Resesi ekonomi Jerman telah menjadi kenyataan: Bagaimana memahami krisis ekonomi ini

Resesi tidak lagi hanya judul berita, itu sedang benar-benar terjadi. Awal tahun 2024, Jerman—ekonomi terbesar di Eropa—secara resmi memasuki fase resesi. Banyak orang merasa bingung mendengar berita ini: pasar saham masih naik, mengapa dikatakan ekonomi sedang resesi? Kuncinya adalah kita perlu memahami apa sebenarnya resesi ekonomi, dan bagaimana hal itu didefinisikan serta diukur.

Makna sebenarnya dari resesi ekonomi

Resesi (Rezession) bukan sekadar istilah akademik abstrak. Ia merujuk pada penurunan aktivitas ekonomi yang jelas, luas, dan berlangsung lama dalam suatu ekonomi. Standar penilaian umum internasional sangat sederhana: dua kuartal berturut-turut pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, maka dikategorikan sebagai resesi.

Standar ini penting karena ekonomi yang sehat seharusnya terus tumbuh. Begitu terjadi kontraksi berturut-turut, itu berarti kapasitas produksi masyarakat secara keseluruhan menyusut—produksi pabrik berkurang, pesanan jasa menurun, pengangguran meningkat.

Jerman menggunakan metode pengukuran tambahan lainnya. Para ekonom menghitung “potensi produksi” yang ideal: jika semua mesin beroperasi penuh, dan semua pekerja bekerja penuh, berapa tingkat ekonomi Jerman seharusnya? Ketika kinerja ekonomi nyata jauh di bawah potensi ini, dan jaraknya semakin melebar, tanda-tanda resesi menjadi sangat jelas.

Bagaimana Jerman terjerumus ke dalam resesi: data berbicara

Pada April 2024, data ekonomi Jerman tidak menunjukkan optimisme. PDB kuartal pertama 2023 masih tumbuh, tetapi kuartal kedua dan ketiga stagnan, dan kuartal keempat mengalami pertumbuhan negatif. Menurut prediksi dari Institut Riset Ekonomi Ifo, PDB kuartal pertama 2024 akan terus menurun sebesar 0.1%.

Ini berarti Jerman memenuhi definisi standar resesi: dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi ekonomi. Bahkan jika kita mengabaikan dua kuartal stagnan tersebut, dari periode yang jelas menunjukkan penurunan, kesimpulannya tetap sama—Jerman saat ini sedang berada dalam resesi.

Ini adalah perubahan yang mengejutkan bagi Jerman, yang terkenal dengan “keajaiban ekonomi” dan efisiensi industri di seluruh dunia.

Berbagai krisis yang menyebabkan resesi di Jerman

Jerman masuk ke dalam kesulitan ini bukan karena satu penyebab tunggal. Banyak faktor yang saling bertumpuk menciptakan “badai sempurna”:

Kejatuhan industri konstruksi adalah sinyal paling langsung. Indeks Manajer Pembelian (PMI) konstruksi Jerman pada Oktober 2023 turun ke level terendah dalam tiga tahun. Lebih mengkhawatirkan lagi, kecepatan penurunan proyek pembangunan perumahan di Jerman mencapai rekor tercepat sejak 1999. Mengapa? Utamanya karena Bank Sentral Eropa terus menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga langsung memukul pasar properti. Ketika meminjam uang menjadi lebih mahal, pembeli rumah mundur, pengembang juga menunda atau membatalkan proyek. Resesi di industri ini menyebar ke seluruh ekonomi: pengangguran pekerja konstruksi meningkat, permintaan bahan bangunan menurun, dan rantai industri terkait terganggu.

Dampak perang Ukraina masih berlangsung. Konflik Rusia-Ukraina menyebabkan lonjakan harga energi, dan Jerman adalah negara pengimpor energi. Meski pemerintah meluncurkan subsidi energi untuk membantu industri manufaktur, efek jangka panjangnya diragukan. Biaya energi yang tinggi tetap menjadi beban berat bagi perusahaan.

Penurunan permintaan internasional menambah masalah. Pesanan dari perusahaan asing berkurang, kepercayaan konsumen menurun. Orang Jerman mulai mengurangi pengeluaran, belum pulih dari pengeluaran liburan tinggi dan biaya energi musim dingin.

Ketidakpastian ekonomi menyebabkan sikap konservatif yang meresap ke seluruh masyarakat. Ketika perusahaan tidak tahu apa yang akan terjadi tahun depan, mereka menunda investasi dan pengambilan keputusan perekrutan. Konsumen juga mulai menabung daripada membelanjakan. Sikap berhati-hati kolektif ini membentuk siklus yang memperkuat diri sendiri, memperlambat ekonomi lebih jauh.

Bagaimana resesi mengubah kehidupan orang biasa

Bagi pekerja biasa di Jerman, dampak resesi nyata dan terasa:

Risiko pengangguran meningkat. Ketika laba perusahaan menurun, mereka akan mengurangi biaya terlebih dahulu, dan biaya tenaga kerja biasanya yang pertama dipangkas. Dengan meningkatnya pengangguran, mencari pekerjaan baru menjadi semakin sulit.

Kekuatan tawar-menawar gaji menurun. Semakin longgar pasar tenaga kerja, semakin kuat posisi pemberi kerja. Karyawan tidak lagi mudah menuntut kenaikan gaji, bonus tahunan bisa dibatalkan, dan manfaat seperti kerja fleksibel serta kerja jarak jauh bisa menjadi barang mewah.

Daya beli terus terkikis. Bahkan jika tetap bekerja, kenaikan gaji tidak cukup mengikuti inflasi. Orang menjadi semakin miskin, meskipun pendapatan nominalnya tidak turun.

Mendapatkan pinjaman menjadi sulit. Bank menjadi lebih berhati-hati. Bahkan jika penghasilan Anda cukup untuk membayar pinjaman, bank akan lebih ketat memeriksa kondisi keuangan dan stabilitas pekerjaan Anda. Ini membuat rencana membeli rumah, mobil, dan pengeluaran besar lainnya tertunda.

Tekanan psikologis meningkat. Ketidakstabilan ekonomi menimbulkan kecemasan dan stres yang memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Ini bukan hanya masalah pribadi, dari sudut pandang makro, suasana pesimis kolektif ini semakin melemahkan kemungkinan pemulihan ekonomi.

Peringatan sejarah: Pelajaran dari Krisis Keuangan 2008

Untuk benar-benar memahami kekuatan resesi, kita perlu menengok ke krisis keuangan 2008. Krisis ini bermula dari pecahnya gelembung properti, tetapi akhirnya berkembang menjadi bencana ekonomi global.

Pembentukan gelembung: Pada 2007, bank-bank di AS memberikan hipotek kepada siapa saja yang bernapas, dengan suku bunga yang sangat rendah. Banyak orang meminjam jauh melebihi kemampuan mereka untuk membayar kembali. Bank kemudian mengemas risiko ini ke dalam produk keuangan kompleks, yang disebarkan ke lembaga keuangan lain, bahkan investor global.

Pecahnya gelembung: Ketika semakin banyak peminjam gagal membayar, paket pinjaman ini mulai mengalami default massal. Lembaga keuangan menyadari mereka memegang aset beracun bernilai miliaran dolar. Pasar kredit membeku, bank saling tidak percaya.

Reaksi berantai: Kehancuran pasar properti menyebabkan banyak eksekusi dan lelang paksa. Pasar saham anjlok. Perusahaan besar bangkrut, ratusan juta orang kehilangan pekerjaan. Pengurangan kredit mempercepat penurunan ekonomi—tidak ada yang mau meminjam uang, perdagangan internasional berhenti.

Dampak global: Krisis AS ini menyebar cepat ke seluruh dunia. Baru setelah pemerintah melakukan intervensi besar-besaran, ekonomi mulai stabil kembali.

Prospek ekonomi Jerman 2024

Prediksi resmi untuk ekonomi Jerman tidak menunjukkan optimisme. Kepala Ekonom Deutsche Bank, Jörg Krämer, memperkirakan PDB 2024 akan turun sebesar 0.3%. Ketua Institut Riset Ifo, Clemens Fuest, menyebut prospek ekonomi Jerman “sangat suram”.

Resesi seperti sistem tekanan rendah jangka panjang—tidak akan hilang dalam semalam.

Strategi menghadapi: bertahan dan berkembang di masa resesi

Bagi orang biasa, masa resesi membutuhkan strategi defensif:

Lindungi pekerjaan Anda. Dalam resesi, memiliki sumber penghasilan yang stabil adalah prioritas utama. Ini berarti meningkatkan keahlian kerja, membuat diri Anda tak tergantikan di perusahaan. Ikuti pelatihan, dapatkan sertifikasi baru, atau kembangkan keahlian profesional baru.

Pertimbangkan penghasilan sampingan. Mengandalkan satu sumber penghasilan terlalu berisiko saat resesi. Banyak orang menemukan bahwa belajar investasi dan trading bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang bermanfaat. Berbeda dengan pekerjaan sampingan lain, trading bisa dilakukan di waktu luang, sepenuhnya dikendalikan oleh diri sendiri.

Kelola utang secara aktif. Jika Anda memiliki dana lebih, utamakan pelunasan utang berbunga tinggi. Dalam masa resesi, suku bunga bisa terus naik, dan melunasi utang lebih awal bisa menghemat biaya bunga.

Persiapkan untuk investasi jangka panjang. Meski resesi menyebabkan harga saham turun, ini menciptakan peluang bagi investor yang berwawasan jauh. Sejarah menunjukkan, membeli aset saat masa paling pesimis sering menghasilkan imbal hasil jangka panjang terbaik. Seperti yang dikatakan Warren Buffett: “Ketika orang lain takut, belilah; ketika orang lain serakah, berhentilah dan takut.” Saat resesi, saat kebanyakan orang panik, investor cerdas mengakumulasi aset berkualitas dengan diskon.

Perspektif trader: peluang di masa resesi

Bagi trader, resesi tidak selalu berarti bencana. Faktanya, pasar yang lebih volatile memberi trader lebih banyak peluang trading.

Selama resesi:

  • Harga saham lebih fluktuatif, menciptakan peluang short selling
  • Aset safe haven seperti emas biasanya berkinerja baik
  • Ketegangan geopolitik (seperti konflik Ukraina) menyediakan peluang trading jangka pendek
  • Tahun pemilihan (seperti Pilpres AS 2024) biasanya membawa volatilitas pasar

Arah pasar tidak penting bagi trader—yang penting adalah pasar bergerak. Apakah naik atau turun, keduanya memberi peluang meraih keuntungan.

Kesimpulan: resesi adalah ujian sekaligus peluang

Jerman resmi memasuki fase resesi, ini menjadi pengingat nyata bagi negara ekonomi terbesar di Eropa. Tapi resesi bukan akhir segalanya—ini bagian alami dari siklus ekonomi.

Bagi warga biasa, saat ini adalah waktu:

  • Menjaga stabilitas pekerjaan
  • Diversifikasi sumber penghasilan
  • Mengelola keuangan dengan hati-hati
  • Mempersiapkan diri untuk rebound berikutnya

Bagi investor dan trader, ini saatnya:

  • Mengidentifikasi peluang di pasar
  • Tetap rasional saat orang lain takut
  • Mencari aset yang undervalued

Resesi tidak akan berlangsung selamanya. Sejarah menunjukkan setiap krisis ekonomi akhirnya bisa diatasi. Kunci saat ini adalah bagaimana menghadapi tantangan saat ini dan mempersiapkan diri untuk siklus pertumbuhan berikutnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)