Di pasar forex, banyak trader top menggunakan metode yang sama untuk menemukan level support dan resistance—yaitu berdasarkan rasio pembagian Fibonacci yang berasal dari deret Fibonacci. Ini bukanlah ilmu gaib, melainkan aturan matematika yang telah terbukti berulang kali di alam dan pasar keuangan selama berabad-abad.
Ketika kamu mengamati pergerakan harga historis, kamu akan menemukan titik pembalikan harga aset sering muncul di posisi persentase tertentu. Inilah mengapa trader menempatkan order beli atau jual di level tertentu—karena posisi ini sering menjadi titik konsensus di pasar.
Logika Matematika Deret Fibonacci
Inti dari deret Fibonacci sangat sederhana: setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya, yang berlanjut tanpa batas.
Ketika kamu membagi angka mana pun dalam deret dengan angka sebelumnya, hasilnya mendekati 1.618. Misalnya 1597 ÷ 987 ≈ 1.618; 610 ÷ 377 ≈ 1.618. Angka 1.618 ini dikenal sebagai rasio emas yang terkenal.
Sebaliknya, jika membagi angka dengan angka yang berada di posisi setelahnya, hasilnya mendekati 0.618. Contohnya 144 ÷ 233 ≈ 0.618; 610 ÷ 987 ≈ 0.618. 0.618 ini adalah kebalikan dari 1.618 dan menjadi dasar level retracement Fibonacci 61.8%.
Jika membagi angka dengan angka dua posisi di depannya, hasilnya akan mendekati 0.382. Seperti 55 ÷ 89 ≈ 0.382; 377 ÷ 987 ≈ 0.382. Angka ini menjadi dasar level retracement Fibonacci 38.2%.
Ketiga rasio kunci ini (1.618, 0.618, 0.382) adalah angka yang benar-benar perlu diingat oleh trader.
Fibonacci Retracement: Senjata Mencari Peluang Masuk
Garis retracement Fibonacci (juga disebut garis pembagian emas) membantu trader menemukan posisi di mana harga aset mungkin berhenti atau berbalik selama proses koreksi.
Cara Kerjanya
Trader menggambar garis retracement antara dua titik harga (biasanya titik tertinggi dan terendah terbaru). Sistem otomatis menghitung lima level penting: 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6%. Level-level ini mewakili area di mana harga kemungkinan akan berhenti atau berbalik.
Sebagai contoh, jika EUR/USD naik dari titik rendah tertentu ke 1.5 lalu mulai koreksi 0.354, ini berarti harga telah melakukan koreksi 23.6%, yang sesuai dengan rasio Fibonacci.
Contoh Kasus Praktis
Misalnya harga emas naik dari 1681 ke 1807.93, dengan menggunakan kedua titik harga ini, hitung level retracement:
Ketika harga emas turun ke level 61.8%, banyak trader akan menganggapnya sebagai support dan menempatkan order beli di level tersebut.
Cara Menggunakan dalam Tren Naik
Ketika aset mengalami kenaikan besar lalu mulai koreksi, trader menggambar garis Fibonacci retracement dari titik terendah(A) ke titik tertinggi(B). Level-level retracement (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%) sering menjadi support baru. Trader menunggu sinyal rebound di level ini, dan jika ada konfirmasi, mereka bisa masuk posisi.
Cara Menggunakan dalam Tren Turun
Ketika aset turun tajam, trader menggambar garis dari titik tertinggi(A) ke titik terendah(B). Level-level ini menjadi resistance. Saat harga rebound dari bawah dan mendekati resistance ini, biasanya akan kembali turun.
Biasanya trader menggabungkan indikator teknikal lain atau pola candlestick untuk konfirmasi, guna meningkatkan peluang keberhasilan.
Kalau Fibonacci retracement membantu kamu menemukan titik masuk, Fibonacci extension membantu menentukan kapan harus keluar.
Level Ekspansi Apa Saja
Fibonacci extension didasarkan pada rasio kunci 1.618. Level ekspansi umum meliputi: 100%, 161.8%, 200%, 261.8%, dan 423.6%.
Penggunaan dalam Tren Naik
Tentukan tiga titik penting: titik X (support terbaru), titik A (resistance terbaru), dan titik B (level retracement Fibonacci tertentu). Setelah ketiga titik ini dikonfirmasi, trader bisa menempatkan order beli di titik B dan memperkirakan target harga berdasarkan level ekspansi Fibonacci. Saat harga mencapai titik C (level ekspansi tertentu), saatnya mempertimbangkan untuk menutup posisi.
Penggunaan dalam Tren Turun
Sebaliknya, titik X menjadi resistance, titik A support, dan titik B level retracement. Trader menempatkan order jual di titik B dan menunggu harga mencapai titik C (level ekspansi) untuk keluar posisi.
Logika Trading Lengkap
Aplikasi deret Fibonacci dalam trading dapat dirangkum sebagai berikut: gunakan Fibonacci retracement untuk menemukan support dan resistance, lalu tentukan titik masuk; gunakan Fibonacci extension untuk memperkirakan target keluar. Kombinasi keduanya membantu trader membangun rencana trading yang lebih lengkap.
Ingat, rasio Fibonacci efektif di pasar keuangan karena banyak peserta pasar menggunakannya. Ketika cukup banyak orang menempatkan order di level yang sama, posisi itu benar-benar menjadi support atau resistance.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menguasai deret Fibonacci, membuka kode rahasia perdagangan valas
Mengapa Trader Terpesona dengan Alat Ini?
Di pasar forex, banyak trader top menggunakan metode yang sama untuk menemukan level support dan resistance—yaitu berdasarkan rasio pembagian Fibonacci yang berasal dari deret Fibonacci. Ini bukanlah ilmu gaib, melainkan aturan matematika yang telah terbukti berulang kali di alam dan pasar keuangan selama berabad-abad.
Ketika kamu mengamati pergerakan harga historis, kamu akan menemukan titik pembalikan harga aset sering muncul di posisi persentase tertentu. Inilah mengapa trader menempatkan order beli atau jual di level tertentu—karena posisi ini sering menjadi titik konsensus di pasar.
Logika Matematika Deret Fibonacci
Inti dari deret Fibonacci sangat sederhana: setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya, yang berlanjut tanpa batas.
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765…
Mengamati deret ini, ada fenomena menarik:
Ketika kamu membagi angka mana pun dalam deret dengan angka sebelumnya, hasilnya mendekati 1.618. Misalnya 1597 ÷ 987 ≈ 1.618; 610 ÷ 377 ≈ 1.618. Angka 1.618 ini dikenal sebagai rasio emas yang terkenal.
Sebaliknya, jika membagi angka dengan angka yang berada di posisi setelahnya, hasilnya mendekati 0.618. Contohnya 144 ÷ 233 ≈ 0.618; 610 ÷ 987 ≈ 0.618. 0.618 ini adalah kebalikan dari 1.618 dan menjadi dasar level retracement Fibonacci 61.8%.
Jika membagi angka dengan angka dua posisi di depannya, hasilnya akan mendekati 0.382. Seperti 55 ÷ 89 ≈ 0.382; 377 ÷ 987 ≈ 0.382. Angka ini menjadi dasar level retracement Fibonacci 38.2%.
Ketiga rasio kunci ini (1.618, 0.618, 0.382) adalah angka yang benar-benar perlu diingat oleh trader.
Fibonacci Retracement: Senjata Mencari Peluang Masuk
Garis retracement Fibonacci (juga disebut garis pembagian emas) membantu trader menemukan posisi di mana harga aset mungkin berhenti atau berbalik selama proses koreksi.
Cara Kerjanya
Trader menggambar garis retracement antara dua titik harga (biasanya titik tertinggi dan terendah terbaru). Sistem otomatis menghitung lima level penting: 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6%. Level-level ini mewakili area di mana harga kemungkinan akan berhenti atau berbalik.
Sebagai contoh, jika EUR/USD naik dari titik rendah tertentu ke 1.5 lalu mulai koreksi 0.354, ini berarti harga telah melakukan koreksi 23.6%, yang sesuai dengan rasio Fibonacci.
Contoh Kasus Praktis
Misalnya harga emas naik dari 1681 ke 1807.93, dengan menggunakan kedua titik harga ini, hitung level retracement:
Ketika harga emas turun ke level 61.8%, banyak trader akan menganggapnya sebagai support dan menempatkan order beli di level tersebut.
Cara Menggunakan dalam Tren Naik
Ketika aset mengalami kenaikan besar lalu mulai koreksi, trader menggambar garis Fibonacci retracement dari titik terendah(A) ke titik tertinggi(B). Level-level retracement (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%) sering menjadi support baru. Trader menunggu sinyal rebound di level ini, dan jika ada konfirmasi, mereka bisa masuk posisi.
Cara Menggunakan dalam Tren Turun
Ketika aset turun tajam, trader menggambar garis dari titik tertinggi(A) ke titik terendah(B). Level-level ini menjadi resistance. Saat harga rebound dari bawah dan mendekati resistance ini, biasanya akan kembali turun.
Biasanya trader menggabungkan indikator teknikal lain atau pola candlestick untuk konfirmasi, guna meningkatkan peluang keberhasilan.
Fibonacci Ekspansi: Peta Menentukan Target Keuntungan
Kalau Fibonacci retracement membantu kamu menemukan titik masuk, Fibonacci extension membantu menentukan kapan harus keluar.
Level Ekspansi Apa Saja
Fibonacci extension didasarkan pada rasio kunci 1.618. Level ekspansi umum meliputi: 100%, 161.8%, 200%, 261.8%, dan 423.6%.
Penggunaan dalam Tren Naik
Tentukan tiga titik penting: titik X (support terbaru), titik A (resistance terbaru), dan titik B (level retracement Fibonacci tertentu). Setelah ketiga titik ini dikonfirmasi, trader bisa menempatkan order beli di titik B dan memperkirakan target harga berdasarkan level ekspansi Fibonacci. Saat harga mencapai titik C (level ekspansi tertentu), saatnya mempertimbangkan untuk menutup posisi.
Penggunaan dalam Tren Turun
Sebaliknya, titik X menjadi resistance, titik A support, dan titik B level retracement. Trader menempatkan order jual di titik B dan menunggu harga mencapai titik C (level ekspansi) untuk keluar posisi.
Logika Trading Lengkap
Aplikasi deret Fibonacci dalam trading dapat dirangkum sebagai berikut: gunakan Fibonacci retracement untuk menemukan support dan resistance, lalu tentukan titik masuk; gunakan Fibonacci extension untuk memperkirakan target keluar. Kombinasi keduanya membantu trader membangun rencana trading yang lebih lengkap.
Ingat, rasio Fibonacci efektif di pasar keuangan karena banyak peserta pasar menggunakannya. Ketika cukup banyak orang menempatkan order di level yang sama, posisi itu benar-benar menjadi support atau resistance.