Dari sering mengalami margin call hingga pendapatan bulanan yang stabil, titik baliknya sering kali bukan terletak pada bakat atau keberuntungan, melainkan pada apakah telah membangun sebuah sistem trading yang dapat diulang dan dapat dieksekusi. Metode ini terlihat sederhana, tetapi sering diabaikan—karena tidak mengandung trik yang berlebihan, hanya prinsip paling dasar.
**Lapisan Pertama: Keamanan Modal adalah Kondisi Utama**
Setiap strategi yang menguntungkan harus mampu melewati ujian pasar. Tanpa manajemen modal, strategi seperti menari di tepi jurang. Bagaimana caranya? Bagilah modal pokok menjadi sepuluh bagian, dan gunakan hanya satu bagian setiap kali mencoba posisi. Keuntungan dari ini adalah, bahkan jika menghadapi kondisi ekstrem, kerugian per posisi tetap di bawah 2%. Segera keluar saat mencapai batas stop-loss—jangan pernah berharap ada keberuntungan. Untuk pemula, disarankan untuk tidak menggunakan leverage terlebih dahulu; trader berpengalaman pun sebaiknya tidak melebihi 10% dari total modal. Data historis menunjukkan bahwa sebagian besar kasus margin call berasal dari mengabaikan poin ini.
**Lapisan Kedua: Lebih Baik Melakukan yang Benar daripada Banyak**
Banyak orang berpikir bahwa menghasilkan uang bergantung pada banyaknya jumlah order. Faktanya, justru sebaliknya—pasar memberi penghargaan kepada mereka yang benar dalam arah, bukan mereka yang sering melakukan order. Hanya lakukan operasi satu arah (hanya buy atau hanya sell), hindari bertaruh di kedua sisi. Sebelum trading, tetapkan tiga angka: harga masuk, stop-loss 3%, target profit 5%. Eksekusi rencana ini secara mekanis jauh lebih andal daripada tebakan saat trading. Dua transaksi pertama setiap hari biasanya berkualitas tertinggi, setelah itu, kamu sudah mulai menghabiskan biaya transaksi.
**Lapisan Ketiga: Tiga Lubang Mematikan**
Menambah posisi melawan tren adalah teknik bunuh diri bagi pemula—setiap kali menambah posisi, akun semakin dekat ke margin call. Perdagangan frekuensi tinggi yang tidak berguna, biaya transaksi cukup untuk menghapus sebagian besar keuntungan. Ada satu lagi yang paling tersembunyi: saat memegang posisi, berkata "seharusnya masih bisa naik", akhirnya berubah menjadi menahan posisi sampai margin call, sehingga keuntungan yang seharusnya didapatkan akhirnya berubah menjadi kerugian.
**Data Bicara: Perbedaan Dua Strategi**
Misalnya modal awal semuanya 100.000:
Jalur salah: penuh posisi dengan leverage tinggi → menambah posisi saat turun → akhirnya margin call → kehilangan semuanya.
Jalur benar: hanya gunakan 20.000 sebagai modal dasar → tegas menjalankan stop-loss 3% dan target profit 5% → hanya dua transaksi per minggu yang direncanakan dengan matang → pendapatan bulanan stabil sekitar 8% → bunga majemuk tahunan mencapai lebih dari 150%.
**Prinsip Inti Singkat**
Yang harus dilakukan: gunakan uang tidak penting, patuhi aturan, konsisten dalam satu arah.
Yang tidak boleh dilakukan: seluruh modal, menahan posisi terlalu lama, bertaruh di kedua sisi.
Kalimat terakhir: Trading kontrak bukanlah kasino, bukan tempat untuk mempertaruhkan uang hidup atau meminjam uang demi masa depan. Mereka yang mempertaruhkan uang hidup akhirnya kehilangan nyawanya di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
10
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SigmaValidator
· 15jam yang lalu
Benar sekali, 90% orang meninggal karena kalimat "seharusnya masih bisa naik"
Lihat AsliBalas0
MetaDreamer
· 22jam yang lalu
Benar, menggunakan leverage penuh di semua posisi adalah seperti bunuh diri, saya sudah melihat terlalu banyak orang mengalami margin call seperti ini
Lihat AsliBalas0
SolidityNewbie
· 01-08 01:38
Kata-kata yang sangat tajam, saya sudah melihat terlalu banyak kasus di mana 100.000 berubah menjadi tidak memiliki apa-apa.
Lihat AsliBalas0
ApeWithNoFear
· 01-07 08:00
Benar sekali, hanya satu kalimat—hidup lebih penting daripada menghasilkan uang
Lihat AsliBalas0
WalletInspector
· 01-07 08:00
Benar sekali, dari sepuluh orang, sembilan orang mati karena menambah posisi.
Lihat AsliBalas0
OnlyUpOnly
· 01-07 07:55
Benar, tetapi kenyataannya kebanyakan orang masih tidak bisa mengendalikan tangan mereka.
Lihat AsliBalas0
RatioHunter
· 01-07 07:54
Sudah banyak bicara, tetap saja jika stop loss tidak bisa dieksekusi, jangan main.
Lihat AsliBalas0
TokenVelocity
· 01-07 07:43
Hasil bulanan 8% terdengar sangat stabil, tetapi dari sepuluh orang yang benar-benar bisa bertahan tanpa menambah posisi, tidak lebih dari satu orang yang mampu
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrybaby
· 01-07 07:39
Ini lagi-lagi omong kosong yang sudah sering didengar, benar memang tapi tetap saja orang yang mendengarnya akan mengalami margin call
Lihat AsliBalas0
SudoRm-RfWallet/
· 01-07 07:32
Benar sekali, sistem posisi sepuluh bagian benar-benar menyelamatkan saya beberapa kali
Dari sering mengalami margin call hingga pendapatan bulanan yang stabil, titik baliknya sering kali bukan terletak pada bakat atau keberuntungan, melainkan pada apakah telah membangun sebuah sistem trading yang dapat diulang dan dapat dieksekusi. Metode ini terlihat sederhana, tetapi sering diabaikan—karena tidak mengandung trik yang berlebihan, hanya prinsip paling dasar.
**Lapisan Pertama: Keamanan Modal adalah Kondisi Utama**
Setiap strategi yang menguntungkan harus mampu melewati ujian pasar. Tanpa manajemen modal, strategi seperti menari di tepi jurang. Bagaimana caranya? Bagilah modal pokok menjadi sepuluh bagian, dan gunakan hanya satu bagian setiap kali mencoba posisi. Keuntungan dari ini adalah, bahkan jika menghadapi kondisi ekstrem, kerugian per posisi tetap di bawah 2%. Segera keluar saat mencapai batas stop-loss—jangan pernah berharap ada keberuntungan. Untuk pemula, disarankan untuk tidak menggunakan leverage terlebih dahulu; trader berpengalaman pun sebaiknya tidak melebihi 10% dari total modal. Data historis menunjukkan bahwa sebagian besar kasus margin call berasal dari mengabaikan poin ini.
**Lapisan Kedua: Lebih Baik Melakukan yang Benar daripada Banyak**
Banyak orang berpikir bahwa menghasilkan uang bergantung pada banyaknya jumlah order. Faktanya, justru sebaliknya—pasar memberi penghargaan kepada mereka yang benar dalam arah, bukan mereka yang sering melakukan order. Hanya lakukan operasi satu arah (hanya buy atau hanya sell), hindari bertaruh di kedua sisi. Sebelum trading, tetapkan tiga angka: harga masuk, stop-loss 3%, target profit 5%. Eksekusi rencana ini secara mekanis jauh lebih andal daripada tebakan saat trading. Dua transaksi pertama setiap hari biasanya berkualitas tertinggi, setelah itu, kamu sudah mulai menghabiskan biaya transaksi.
**Lapisan Ketiga: Tiga Lubang Mematikan**
Menambah posisi melawan tren adalah teknik bunuh diri bagi pemula—setiap kali menambah posisi, akun semakin dekat ke margin call. Perdagangan frekuensi tinggi yang tidak berguna, biaya transaksi cukup untuk menghapus sebagian besar keuntungan. Ada satu lagi yang paling tersembunyi: saat memegang posisi, berkata "seharusnya masih bisa naik", akhirnya berubah menjadi menahan posisi sampai margin call, sehingga keuntungan yang seharusnya didapatkan akhirnya berubah menjadi kerugian.
**Data Bicara: Perbedaan Dua Strategi**
Misalnya modal awal semuanya 100.000:
Jalur salah: penuh posisi dengan leverage tinggi → menambah posisi saat turun → akhirnya margin call → kehilangan semuanya.
Jalur benar: hanya gunakan 20.000 sebagai modal dasar → tegas menjalankan stop-loss 3% dan target profit 5% → hanya dua transaksi per minggu yang direncanakan dengan matang → pendapatan bulanan stabil sekitar 8% → bunga majemuk tahunan mencapai lebih dari 150%.
**Prinsip Inti Singkat**
Yang harus dilakukan: gunakan uang tidak penting, patuhi aturan, konsisten dalam satu arah.
Yang tidak boleh dilakukan: seluruh modal, menahan posisi terlalu lama, bertaruh di kedua sisi.
Kalimat terakhir: Trading kontrak bukanlah kasino, bukan tempat untuk mempertaruhkan uang hidup atau meminjam uang demi masa depan. Mereka yang mempertaruhkan uang hidup akhirnya kehilangan nyawanya di pasar.