Fintech Thailand sedang menggerakkan keuangan digital - teknologi keuangan adalah permainan yang mengubah lapangan

Ketika membahas transaksi keuangan saat ini, kebanyakan dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kita selalu menggunakan Fintech. Mulai dari memindai QR Code untuk membayar barang, hingga berinvestasi melalui aplikasi - semua ini adalah kerja teknologi keuangan yang sedang mengubah cara orang Thailand mengelola uang secara fundamental.

Teknologi Keuangan (Fintech) Apa itu? Definisi yang perlu diketahui

Fintech adalah gabungan antara (Keuangan) dan (Teknologi) untuk membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah, cepat, dan lebih mudah diakses daripada sebelumnya.

Inti dari Fintech adalah memecahkan kode perbankan, memungkinkan penyimpanan, penarikan, transfer uang, atau bahkan investasi dilakukan melalui jaringan tanpa perlu staf bank atau dokumen yang berlebihan. Hasilnya adalah penghematan waktu, pengurangan biaya, dan akses ke sistem keuangan secara setara.

Sistem Fintech tidak muncul hanya baru-baru ini, tetapi telah berkembang selama bertahun-tahun - dari penggunaan kartu ATM dan Kartu Kredit hingga pembayaran melalui ponsel di era saat ini.

Fintech memiliki berbagai jenis - berapa banyak yang sudah Anda kenal?

Jenis 1: Teknologi Perbankan - Bank di dalam saku

Tidak perlu lagi menandatangani dokumen kertas. Mobile Banking memungkinkan Anda mengelola semua akun melalui ponsel - mentransfer uang antar bank tanpa biaya, membayar tagihan langsung. Sistem ini sedang mengubah cara konsumen Thailand bertransaksi secara total.

Jenis 2: Crowdfunding - Dana dari banyak tangan

Alih-alih meminjam dari bank, startup dan UKM dapat mencari dana dari masyarakat melalui platform perantara. Investor umum akan mendapatkan imbal hasil berupa dividen atau bunga. Ini adalah sistem yang lebih demokratis untuk penggalangan dana.

Jenis 3: Cryptocurrency - Uang digital yang independen

Bitcoin dan mata uang digital lainnya dibuat untuk menghilangkan peran bank dalam transaksi. Menggunakan teknologi blockchain agar semua orang dapat membuat kontrak tanpa perantara. Ini adalah revolusi keuangan yang sangat menarik perhatian saat ini.

Jenis 4: Teknologi Pembayaran - Era akhir uang tunai

Sistem pembayaran melalui teknologi seperti QR Code atau E-wallet membuat pembayaran hanya dengan sekali sentuh layar. E-wallet seperti True Wallet telah menjadi bagian dari pencarian kenyamanan bagi konsumen Thailand.

Jenis 5: Perangkat Lunak Keuangan Perusahaan - Akun online untuk bisnis

Pengusaha tidak perlu lagi mempekerjakan akuntan penuh waktu. Flow Account dan sistem akuntansi online membantu manajer dan pengusaha mengelola keuangan, mengeluarkan faktur, mengatur gaji karyawan, semuanya melalui satu sistem.

Jenis 6: Manajemen Investasi - Pasar saham di ponsel

Tidak perlu lagi menelepon broker. Aplikasi ini memungkinkan Anda membeli dan menjual saham, reksa dana, atau koin digital kapan saja. Finnomena dan Bitkub membuka pasar investasi untuk masyarakat umum.

Jenis 7: Teknologi Asuransi - Asuransi tanpa dokumen

Membeli asuransi secara online dengan cepat. InsurTech secara otomatis menghitung risiko dan premi asuransi.

Thailand sudah menggunakan Fintech secara penuh - Apa kelebihan dan kekurangannya?

Kekuatan penggunaan Fintech:

Fintech secara signifikan mengurangi biaya - biaya rendah, menghemat waktu, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Investor lebih mudah mengakses pasar modal. UKM dan Startup memiliki peluang mendapatkan dana di luar bank. Konsumen umum dapat mengelola keuangan melalui ponsel sepanjang hari.

Kelemahan yang perlu diwaspadai:

Stabilitas sistem keuangan - ketika semua orang dapat dengan mudah meminjam, inflasi bisa meningkat. Risiko data pribadi - peretasan akun dan pencurian identitas adalah nyata. Ketimpangan digital - tidak semua orang memiliki akses ke teknologi.

Siapa yang harus menggunakan Fintech? Jawabannya: Semua orang

Individu umum: Membayar barang, mentransfer uang, berinvestasi, mengajukan pinjaman - semuanya bisa dilakukan.

Lembaga keuangan: Bank tidak hilang, tetapi bertransformasi menjadi lebih baik, mengurangi biaya, dan menjangkau pelanggan melalui Digital.

Pedagang online: E-Commerce bergantung pada Fintech untuk menerima pembayaran dari berbagai saluran.

Investor: Membuka akun untuk berinvestasi di saham, reksa dana, atau Crypto sendiri melalui aplikasi.

Semua pelaku usaha: Tidak peduli seberapa besar bisnis, Fintech membantu mengelola keuangan secara efisien.

Mengapa pemerintah dan swasta Thailand memfokuskan pada teknologi keuangan?

Fintech bukan hanya soal bisnis, tetapi juga alat penting untuk merangsang ekonomi. Pemerintah membuat aplikasi Gojek untuk meningkatkan pengeluaran masyarakat. Swasta menggunakan Fintech untuk bersaing dan tumbuh lebih cepat. Di ruang CEO seluruh Thailand, kata kunci Transformasi Digital adalah prioritas utama.

Fintech di Thailand: Kisah sukses dari Startup

Bitkub - Raja pasar kripto di Thailand. Dibangun dari nol menjadi platform trading nomor satu. Contoh bahwa Manajemen Investasi dan Crypto digital bisa sukses besar.

Finnomena - Memungkinkan masyarakat umum berinvestasi di pasar saham dan reksa dana dengan mudah, serta memberikan konsultasi keuangan melalui teknologi.

Flow Account - Program akuntansi online yang memungkinkan pengusaha mengelola keuangan sendiri. Membantu UKM berkembang tanpa perlu mempekerjakan akuntan.

Bisnis-bisnis ini membuktikan bahwa Fintech bukan sekadar kata yang keren, tetapi sumber penghasilan nyata.

Masalah yang menghambat pertumbuhan Fintech Thailand lebih cepat

Hambatan hukum: Regulasi di Thailand belum membuka pintu bagi investor asing. Tidak ada VISA khusus untuk bisnis Fintech asing. Ini adalah hambatan besar di negara kita.

Masalah pendanaan: Meski ada keberhasilan Fintech Startup, bank-bank Thailand kurang suka memberi pinjaman kepada Startup. Akibatnya, banyak Startup harus mencari dana dari luar negeri.

Masalah SDM: Tidak cukup tenaga kerja berkualitas tinggi di bidang Fintech. Perlu studi lanjutan dan pelatihan agar setara standar global.

Kesenjangan akses: Masih ada sebagian masyarakat yang tidak bisa menggunakan Pembayaran Digital karena kurang pengetahuan atau tidak punya perangkat.

Bagaimana masa depan pertumbuhan Fintech di Thailand?

Perkiraan bahwa Fintech Thailand akan tumbuh secara Eksplosif masih terlalu dini. Kendala hukum, dana, dan sumber daya manusia membutuhkan waktu.

Namun, perubahan akan terjadi secara bertahap. Yang dibutuhkan adalah: Pemerintah harus membuka regulasi untuk mengundang para ahli asing dan Digital Nomads berkontribusi membangun bisnis. Bank harus berani berinvestasi di startup karena ini adalah investasi di masa depan sistem keuangan.

Ketika hal-hal ini terjadi, Fintech Thailand akan menjadi kekuatan utama pendorong ekonomi digital dan pusat Fintech di Asia Timur.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)