「Dikoyak lagi。」Kalimat ini seperti mantra di dunia investasi. Setiap kali pasar berbalik, ada saja orang yang mengeluh telah dikoyak oleh bandar. Tapi pernahkah kamu berpikir, mengapa ada yang mendapatkan keuntungan, ada yang merugi? Masalahnya bukan pada keberuntungan, melainkan pada cara kamu bermain.
Para investor ritel yang disebut sebagai「哥韭菜」(saudara chives) seperti chives asli—dipanen satu petik demi petik, tapi tetap menunggu pertumbuhan berikutnya. Ini bukan kutukan, melainkan kenyataan dari cara pasar beroperasi.
Bagaimana Terjadi Pemotongan Chives?
Chives sebenarnya adalah sayuran, tapi menjadi simbol di dunia investasi. Alasannya sangat sederhana: Ia tumbuh cepat, memiliki daya hidup yang kuat, dipotong tetap akan tumbuh lagi. Investor ritel seperti chives ini—modalnya merosot, investor baru masuk; investor baru merugi, investor baru terus masuk. Siklus ini berulang tanpa henti.
Di akhir pasar bullish dan awal pasar bearish, bandar (investor besar dan institusi) memanfaatkan keunggulan informasi, menjual di harga tinggi, dan menciptakan ilusi rebound di harga rendah untuk menarik investor ritel masuk. Lalu, bagaimana dengan investor ritel? Mereka dikoyak dalam gelombang emosi.
Investor ritel biasanya memiliki empat ciri ini:
1. Mengikuti Tren Buta — membeli apa yang orang lain beli tanpa riset 2. Kurang Pemahaman — tidak paham cara kerja pasar dan aspek fundamental maupun teknikal 3. Serakah Tanpa Batas — ingin mendapatkan lebih banyak saat untung, tidak mau berhenti saat rugi 4. Beli Tinggi Jual Rendah — membeli saat harga tinggi, menjual saat panik, selalu melawan irama pasar
6 Cara Menghindari Menjadi Chives
Langkah 1: Pahami alat investasi, pilih medan perang yang tepat
Berbagai metode investasi memiliki risiko dan imbal hasil berbeda. Saham konvensional berfluktuasi besar tapi dengan ambang risiko rendah, reksa dana risiko lebih rendah tapi hasilnya moderat, forex dan kontrak selisih harga menawarkan transaksi 24 jam dan mekanisme keuntungan dua arah. Intinya adalah pahami dulu permainan apa yang kamu mainkan, lalu tentukan berapa banyak yang akan dipertaruhkan.
Pemilihan platform investasi sangat penting. Cari yang memiliki regulasi resmi, biaya transaksi transparan, dan reputasi baik. Jangan tergoda dengan platform abal-abal demi mendapatkan rebate lebih, karena jika rugi, tidak ada yang bertanggung jawab.
Langkah 3: Bangun metodologi sendiri, miliki mental yang kuat
Dengarkan mayoritas orang, rujuk pendapat minoritas, buat keputusan sendiri. Tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan pasar. Banyak investor ritel percaya pada analisis “ahli” yang palsu, akhirnya terjebak dalam perangkap.
Investor sejati membutuhkan dua hal: pengetahuan dan mental. Pengetahuan membuatmu lebih sedikit tersandung, mental membuatmu tidak terikat emosi pasar. Buffett pernah berkata: 「Ketika orang lain serakah, aku takut; saat orang lain takut, aku serakah.」 Saat pasar bearish, belilah, saat pasar bullish, jual dengan tegas.
Langkah 4: Pahami kapan ambil keuntungan dan cut loss, amankan posisi
Tentukan garis ambil keuntungan dan stop loss, bukan karena serakah atau menyerah, tapi sebagai keterampilan dasar investor dewasa. Misalnya, atur stop profit di 30%, jika sudah mendapatkan keuntungan, keluar. Begitu juga, saat kerugian mencapai batas yang ditetapkan, segera cut loss, menjaga modal adalah kemenangan terbesar. Saat ini, sebagian besar platform trading resmi sudah dilengkapi fitur stop loss, menggunakannya adalah kewajiban.
Langkah 5: Diversifikasi investasi, jangan taruh telur di satu keranjang
Hindari melakukan all-in sekaligus. Diversifikasi dapat mengurangi risiko. Belajar juga melakukan short dan long secara bersamaan, sehingga saat pasar turun, tetap ada peluang meraih keuntungan.
Langkah 6: Pantau informasi pasar secara real-time, sesuaikan posisi secara fleksibel
Teknik analisis mudah dipelajari, tapi fundamental sering diabaikan. Pasar sangat dinamis, sedikit kelalaian bisa mengubah keuntungan menjadi kerugian. Dapatkan informasi pasar secara cepat, gabungkan dengan analisis teknikal, agar bisa menangkap peluang dengan tepat.
Gunakan situs berita, aplikasi keuangan, alat informasi platform trading (seperti kalender ekonomi, berita real-time, indeks sentimen, dll), untuk menyaring informasi pasar yang paling relevan.
Kata Penutup
Investasi tidak pernah instan berhasil. Untuk berkembang dari「哥韭菜」menjadi pemenang, dibutuhkan akumulasi pengetahuan, pengalaman, dan latihan mental. Bahkan jika sudah pernah dikoyak, tetaplah belajar—ulangi analisis setiap kerugian, hindari mengulang kesalahan yang sama.
Ingat: Pasar selalu menguji rasio rasionalitasmu. Jadilah investor yang sadar diri, selalu lebih berharga daripada menjadi penjudi yang beruntung.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari investor ritel hingga pemenang: Mengungkap jebakan "memanen rumput" dan 6 cara bertahan di saat terjepit
Mengapa Kamu Selalu Merugi?
「Dikoyak lagi。」Kalimat ini seperti mantra di dunia investasi. Setiap kali pasar berbalik, ada saja orang yang mengeluh telah dikoyak oleh bandar. Tapi pernahkah kamu berpikir, mengapa ada yang mendapatkan keuntungan, ada yang merugi? Masalahnya bukan pada keberuntungan, melainkan pada cara kamu bermain.
Para investor ritel yang disebut sebagai「哥韭菜」(saudara chives) seperti chives asli—dipanen satu petik demi petik, tapi tetap menunggu pertumbuhan berikutnya. Ini bukan kutukan, melainkan kenyataan dari cara pasar beroperasi.
Bagaimana Terjadi Pemotongan Chives?
Chives sebenarnya adalah sayuran, tapi menjadi simbol di dunia investasi. Alasannya sangat sederhana: Ia tumbuh cepat, memiliki daya hidup yang kuat, dipotong tetap akan tumbuh lagi. Investor ritel seperti chives ini—modalnya merosot, investor baru masuk; investor baru merugi, investor baru terus masuk. Siklus ini berulang tanpa henti.
Di akhir pasar bullish dan awal pasar bearish, bandar (investor besar dan institusi) memanfaatkan keunggulan informasi, menjual di harga tinggi, dan menciptakan ilusi rebound di harga rendah untuk menarik investor ritel masuk. Lalu, bagaimana dengan investor ritel? Mereka dikoyak dalam gelombang emosi.
Investor ritel biasanya memiliki empat ciri ini:
1. Mengikuti Tren Buta — membeli apa yang orang lain beli tanpa riset
2. Kurang Pemahaman — tidak paham cara kerja pasar dan aspek fundamental maupun teknikal
3. Serakah Tanpa Batas — ingin mendapatkan lebih banyak saat untung, tidak mau berhenti saat rugi
4. Beli Tinggi Jual Rendah — membeli saat harga tinggi, menjual saat panik, selalu melawan irama pasar
6 Cara Menghindari Menjadi Chives
Langkah 1: Pahami alat investasi, pilih medan perang yang tepat
Berbagai metode investasi memiliki risiko dan imbal hasil berbeda. Saham konvensional berfluktuasi besar tapi dengan ambang risiko rendah, reksa dana risiko lebih rendah tapi hasilnya moderat, forex dan kontrak selisih harga menawarkan transaksi 24 jam dan mekanisme keuntungan dua arah. Intinya adalah pahami dulu permainan apa yang kamu mainkan, lalu tentukan berapa banyak yang akan dipertaruhkan.
Langkah 2: Pilih platform resmi, kurangi biaya tersembunyi
Pemilihan platform investasi sangat penting. Cari yang memiliki regulasi resmi, biaya transaksi transparan, dan reputasi baik. Jangan tergoda dengan platform abal-abal demi mendapatkan rebate lebih, karena jika rugi, tidak ada yang bertanggung jawab.
Langkah 3: Bangun metodologi sendiri, miliki mental yang kuat
Dengarkan mayoritas orang, rujuk pendapat minoritas, buat keputusan sendiri. Tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan pasar. Banyak investor ritel percaya pada analisis “ahli” yang palsu, akhirnya terjebak dalam perangkap.
Investor sejati membutuhkan dua hal: pengetahuan dan mental. Pengetahuan membuatmu lebih sedikit tersandung, mental membuatmu tidak terikat emosi pasar. Buffett pernah berkata: 「Ketika orang lain serakah, aku takut; saat orang lain takut, aku serakah.」 Saat pasar bearish, belilah, saat pasar bullish, jual dengan tegas.
Langkah 4: Pahami kapan ambil keuntungan dan cut loss, amankan posisi
Tentukan garis ambil keuntungan dan stop loss, bukan karena serakah atau menyerah, tapi sebagai keterampilan dasar investor dewasa. Misalnya, atur stop profit di 30%, jika sudah mendapatkan keuntungan, keluar. Begitu juga, saat kerugian mencapai batas yang ditetapkan, segera cut loss, menjaga modal adalah kemenangan terbesar. Saat ini, sebagian besar platform trading resmi sudah dilengkapi fitur stop loss, menggunakannya adalah kewajiban.
Langkah 5: Diversifikasi investasi, jangan taruh telur di satu keranjang
Hindari melakukan all-in sekaligus. Diversifikasi dapat mengurangi risiko. Belajar juga melakukan short dan long secara bersamaan, sehingga saat pasar turun, tetap ada peluang meraih keuntungan.
Langkah 6: Pantau informasi pasar secara real-time, sesuaikan posisi secara fleksibel
Teknik analisis mudah dipelajari, tapi fundamental sering diabaikan. Pasar sangat dinamis, sedikit kelalaian bisa mengubah keuntungan menjadi kerugian. Dapatkan informasi pasar secara cepat, gabungkan dengan analisis teknikal, agar bisa menangkap peluang dengan tepat.
Gunakan situs berita, aplikasi keuangan, alat informasi platform trading (seperti kalender ekonomi, berita real-time, indeks sentimen, dll), untuk menyaring informasi pasar yang paling relevan.
Kata Penutup
Investasi tidak pernah instan berhasil. Untuk berkembang dari「哥韭菜」menjadi pemenang, dibutuhkan akumulasi pengetahuan, pengalaman, dan latihan mental. Bahkan jika sudah pernah dikoyak, tetaplah belajar—ulangi analisis setiap kerugian, hindari mengulang kesalahan yang sama.
Ingat: Pasar selalu menguji rasio rasionalitasmu. Jadilah investor yang sadar diri, selalu lebih berharga daripada menjadi penjudi yang beruntung.