Belakangan ini ada fenomena pasar yang menarik dan sedang dibahas di komunitas trading, banyak orang yang menyadarinya: ketika tingkat biaya dana turun ke nilai negatif, biasanya akan diikuti oleh kenaikan harga; sementara ketika tingkat biaya dana kembali ke level normal bahkan meningkat, justru sering terjadi koreksi atau penurunan harga.
Aturan ini terdengar cukup menarik, seolah-olah menemukan semacam sinyal pasar. Tapi masalahnya, apakah logika ini benar-benar dapat diandalkan?
Sejujurnya, fenomena ini memang cukup terlihat jelas dalam beberapa waktu terakhir. Tingkat biaya dana pada dasarnya mencerminkan kekuatan antara posisi long dan short—ketika tingkat biaya negatif, itu berarti short membayar long, biasanya menandakan pasar terlalu pesimis dan kekuatan berlawanan mungkin sedang terkumpul; sebaliknya, ketika tingkat biaya dana positif, itu menunjukkan bahwa posisi long mulai mendominasi, tetapi dalam kondisi ekstrem juga bisa menandakan posisi long yang terlalu padat.
Namun, korelasi ini bukanlah hukum yang mutlak. Perubahan pasar sangat cepat, sinyal yang valid beberapa waktu lalu bisa saja tidak berlaku lagi di siklus berikutnya. Jadi, jika menganggap ini sebagai satu-satunya dasar strategi trading, risikonya cukup besar. Lebih baik menggabungkan analisis ini dengan kondisi pasar secara keseluruhan, data on-chain, analisis teknikal, dan berbagai faktor lain, bukan hanya bergantung pada indikator tingkat biaya dana saja.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DAOdreamer
· 2jam yang lalu
Biaya negatif bisa untung? Jangan bercanda, saya sudah mendengar penjelasan ini terlalu banyak kali
Perubahan biaya dana sangat cepat seperti pergerakan pasar, sinyal yang valid di satu siklus bisa menjadi jebakan di siklus berikutnya, kebanyakan orang yang mengikuti hal ini pasti pernah tertipu
Lihat AsliBalas0
ChainProspector
· 01-07 08:50
Biaya negatif langsung all-in, pernyataan ini sudah lama dipermainkan, terakhir kali melakukan ini semua mengalami margin call.
Lihat AsliBalas0
GateUser-afe07a92
· 01-07 08:36
Biaya negatif bisa menjamin keuntungan? Mimpi saja, logika ini sudah lama dipermainkan habis-habisan
Lihat AsliBalas0
TokenomicsShaman
· 01-07 08:28
Apakah tarif negatif pasti naik? Jangan bercanda, penjelasan ini sudah diajarkan berkali-kali melalui penurunan harga.
Ini lagi-lagi jebakan "menemukan pola", bagaimana nasib orang yang percaya pada ini terakhir kali?
Belakangan ini ada fenomena pasar yang menarik dan sedang dibahas di komunitas trading, banyak orang yang menyadarinya: ketika tingkat biaya dana turun ke nilai negatif, biasanya akan diikuti oleh kenaikan harga; sementara ketika tingkat biaya dana kembali ke level normal bahkan meningkat, justru sering terjadi koreksi atau penurunan harga.
Aturan ini terdengar cukup menarik, seolah-olah menemukan semacam sinyal pasar. Tapi masalahnya, apakah logika ini benar-benar dapat diandalkan?
Sejujurnya, fenomena ini memang cukup terlihat jelas dalam beberapa waktu terakhir. Tingkat biaya dana pada dasarnya mencerminkan kekuatan antara posisi long dan short—ketika tingkat biaya negatif, itu berarti short membayar long, biasanya menandakan pasar terlalu pesimis dan kekuatan berlawanan mungkin sedang terkumpul; sebaliknya, ketika tingkat biaya dana positif, itu menunjukkan bahwa posisi long mulai mendominasi, tetapi dalam kondisi ekstrem juga bisa menandakan posisi long yang terlalu padat.
Namun, korelasi ini bukanlah hukum yang mutlak. Perubahan pasar sangat cepat, sinyal yang valid beberapa waktu lalu bisa saja tidak berlaku lagi di siklus berikutnya. Jadi, jika menganggap ini sebagai satu-satunya dasar strategi trading, risikonya cukup besar. Lebih baik menggabungkan analisis ini dengan kondisi pasar secara keseluruhan, data on-chain, analisis teknikal, dan berbagai faktor lain, bukan hanya bergantung pada indikator tingkat biaya dana saja.