap pembentukan harga jika permintaan tetap stabil atau meningkat.
Utilitas Dunia Nyata sebagai Penentu Penilaian
Selain arus masuk, Anderson menekankan pentingnya utilitas yang terbukti. Dia merujuk komentar dari CEO Galaxy Digital Mike Novogratz, yang menyatakan bahwa nilai jangka panjang bergantung pada penggunaan dunia nyata daripada hanya arus modal.
Sebagai contoh, Anderson menyoroti pernyataan dari pendiri Arrington Capital, Michael Arrington, yang menggambarkan melakukan transfer XRP $50 juta dalam hitungan detik dengan biaya minimal, menempatkan XRP sebagai alat penyelesaian yang efisien untuk transaksi berskala besar. Ini, menurut Anderson, memberikan bukti nyata tentang fungsionalitas yang sering dibutuhkan investor institusional.
Struktur Pasar dan Ekspektasi ke Depan
Anderson juga menempatkan prospek XRP dalam konteks perkembangan struktur pasar yang lebih luas, termasuk indikator sentimen yang membaik dan penurunan dominasi Bitcoin.
Dia mengutip perkiraan eksternal, termasuk proyeksi dari Standard Chartered yang menunjukkan potensi kenaikan tiga digit persen, sambil memperingatkan bahwa hasilnya akan bergantung pada data yang dapat diamati seperti arus ETF, tren pasokan, dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Analisisnya akhirnya menampilkan XRP sebagai aset yang semakin dipengaruhi oleh perilaku institusional daripada spekulasi ritel, dengan 2026 yang diperkirakan menjadi periode penting untuk validasi.
Disclaimer*: Konten ini dimaksudkan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin termasuk opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan.*
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Prediksi XRP dari Miliarder Ini Akan Mengejutkan Pasar
@media only screen and (min-width: 0px) and (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:320px;height:100px;} } @media only screen and (min-width: 728px) and (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:728px;height:90px;} }
Dalam sebuah postingan terbaru, pendiri BullRunners Nick Anderson mengarahkan perhatian pada konvergensi tekanan makroekonomi dan tren aset digital yang muncul yang, menurut pandangannya, sedang membentuk ulang cara investor mengevaluasi risiko dan peluang menjelang 2026.
Komentar tersebut menempatkan XRP dalam diskusi yang lebih luas tentang meningkatnya utang nasional, inflasi yang terus-menerus, dan pergeseran kepercayaan terhadap sistem moneter tradisional.
Anderson memposisikan saat ini sebagai masa di mana peserta pasar semakin memperhatikan alternatif yang menunjukkan likuiditas dan efisiensi fungsional.
Sorotan Momentum ETF: Daya Tarik Institusional XRP
Inti dari analisis Anderson adalah kinerja produk yang diperdagangkan di bursa terkait XRP. Dia mencatat bahwa ETF XRP telah mengumpulkan sekitar $1,16 miliar dalam arus masuk sejak awal, tanpa hari yang tercatat mengalami arus keluar bersih selama periode tersebut.
Konsistensi ini berbeda dengan volatilitas baru-baru ini dalam arus ETF Bitcoin dan Ethereum, yang mengalami fluktuasi signifikan sebelum menutup minggu mendekati netral.
Menurut Anderson, ETF XRP telah menyerap sekitar 746 juta token, yang mewakili lebih dari satu persen dari pasokan yang beredar, sebuah angka yang dia anggap penting saat menilai dinamika pasar.
Keterbatasan Pasokan dan Skenario $5 Miliar
Melihat ke depan, Anderson menguraikan sebuah skenario di mana aset ETF XRP bisa mencapai $5 miliar pada pertengahan 2026. Berdasarkan asumsi tersebut, sekitar 2,6 miliar XRP bisa dihapus dari peredaran aktif, setara dengan hampir empat persen dari total pasokan.
Dia menekankan bahwa saldo bursa XRP dilaporkan menurun tajam selama setahun terakhir, menunjukkan berkurangnya ketersediaan di pasar spot. Anderson berargumen bahwa kepemilikan institusional yang berkelanjutan melalui ETF, dikombinasikan dengan kondisi pasokan yang semakin ketat, dapat memberikan pengaruh yang terukur terhadap pembentukan harga jika permintaan tetap stabil atau meningkat.
Utilitas Dunia Nyata sebagai Penentu Penilaian
Selain arus masuk, Anderson menekankan pentingnya utilitas yang terbukti. Dia merujuk komentar dari CEO Galaxy Digital Mike Novogratz, yang menyatakan bahwa nilai jangka panjang bergantung pada penggunaan dunia nyata daripada hanya arus modal.
Sebagai contoh, Anderson menyoroti pernyataan dari pendiri Arrington Capital, Michael Arrington, yang menggambarkan melakukan transfer XRP $50 juta dalam hitungan detik dengan biaya minimal, menempatkan XRP sebagai alat penyelesaian yang efisien untuk transaksi berskala besar. Ini, menurut Anderson, memberikan bukti nyata tentang fungsionalitas yang sering dibutuhkan investor institusional.
Struktur Pasar dan Ekspektasi ke Depan
Anderson juga menempatkan prospek XRP dalam konteks perkembangan struktur pasar yang lebih luas, termasuk indikator sentimen yang membaik dan penurunan dominasi Bitcoin.
Dia mengutip perkiraan eksternal, termasuk proyeksi dari Standard Chartered yang menunjukkan potensi kenaikan tiga digit persen, sambil memperingatkan bahwa hasilnya akan bergantung pada data yang dapat diamati seperti arus ETF, tren pasokan, dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Analisisnya akhirnya menampilkan XRP sebagai aset yang semakin dipengaruhi oleh perilaku institusional daripada spekulasi ritel, dengan 2026 yang diperkirakan menjadi periode penting untuk validasi.
Disclaimer*: Konten ini dimaksudkan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin termasuk opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan.*