Jika Anda masih berpikir bahwa pemasaran “menembak-nebak” berfungsi, pikirkan kembali. Segmentasi pasar (Market segmentation) atau yang disebut segment adalah hal yang membuat banyak investor berubah dari investasi lotere menjadi investasi yang terencana.
Masalahnya adalah, jika Anda tidak tahu apa yang benar-benar diinginkan pelanggan Anda, betapapun bagusnya strategi pemasaran Anda, Anda mungkin akan meleset dari target, meleset dari keuntungan, dan melewatkan peluang yang bernilai.
Segment Itu Apa? Coba Pahami Secara Nyata
Segment adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok memiliki kebutuhan, minat, dan perilaku yang serupa. Perusahaan kemudian dapat menyesuaikan metode penjualan dan strategi pemasaran agar lebih tepat sasaran bagi kelompok tersebut.
Baca sini, ketika Anda memahami siapa pelanggan sebenarnya Anda, Anda akan tahu:
Berapa menit mereka habiskan dengan produk
Berapa harga yang ingin mereka bayar
Apakah mereka membutuhkan kata-kata atau tindakan
Karena alasan ini, investasi Anda tidak terbuang sia-sia, tetapi justru menunjuk ke target yang sebenarnya.
Pilih Segment dengan Benar, Sebelum Menyia-nyiakan Uang
Sebelum berinvestasi di perusahaan mana pun, Anda harus bertanya pada diri sendiri: Apakah perusahaan ini mengenal pelanggannya sendiri?
Jika segment pelanggan perusahaan saling memahami, dan kemudian permintaan (Demand) yang memiliki jumlah yang cukup, dikombinasikan dengan penawaran (Supply) yang dapat memenuhi kebutuhannya, maka dokumen investasi benar-benar bermakna.
Saya melihat bahwa segment membantu:
Pemasaran menjadi lebih efisien (Bukan berceceran)
Pelanggan tepat setiap saat (Akurat)
Anggaran digunakan dengan baik (Hemat)
Hasilnya? Investor yang cerdas melihat bahwa ketika perusahaan tahu siapa mereka, dan kemudian berbicara dengan orang itu dengan cara tertentu, nilai perusahaan meningkat.
Jenis-Jenis Segment yang Harus Diketahui Investor
Ketika mempelajari perusahaan, perhatikan segment mana yang digunakan perusahaan:
1. Segment Demografis (Demographic)
Orang-orang dengan usia, jenis kelamin, pendapatan, tingkat pendidikan yang sama biasanya memiliki kebutuhan yang sama. Jika perusahaan menjual produk olahraga dan menargetkan segment ini ke orang-orang yang peduli kesehatan, Anda bisa memahami ke mana pemasaran ditujukan.
2. Segment Geografis (Geographic)
Cabang perusahaan di tepi pantai akan mempromosikan pakaian renang, sementara perusahaan di pegunungan akan menekankan jaket tebal. Mengapa? Karena segment membuat semuanya masuk akal.
3. Segment Perilaku (Behavioral)
Lihat berapa lama pelanggan menghabiskan waktu dengan produk, apakah ada pembelian berulang, apakah mereka setia pada merek? Informasi ini menunjukkan kepuasan pelanggan, dan pelanggan yang puas akan kembali membeli lagi.
4. Segment Psikografis dan Nilai (Psychographic)
Apakah pelanggan terbuka pikiran atau pelanggan yang peduli lingkungan? Periksa saja. Kelompok pelanggan ini bersedia membayar lebih karena sejalan dengan nilai-nilai mereka.
5. Segment Firmagrafis (Firmographic)
Untuk B2B, perhatikan ukuran perusahaan, industri, lokasi, pendapatan tahunan. Dengan data ini, pastikan segment mana yang penting untuk pertumbuhan.
Buat Segment Anda Sukses
Jika Anda berinvestasi di perusahaan, Anda ingin perusahaan melakukan segmentasi yang mendalam. Inilah yang harus Anda lihat:
Langkah 1: Kategorisasi Pelanggan
Perusahaan harus mempelajari dan mengkategorikan seluruh basis pelanggan, memahami masalah mereka, kebutuhan mereka, dan memastikan produk dapat menyelesaikan masalah.
Langkah 2: Kumpulkan Data
Gunakan survei, diskusi kelompok terarah, wawancara, alat analitik digital. Semakin bagus datanya, semakin Anda tahu angka sebenarnya.
Langkah 3: Periksa Keuntungan
Bukan setiap segment menguntungkan. Lihat berapa banyak uang yang dihabiskan setiap kelompok, frekuensi pembelian, harga jual. Segment mana yang memberikan ROI tertinggi?
Langkah 4: Pelajari Pesaing
Segment apa yang digunakan perusahaan lain? Peluang pasar apa yang mereka lihat? Itu adalah peluang Anda.
Langkah 5: Uji Coba Sebelum Ekspansi
Sebelum meluncurkan produk baru ke seluruh pasar, uji coba dengan kelompok kecil terlebih dahulu. Umpan balik nyata adalah apa yang memberi tahu kebenaran.
Langkah 6: Periksa Hasil
Setelah peluncuran, periksa volume penjualan, kepuasan pelanggan, KPI penting. Sesuaikan untuk lebih baik berdasarkan data nyata.
Segment Berfungsi di Mana Saja
Untuk B2B: segment membantu menyaring perusahaan yang memenuhi syarat, membuat penjualan lebih efisien
Untuk pemasaran-penjualan: kampanye dapat menargetkan dengan tepat, orang yang menerima informasi adalah yang membutuhkannya
Untuk penilaian pasar: segment menunjukkan kepada Anda apakah ada pasar sekunder yang belum dieksplorasi
Untuk penyelesaian masalah: jika Anda tahu segment mana yang bermasalah, Anda tahu apa yang harus dijual
Hati-hati: Kesalahan Segment yang Bisa Merugikan
Terlalu Spesifik: segment yang terlalu kecil hingga tidak dapat diukur bukanlah segment yang baik.
Hanya Melihat Jumlah, Bukan Keuntungan: segment dengan banyak orang tetapi tanpa uang tidak memberikan pengembalian.
Terikat pada Masa Lalu: pelanggan berubah, pasar berubah, jika Anda mengandalkan strategi lama, Anda akan ketinggalan zaman.
Kelebihan-Kekurangan Segment yang Jelas
Kelebihan:
✓ Mencapai pelanggan target dengan cepat, mengeluarkan sedikit uang, investasi menguntungkan
✓ Memahami pasar secara mendalam, penjualan tepat sasaran
✓ Pelanggan puas, akan kembali membeli lagi, pertumbuhan jangka panjang
✓ Anggaran pemasaran digunakan dengan efisien, tidak ada pemborosan
Kekurangan:
✗ Biaya produksi dan pengujian meningkat, perlu penyesuaian berkali-kali
✗ Jika mempelajari segment dengan salah, Anda menargetkan orang yang tidak akan membeli
✗ Mungkin memilih produk yang salah, atau segment yang terlalu rendah
Kesimpulannya
Segment adalah alat yang membuat investasi Anda masuk akal. Jika ada perusahaan yang mengenal segmentnya sendiri, memahami pelanggannya, dan membuat pelanggan merasa bahwa perusahaan berbicara langsung kepada mereka, maka pelanggan itu akan tetap bersama perusahaan.
Investor yang cerdas melihat bahwa segment yang baik adalah fondasi margin keuntungan, keberlanjutan, dan pertumbuhan. Hasil berasal dari memahami pelanggan, pemahaman pelanggan berasal dari membagi segment dengan benar.
Jangan tunggu sampai terpukul. Coba mulai pelajari segment dari perusahaan yang Anda rencanakan untuk berinvestasi hari ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Segment adalah kunci utama keberhasilan investasi?
Jika Anda masih berpikir bahwa pemasaran “menembak-nebak” berfungsi, pikirkan kembali. Segmentasi pasar (Market segmentation) atau yang disebut segment adalah hal yang membuat banyak investor berubah dari investasi lotere menjadi investasi yang terencana.
Masalahnya adalah, jika Anda tidak tahu apa yang benar-benar diinginkan pelanggan Anda, betapapun bagusnya strategi pemasaran Anda, Anda mungkin akan meleset dari target, meleset dari keuntungan, dan melewatkan peluang yang bernilai.
Segment Itu Apa? Coba Pahami Secara Nyata
Segment adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok memiliki kebutuhan, minat, dan perilaku yang serupa. Perusahaan kemudian dapat menyesuaikan metode penjualan dan strategi pemasaran agar lebih tepat sasaran bagi kelompok tersebut.
Baca sini, ketika Anda memahami siapa pelanggan sebenarnya Anda, Anda akan tahu:
Karena alasan ini, investasi Anda tidak terbuang sia-sia, tetapi justru menunjuk ke target yang sebenarnya.
Pilih Segment dengan Benar, Sebelum Menyia-nyiakan Uang
Sebelum berinvestasi di perusahaan mana pun, Anda harus bertanya pada diri sendiri: Apakah perusahaan ini mengenal pelanggannya sendiri?
Jika segment pelanggan perusahaan saling memahami, dan kemudian permintaan (Demand) yang memiliki jumlah yang cukup, dikombinasikan dengan penawaran (Supply) yang dapat memenuhi kebutuhannya, maka dokumen investasi benar-benar bermakna.
Saya melihat bahwa segment membantu:
Hasilnya? Investor yang cerdas melihat bahwa ketika perusahaan tahu siapa mereka, dan kemudian berbicara dengan orang itu dengan cara tertentu, nilai perusahaan meningkat.
Jenis-Jenis Segment yang Harus Diketahui Investor
Ketika mempelajari perusahaan, perhatikan segment mana yang digunakan perusahaan:
1. Segment Demografis (Demographic)
Orang-orang dengan usia, jenis kelamin, pendapatan, tingkat pendidikan yang sama biasanya memiliki kebutuhan yang sama. Jika perusahaan menjual produk olahraga dan menargetkan segment ini ke orang-orang yang peduli kesehatan, Anda bisa memahami ke mana pemasaran ditujukan.
2. Segment Geografis (Geographic)
Cabang perusahaan di tepi pantai akan mempromosikan pakaian renang, sementara perusahaan di pegunungan akan menekankan jaket tebal. Mengapa? Karena segment membuat semuanya masuk akal.
3. Segment Perilaku (Behavioral)
Lihat berapa lama pelanggan menghabiskan waktu dengan produk, apakah ada pembelian berulang, apakah mereka setia pada merek? Informasi ini menunjukkan kepuasan pelanggan, dan pelanggan yang puas akan kembali membeli lagi.
4. Segment Psikografis dan Nilai (Psychographic)
Apakah pelanggan terbuka pikiran atau pelanggan yang peduli lingkungan? Periksa saja. Kelompok pelanggan ini bersedia membayar lebih karena sejalan dengan nilai-nilai mereka.
5. Segment Firmagrafis (Firmographic)
Untuk B2B, perhatikan ukuran perusahaan, industri, lokasi, pendapatan tahunan. Dengan data ini, pastikan segment mana yang penting untuk pertumbuhan.
Buat Segment Anda Sukses
Jika Anda berinvestasi di perusahaan, Anda ingin perusahaan melakukan segmentasi yang mendalam. Inilah yang harus Anda lihat:
Langkah 1: Kategorisasi Pelanggan Perusahaan harus mempelajari dan mengkategorikan seluruh basis pelanggan, memahami masalah mereka, kebutuhan mereka, dan memastikan produk dapat menyelesaikan masalah.
Langkah 2: Kumpulkan Data Gunakan survei, diskusi kelompok terarah, wawancara, alat analitik digital. Semakin bagus datanya, semakin Anda tahu angka sebenarnya.
Langkah 3: Periksa Keuntungan Bukan setiap segment menguntungkan. Lihat berapa banyak uang yang dihabiskan setiap kelompok, frekuensi pembelian, harga jual. Segment mana yang memberikan ROI tertinggi?
Langkah 4: Pelajari Pesaing Segment apa yang digunakan perusahaan lain? Peluang pasar apa yang mereka lihat? Itu adalah peluang Anda.
Langkah 5: Uji Coba Sebelum Ekspansi Sebelum meluncurkan produk baru ke seluruh pasar, uji coba dengan kelompok kecil terlebih dahulu. Umpan balik nyata adalah apa yang memberi tahu kebenaran.
Langkah 6: Periksa Hasil Setelah peluncuran, periksa volume penjualan, kepuasan pelanggan, KPI penting. Sesuaikan untuk lebih baik berdasarkan data nyata.
Segment Berfungsi di Mana Saja
Hati-hati: Kesalahan Segment yang Bisa Merugikan
Terlalu Spesifik: segment yang terlalu kecil hingga tidak dapat diukur bukanlah segment yang baik.
Hanya Melihat Jumlah, Bukan Keuntungan: segment dengan banyak orang tetapi tanpa uang tidak memberikan pengembalian.
Terikat pada Masa Lalu: pelanggan berubah, pasar berubah, jika Anda mengandalkan strategi lama, Anda akan ketinggalan zaman.
Kelebihan-Kekurangan Segment yang Jelas
Kelebihan:
✓ Mencapai pelanggan target dengan cepat, mengeluarkan sedikit uang, investasi menguntungkan ✓ Memahami pasar secara mendalam, penjualan tepat sasaran ✓ Pelanggan puas, akan kembali membeli lagi, pertumbuhan jangka panjang ✓ Anggaran pemasaran digunakan dengan efisien, tidak ada pemborosan
Kekurangan:
✗ Biaya produksi dan pengujian meningkat, perlu penyesuaian berkali-kali ✗ Jika mempelajari segment dengan salah, Anda menargetkan orang yang tidak akan membeli ✗ Mungkin memilih produk yang salah, atau segment yang terlalu rendah
Kesimpulannya
Segment adalah alat yang membuat investasi Anda masuk akal. Jika ada perusahaan yang mengenal segmentnya sendiri, memahami pelanggannya, dan membuat pelanggan merasa bahwa perusahaan berbicara langsung kepada mereka, maka pelanggan itu akan tetap bersama perusahaan.
Investor yang cerdas melihat bahwa segment yang baik adalah fondasi margin keuntungan, keberlanjutan, dan pertumbuhan. Hasil berasal dari memahami pelanggan, pemahaman pelanggan berasal dari membagi segment dengan benar.
Jangan tunggu sampai terpukul. Coba mulai pelajari segment dari perusahaan yang Anda rencanakan untuk berinvestasi hari ini.