Veteran industri kripto Arthur Hayes baru-baru ini menyoroti dinamika pasar yang menarik: penurunan harga minyak dapat berpotensi menjadi katalis untuk reli Bitcoin yang signifikan. Alasan di baliknya menghubungkan pasar energi global dengan aliran modal on-chain dan kondisi makroekonomi yang biasanya mendorong sentimen risiko tinggi dalam aset kripto.
Ketika harga minyak mentah menurun, beberapa faktor berperan. Biaya energi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi, yang berpotensi mendorong bank sentral untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Skenario ini secara historis menguntungkan aset risiko seperti Bitcoin, karena pasokan uang yang lebih murah dan hasil riil yang lebih rendah membuat aset digital lebih menarik dibandingkan obligasi dan uang tunai tradisional.
Pengamatan Hayes mengaitkan ini dengan tesis yang lebih luas tentang lindung nilai stagflasi dan diversifikasi portofolio. Saat komoditas tradisional melemah, investor institusional dan trader makro sering memutar modal ke dalam penyimpan nilai alternatif, termasuk cryptocurrency. Kelangkaan pasokan Bitcoin dan independensinya dari kebijakan moneter fiat menjadikannya lindung nilai yang semakin relevan dalam lingkungan seperti itu.
Korelasi makro-ke-kripto ini memerlukan perhatian dekat dari trader yang memantau pasar energi bersamaan dengan aksi harga kripto. Hubungan antara pergerakan harga minyak dan bias arah Bitcoin tetap menjadi lensa analisis kunci untuk memahami siklus pasar yang lebih luas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Rugpull幸存者
· 01-08 00:33
Harga minyak turun, Bitcoin naik? Saya percaya dengan logika Hayes ini, cuma takut ini akan menjadi penipuan lagi
Lihat AsliBalas0
GasGoblin
· 01-07 14:45
Harga minyak turun, Bitcoin naik? Logika ini harus saya pikirkan berulang kali...
Lihat AsliBalas0
UnluckyMiner
· 01-06 20:01
Harga minyak turun, Bitcoin naik? Logika ini aku rasanya agak dipaksakan...
Lihat AsliBalas0
ContractTearjerker
· 01-06 19:49
Harga minyak turun, Bitcoin naik? Logika ini aku rasanya agak dipaksakan...
Lihat AsliBalas0
PumpStrategist
· 01-06 19:48
又是油价跟币价的老套逻辑,这哥们真的还在讲2021年的故事呢?
筹码分布显示机构早就埋伏好了,现在才来解构这波行情属实有点晚。 Risiko pelepasan ini harus melihat apakah volume transaksi nyata mendukungnya, tidak setiap narasi makro dapat mendorong harga koin naik.
Pemikiran tipikal seperti ini adalah melihat faktor makro lalu mulai YY, mengabaikan bahwa aspek teknikal sendiri adalah faktor penentu. Titik menarik seharusnya ditemukan dari pola lilin K, bukan dari berita.
Lihat AsliBalas0
LayerHopper
· 01-06 19:40
Apakah harga minyak turun membuat Bitcoin harus naik? Logika Hayes ini terdengar nyaman, tapi apakah benar sesederhana itu...
Lihat AsliBalas0
OnlyOnMainnet
· 01-06 19:37
Harga minyak turun, Bitcoin naik? Kedengarannya masuk akal tapi rasanya agak terlalu ideal... Saat saat itu benar-benar dana bisa dengan patuh mengalir ke dunia kripto?
Lihat AsliBalas0
SerumSquirrel
· 01-06 19:33
Harga minyak turun, Bitcoin naik? Logika Hayes ini terdengar bagus, tapi apakah benar-benar semudah itu... Rasanya selalu ada pengecualian setiap kali.
Veteran industri kripto Arthur Hayes baru-baru ini menyoroti dinamika pasar yang menarik: penurunan harga minyak dapat berpotensi menjadi katalis untuk reli Bitcoin yang signifikan. Alasan di baliknya menghubungkan pasar energi global dengan aliran modal on-chain dan kondisi makroekonomi yang biasanya mendorong sentimen risiko tinggi dalam aset kripto.
Ketika harga minyak mentah menurun, beberapa faktor berperan. Biaya energi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi, yang berpotensi mendorong bank sentral untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Skenario ini secara historis menguntungkan aset risiko seperti Bitcoin, karena pasokan uang yang lebih murah dan hasil riil yang lebih rendah membuat aset digital lebih menarik dibandingkan obligasi dan uang tunai tradisional.
Pengamatan Hayes mengaitkan ini dengan tesis yang lebih luas tentang lindung nilai stagflasi dan diversifikasi portofolio. Saat komoditas tradisional melemah, investor institusional dan trader makro sering memutar modal ke dalam penyimpan nilai alternatif, termasuk cryptocurrency. Kelangkaan pasokan Bitcoin dan independensinya dari kebijakan moneter fiat menjadikannya lindung nilai yang semakin relevan dalam lingkungan seperti itu.
Korelasi makro-ke-kripto ini memerlukan perhatian dekat dari trader yang memantau pasar energi bersamaan dengan aksi harga kripto. Hubungan antara pergerakan harga minyak dan bias arah Bitcoin tetap menjadi lensa analisis kunci untuk memahami siklus pasar yang lebih luas.