Spread adalah Kebenaran di Balik Biaya Perdagangan
Saat Anda membuka perangkat lunak trading forex, Anda akan melihat dua harga—harga beli dan harga jual. Selisih kecil yang tampaknya tidak signifikan ini adalah spread, yang juga merupakan sumber pendapatan langsung broker.
Sederhananya, broker menjual kepada Anda dengan harga yang lebih tinggi dan membeli posisi Anda dengan harga yang lebih rendah. Selisih ini adalah biaya perdagangan Anda. Misalnya, harga jual EUR/USD adalah 1.1234, harga beli adalah 1.1236, selisihnya 2 poin—itulah 2 poin.
Apa Itu Pip? Mengapa Perlu Memahaminya
Pip (poin) adalah unit perubahan terkecil dalam kutipan forex. Untuk sebagian besar pasangan mata uang, satu poin sama dengan perubahan di digit keempat setelah desimal (0.0001).
Contohnya, EUR/USD naik dari 1.1234 ke 1.1235, naik 1 poin. Terlihat kecil, tetapi karena trading forex menggunakan leverage, fluktuasi kecil ini dapat memperbesar keuntungan atau kerugian menjadi ratusan bahkan ribuan dolar.
Pasangan mata uang terkait Yen memiliki aturan perhitungan yang berbeda—poin adalah perubahan di digit kedua setelah desimal. USD/JPY naik dari 107.835 ke 107.845, juga naik 1 poin.
Berapa Nilai Satu Poin? Tergantung Pada Tiga Faktor
Nilai sebenarnya dari satu poin ditentukan oleh tiga kondisi berikut:
1. Pasangan mata uang yang Anda tradingkan 2. Ukuran posisi trading Anda 3. Nilai tukar saat itu
Mari kita lihat contoh nyata.
Kasus satu: Bagaimana menghitung USD/CAD
Misalnya, Anda membeli 50.000 USD/CAD pada harga 1.3050 dan mendapatkan keuntungan 50 poin.
Langkah pertama: Hitung nilai satu poin dalam mata uang kutipan (CAD):
50.000 × 0.0001 = 5 CAD/poin
Langkah kedua: Konversikan ke mata uang dasar (USD):
5 CAD ÷ 1.3050 = 3.83 USD/poin
Platform forex biasanya menggunakan dua mode spread.
Spread tetap tetap konstan, tidak peduli seberapa besar volatilitas pasar. Mode ini disediakan oleh market maker—broker membeli posisi secara massal dari penyedia likuiditas lalu menjualnya ke trader ritel. Broker mengendalikan kutipan sehingga dapat mengunci spread. Keuntungannya adalah biaya trading dapat diprediksi, tetapi saat pasar bergerak cepat, risiko slippage (harga eksekusi berbeda dari yang diharapkan) meningkat.
Spread mengambang berubah sesuai kondisi pasar. Broker non-market maker mendapatkan kutipan dari berbagai sumber likuiditas dan langsung meneruskannya ke Anda tanpa intervensi. Ini membuat penetapan harga lebih transparan, tetapi saat data ekonomi diumumkan atau likuiditas menurun, spread bisa melebar dengan cepat, dan biaya trading yang sering dilakukan bisa tergerus.
Bagaimana Menghitung Dampak Spread terhadap Biaya Trading Anda
Dalam praktiknya, biaya nyata dari spread memerlukan dua data: nilai per poin dan jumlah lot yang diperdagangkan.
Contohnya, untuk EUR/USD, jika Anda membeli di 1.04111 dan menjual di 1.04103, langsung melakukan posisi jual, Anda akan kehilangan 0.8 poin.
Misalnya, Anda membeli 1 mini lot (10.000 unit), dan nilai per poin adalah 1 USD, maka biayanya adalah:
0.8 poin × 1 USD/poin = 0.8 USD
Jika Anda memperbesar posisi ke 5 mini lot, biaya menjadi:
0.8 poin × 5 USD/poin = 4 USD
Inilah mengapa semakin besar volume trading, biaya relatif dari spread menjadi lebih kecil—namun biaya absolutnya meningkat.
Mengapa Pemula Mudah Mengabaikan Detail Ini
Banyak trader fokus mencari titik masuk yang baik tetapi mengabaikan spread sebagai biaya tersembunyi. Dalam trading leverage tinggi, bahkan selisih 1-2 poin bisa menentukan hidup atau matinya akun. Memilih platform dengan spread lebih rendah, atau trading saat likuiditas cukup (bukan menjelang data ekonomi penting), dapat secara signifikan mengurangi biaya trading keseluruhan Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perdagangan valas yang wajib dipahami: Mengapa fluktuasi satu poin (Pip) dapat menentukan keuntungan dan kerugian Anda?
Spread adalah Kebenaran di Balik Biaya Perdagangan
Saat Anda membuka perangkat lunak trading forex, Anda akan melihat dua harga—harga beli dan harga jual. Selisih kecil yang tampaknya tidak signifikan ini adalah spread, yang juga merupakan sumber pendapatan langsung broker.
Sederhananya, broker menjual kepada Anda dengan harga yang lebih tinggi dan membeli posisi Anda dengan harga yang lebih rendah. Selisih ini adalah biaya perdagangan Anda. Misalnya, harga jual EUR/USD adalah 1.1234, harga beli adalah 1.1236, selisihnya 2 poin—itulah 2 poin.
Apa Itu Pip? Mengapa Perlu Memahaminya
Pip (poin) adalah unit perubahan terkecil dalam kutipan forex. Untuk sebagian besar pasangan mata uang, satu poin sama dengan perubahan di digit keempat setelah desimal (0.0001).
Contohnya, EUR/USD naik dari 1.1234 ke 1.1235, naik 1 poin. Terlihat kecil, tetapi karena trading forex menggunakan leverage, fluktuasi kecil ini dapat memperbesar keuntungan atau kerugian menjadi ratusan bahkan ribuan dolar.
Pasangan mata uang terkait Yen memiliki aturan perhitungan yang berbeda—poin adalah perubahan di digit kedua setelah desimal. USD/JPY naik dari 107.835 ke 107.845, juga naik 1 poin.
Berapa Nilai Satu Poin? Tergantung Pada Tiga Faktor
Nilai sebenarnya dari satu poin ditentukan oleh tiga kondisi berikut:
1. Pasangan mata uang yang Anda tradingkan
2. Ukuran posisi trading Anda
3. Nilai tukar saat itu
Mari kita lihat contoh nyata.
Kasus satu: Bagaimana menghitung USD/CAD
Misalnya, Anda membeli 50.000 USD/CAD pada harga 1.3050 dan mendapatkan keuntungan 50 poin.
Langkah pertama: Hitung nilai satu poin dalam mata uang kutipan (CAD):
50.000 × 0.0001 = 5 CAD/poin
Langkah kedua: Konversikan ke mata uang dasar (USD):
5 CAD ÷ 1.3050 = 3.83 USD/poin
Langkah ketiga: Hitung total keuntungan:
50 poin × 3.83 USD/poin = 191.50 USD
Kasus dua: Kerugian pada USD/JPY
Anda membeli 50.000 USD/JPY di 123.456 dan turun ke 123.256, rugi 20 poin.
Langkah-langkah perhitungan:
50.000 × 0.01 = 500 JPY/poin
500 JPY ÷ 123.256 = 4.057 USD/poin
-20 poin × 4.057 USD/poin = Rugi 81.14 USD
Spread Ada Dua Jenis: Tetap atau Mengambang?
Platform forex biasanya menggunakan dua mode spread.
Spread tetap tetap konstan, tidak peduli seberapa besar volatilitas pasar. Mode ini disediakan oleh market maker—broker membeli posisi secara massal dari penyedia likuiditas lalu menjualnya ke trader ritel. Broker mengendalikan kutipan sehingga dapat mengunci spread. Keuntungannya adalah biaya trading dapat diprediksi, tetapi saat pasar bergerak cepat, risiko slippage (harga eksekusi berbeda dari yang diharapkan) meningkat.
Spread mengambang berubah sesuai kondisi pasar. Broker non-market maker mendapatkan kutipan dari berbagai sumber likuiditas dan langsung meneruskannya ke Anda tanpa intervensi. Ini membuat penetapan harga lebih transparan, tetapi saat data ekonomi diumumkan atau likuiditas menurun, spread bisa melebar dengan cepat, dan biaya trading yang sering dilakukan bisa tergerus.
Bagaimana Menghitung Dampak Spread terhadap Biaya Trading Anda
Dalam praktiknya, biaya nyata dari spread memerlukan dua data: nilai per poin dan jumlah lot yang diperdagangkan.
Contohnya, untuk EUR/USD, jika Anda membeli di 1.04111 dan menjual di 1.04103, langsung melakukan posisi jual, Anda akan kehilangan 0.8 poin.
Misalnya, Anda membeli 1 mini lot (10.000 unit), dan nilai per poin adalah 1 USD, maka biayanya adalah:
0.8 poin × 1 USD/poin = 0.8 USD
Jika Anda memperbesar posisi ke 5 mini lot, biaya menjadi:
0.8 poin × 5 USD/poin = 4 USD
Inilah mengapa semakin besar volume trading, biaya relatif dari spread menjadi lebih kecil—namun biaya absolutnya meningkat.
Mengapa Pemula Mudah Mengabaikan Detail Ini
Banyak trader fokus mencari titik masuk yang baik tetapi mengabaikan spread sebagai biaya tersembunyi. Dalam trading leverage tinggi, bahkan selisih 1-2 poin bisa menentukan hidup atau matinya akun. Memilih platform dengan spread lebih rendah, atau trading saat likuiditas cukup (bukan menjelang data ekonomi penting), dapat secara signifikan mengurangi biaya trading keseluruhan Anda.