Mexico telah mengambil alih sebagai sumber utama minyak Cuba pada tahun 2025, sebuah pergeseran signifikan dalam dinamika energi regional. Menurut analitik pengiriman Kpler, ekspor minyak mentah dan petroleum Meksiko ke negara pulau tersebut rata-rata sekitar 12.284 barel per hari sepanjang tahun, mencakup sekitar 44 persen dari total impor Cuba—sebuah transisi yang mencolok dari ketergantungan historis pada pasokan Venezuela.
Perpindahan ini mencerminkan realignment geopolitik yang lebih luas yang mempengaruhi pasar energi global. Diversifikasi sumber minyak Cuba membawa efek riak di seluruh perdagangan komoditas, volatilitas mata uang, dan sentimen pasar makro. Bagi para trader yang memantau korelasi antara perubahan infrastruktur energi dan siklus pasar yang lebih luas, pergeseran ini menegaskan bagaimana reconfigurasi rantai pasok di pasar tradisional dapat mempengaruhi segala hal mulai dari ekspektasi inflasi hingga penilaian aset alternatif.
Data ini menyoroti betapa cepatnya ketergantungan energi dapat direstrukturisasi, sebagai pengingat bahwa faktor geopolitik tetap menjadi pusat dalam memahami fundamental pasar di luar indikator keuangan yang biasa.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RugpullSurvivor
· 6jam yang lalu
Operasi ini di Meksiko langsung mengubah pola energi di Kuba, bagaimana Venezuela memandangnya...
Lihat AsliBalas0
ETHmaxi_NoFilter
· 01-08 22:32
Meksiko mengambil alih bisnis minyak dan gas Kuba, tampaknya Venezuela kehilangan permainan ini... Perubahan geopolitik langsung mempengaruhi rantai pasokan, inilah yang benar-benar mempengaruhi pasar
Lihat AsliBalas0
MercilessHalal
· 01-07 09:51
Sial, Meksiko tiba-tiba menjadi sumber energi Kuba? Permainan geopolitik ini benar-benar keras
Lihat AsliBalas0
CantAffordPancake
· 01-07 09:50
Meksiko mengambil alih kontrak energi besar Kuba, permainan ini semakin rumit... geopolitik benar-benar bisa langsung mempengaruhi komoditas berjangka
Lihat AsliBalas0
GasOptimizer
· 01-07 09:48
Meksiko sekarang adalah nadi energi Kuba... Perubahan geopolitik ini benar-benar akan mempengaruhi struktur energi.
Lihat AsliBalas0
digital_archaeologist
· 01-07 09:40
Meksiko menggantikan Venezuela? Permainan ini sangat menarik, begitu kartu geopolitik keluar, semua aset harus ikut bergoyang
Lihat AsliBalas0
UncleLiquidation
· 01-07 09:35
Meksiko mengambil alih pasokan minyak Kuba... Astaga, permainan ini sangat dalam, Venezuela ini benar-benar dipinggirkan?
Lihat AsliBalas0
FromMinerToFarmer
· 01-07 09:33
Meksiko melakukan kebangkitan, Kuba berbalik dari tabung minyak Venezuela dan beralih ke Meksiko, langkah kecil geopolitik ini akhirnya akan berdampak pada energi futures.
Lihat AsliBalas0
SerumSqueezer
· 01-07 09:25
Meksiko tiba-tiba menjadi sumber utama minyak Kuba, perubahan ini cukup besar... posisi Venezuela pun digantikan.
Mexico telah mengambil alih sebagai sumber utama minyak Cuba pada tahun 2025, sebuah pergeseran signifikan dalam dinamika energi regional. Menurut analitik pengiriman Kpler, ekspor minyak mentah dan petroleum Meksiko ke negara pulau tersebut rata-rata sekitar 12.284 barel per hari sepanjang tahun, mencakup sekitar 44 persen dari total impor Cuba—sebuah transisi yang mencolok dari ketergantungan historis pada pasokan Venezuela.
Perpindahan ini mencerminkan realignment geopolitik yang lebih luas yang mempengaruhi pasar energi global. Diversifikasi sumber minyak Cuba membawa efek riak di seluruh perdagangan komoditas, volatilitas mata uang, dan sentimen pasar makro. Bagi para trader yang memantau korelasi antara perubahan infrastruktur energi dan siklus pasar yang lebih luas, pergeseran ini menegaskan bagaimana reconfigurasi rantai pasok di pasar tradisional dapat mempengaruhi segala hal mulai dari ekspektasi inflasi hingga penilaian aset alternatif.
Data ini menyoroti betapa cepatnya ketergantungan energi dapat direstrukturisasi, sebagai pengingat bahwa faktor geopolitik tetap menjadi pusat dalam memahami fundamental pasar di luar indikator keuangan yang biasa.