Dalam perdagangan mata uang, banyak investor sering fokus hanya pada harga dan tren pasangan mata uang tertentu. Tetapi hal yang sering mereka abaikan adalah hubungan antar pasangan mata uang yang berbeda, atau yang dikenal sebagai Forex Correlation. Memahami hal ini adalah alat yang sangat efektif untuk pengambilan keputusan investasi yang cerdas.
Mengapa Forex Correlation Penting dalam Trading
Bayangkan situasi ini, Anda memutuskan untuk membeli EUR/USD dan GBP/USD secara bersamaan. Anda berpikir bahwa Anda sedang membuat portofolio Anda lebih beragam, tetapi sebenarnya kedua pasangan mata uang ini cenderung bergerak ke arah yang sama, yang berarti Anda secara tidak sadar meningkatkan risiko.
Studi tentang Forex Correlation membantu Anda melihat gambaran pasar secara lebih jelas, sehingga Anda dapat:
Menghindari spekulasi berulang yang tidak perlu
Membuat portofolio yang benar-benar beragam
Mengurangi risiko dengan memilih pasangan mata uang yang bergerak berlawanan
Hubungan Statistik Antara Variabel
Correlation secara akademik adalah pengukuran statistik yang menunjukkan bagaimana dua variabel (atau lebih) saling terkait. Variabel-variabel ini bisa meningkat atau menurun bersamaan, atau bergerak berlawanan arah.
Nilai pengukuran ini disebut Correlation Coefficient, yang berkisar antara -1 sampai 1. Angka ini memberi tahu kita bahwa:
Seberapa kuat hubungan tersebut
Arah dari hubungan tersebut
Membaca Nilai Correlation Coefficient
Nilai Correlation menggunakan angka antara -1 sampai 1 untuk mengukur hubungan antara pasangan mata uang:
Correlation = +1 (Hubungan positif penuh)
Mengindikasikan kedua pasangan mata uang bergerak searah secara sempurna. Ketika satu naik, pasangan lainnya juga naik. Contoh nyata bisa dilihat dari EUR/USD dan GBP/USD yang memiliki korelasi sekitar 0.8 ke atas.
Correlation = -1 (Hubungan negatif penuh)
Mengindikasikan kedua pasangan mata uang bergerak berlawanan secara sempurna. Misalnya AUD/USD dan USD/CAD yang memiliki korelasi sekitar -0.8 atau lebih rendah.
Correlation = 0 (Tidak ada hubungan)
Menunjukkan bahwa pergerakan kedua pasangan mata uang tidak terkait sama sekali. Contohnya adalah AUD/NZD dan USD/JPY yang mungkin berkorelasi mendekati 0.
Cara Menghitung Correlation
Metode umum yang digunakan trader adalah Pearson Correlation Coefficient, yaitu rumus statistik yang membandingkan harga dalam periode tertentu. Biasanya trader menggunakan alat yang tersedia di platform trading tanpa perlu menghitung secara manual.
Contoh Hubungan Antara Pasangan Mata Uang di Pasar Nyata
Berdasarkan analisis pasar, kita temukan bahwa:
Pasangan mata uang yang bergerak searah (Positive Correlation)
EUR/USD dan GBP/USD memiliki korelasi sekitar 0.85, keduanya cukup mirip karena keduanya melibatkan mata uang Eropa dan dipengaruhi faktor ekonomi yang serupa.
AUD/USD dan NZD/USD memiliki korelasi sekitar 0.80 karena keduanya berasal dari negara tetangga di Oceania.
Pasangan mata uang yang bergerak berlawanan (Negative Correlation)
AUD/USD dan USD/CAD memiliki korelasi sekitar -0.89, keduanya sering bergerak berlawanan arah.
USD/JPY dan EUR/USD memiliki korelasi sekitar -0.65, karena Yen Jepang cenderung menghindari risiko, dan saat pasar mencari risiko, Yen melemah sementara EUR/USD menguat.
Pasangan mata uang yang hampir tidak berkorelasi (Near Zero Correlation)
AUD/NZD dan USD/JPY memiliki korelasi sekitar -0.05, keduanya bergerak hampir independen satu sama lain.
Pairs Trading: Strategi Menilai Nilai Hubungan
Pairs Trading adalah strategi yang memanfaatkan hubungan antar pasangan mata uang. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Misalnya, pasangan EUR/USD dan GBP/USD memiliki korelasi positif tinggi, tetapi sebelumnya EUR/USD naik lebih dulu sementara GBP/USD belum mengikuti. Trader mungkin mengharapkan GBP/USD akan mengikuti, sehingga:
Membeli (Buy) GBP/USD (yang tertinggal)
Menjual (Sell) EUR/USD (yang sudah naik) untuk membatasi risiko
Ketika GBP/USD mengikuti dan keduanya kembali ke hubungan normal, trader bisa mendapatkan keuntungan dari penyesuaian ini.
Risk-on dan Risk-off: Perubahan Hubungan
Dalam pasar Forex, trader sering memperhatikan tingkat risiko yang bersedia mereka ambil:
Sentimen Risk-on (pasar banyak):
Ketika pasar dalam kondisi risk-on, investor lebih berani mengambil risiko, dana mengalir dari aset aman (seperti USD, JPY, Emas) ke aset berisiko tinggi (seperti AUD, NZD, CAD).
Dalam kondisi ini:
AUD/USD cenderung naik
USD/JPY cenderung naik
Emas cenderung turun
Sentimen Risk-off (pasar sedikit):
Ketika terjadi kekhawatiran ekonomi atau ketidakpastian politik, investor beralih ke aset aman, dana mengalir kembali ke:
AUD/USD cenderung turun
USD/JPY cenderung turun
Emas cenderung naik
Faktor yang Mempengaruhi Hubungan
Nilai Correlation tidak tetap konstan, berubah sesuai kejadian:
Data ekonomi: Pengumuman GDP, inflasi, data ketenagakerjaan dapat mengubah korelasi secara cepat. Rapat bank sentral: Pernyataan dari Fed, ECB, BOJ dapat mengubah korelasi secara signifikan. Peristiwa politik: Pemilu, konflik dagang, perubahan kebijakan. Krisis ekonomi: Saat krisis, hubungan antar aset sering terganggu, dan pasangan mata uang yang sebelumnya bergerak berbeda bisa mulai bergerak bersamaan.
Cara Menggunakan Correlation untuk Keuntungan Maksimal
1. Pilih pasangan mata uang yang sesuai
Jika menginginkan diversifikasi, pilih pasangan dengan korelasi rendah, misalnya EUR/USD dan USD/JPY (Korelasi sekitar -0.50) daripada EUR/USD dan GBP/USD.
2. Kelola risiko
Jika dua pasangan memiliki korelasi tinggi dan Anda melakukan spekulasi pada keduanya, risiko justru meningkat. Sebaiknya sesuaikan ukuran posisi atau hindari spekulasi bersamaan.
3. Gunakan sebagai konfirmasi sinyal
Jika mendapatkan sinyal beli EUR/USD dan korelasi EUR/USD dengan GBP/USD tinggi, Anda bisa mengharapkan GBP/USD akan naik juga, sebagai konfirmasi.
4. Periksa korelasi secara rutin
Jangan anggap nilai korelasi lama masih berlaku, selalu perbarui data dan analisis.
Peringatan Penting
Korelasi bukan sebab-akibat
Dua pasangan mata uang bisa bergerak bersamaan, tetapi ini tidak berarti satu menyebabkan yang lain bergerak.
Jangan gunakan sendiri
Korelasi hanyalah alat bantu, harus dipadukan dengan analisis lain seperti analisis teknikal, berita, atau fundamental.
Korelasi tidak selalu berlaku saat krisis
Selama krisis keuangan, korelasi sering terganggu, dan aset yang sebelumnya tidak terkait bisa mulai bergerak bersamaan.
Kesimpulan
Forex Correlation adalah alat yang sangat berharga bagi trader. Memahami hubungan antar pasangan mata uang membantu Anda:
Membangun portofolio yang beragam secara efektif
Mengurangi risiko dengan memahami pasangan mana yang bergerak bersama
Menemukan peluang baru melalui strategi Pairs Trading
Mengambil keputusan investasi secara cerdas dan sistematis
Semakin Anda belajar dan terbiasa dengan konsep ini, trading Anda akan menjadi lebih terarah dan bertujuan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa yang harus diketahui trader tentang Korelasi di pasar Forex
Dalam perdagangan mata uang, banyak investor sering fokus hanya pada harga dan tren pasangan mata uang tertentu. Tetapi hal yang sering mereka abaikan adalah hubungan antar pasangan mata uang yang berbeda, atau yang dikenal sebagai Forex Correlation. Memahami hal ini adalah alat yang sangat efektif untuk pengambilan keputusan investasi yang cerdas.
Mengapa Forex Correlation Penting dalam Trading
Bayangkan situasi ini, Anda memutuskan untuk membeli EUR/USD dan GBP/USD secara bersamaan. Anda berpikir bahwa Anda sedang membuat portofolio Anda lebih beragam, tetapi sebenarnya kedua pasangan mata uang ini cenderung bergerak ke arah yang sama, yang berarti Anda secara tidak sadar meningkatkan risiko.
Studi tentang Forex Correlation membantu Anda melihat gambaran pasar secara lebih jelas, sehingga Anda dapat:
Hubungan Statistik Antara Variabel
Correlation secara akademik adalah pengukuran statistik yang menunjukkan bagaimana dua variabel (atau lebih) saling terkait. Variabel-variabel ini bisa meningkat atau menurun bersamaan, atau bergerak berlawanan arah.
Nilai pengukuran ini disebut Correlation Coefficient, yang berkisar antara -1 sampai 1. Angka ini memberi tahu kita bahwa:
Membaca Nilai Correlation Coefficient
Nilai Correlation menggunakan angka antara -1 sampai 1 untuk mengukur hubungan antara pasangan mata uang:
Correlation = +1 (Hubungan positif penuh)
Mengindikasikan kedua pasangan mata uang bergerak searah secara sempurna. Ketika satu naik, pasangan lainnya juga naik. Contoh nyata bisa dilihat dari EUR/USD dan GBP/USD yang memiliki korelasi sekitar 0.8 ke atas.
Correlation = -1 (Hubungan negatif penuh)
Mengindikasikan kedua pasangan mata uang bergerak berlawanan secara sempurna. Misalnya AUD/USD dan USD/CAD yang memiliki korelasi sekitar -0.8 atau lebih rendah.
Correlation = 0 (Tidak ada hubungan)
Menunjukkan bahwa pergerakan kedua pasangan mata uang tidak terkait sama sekali. Contohnya adalah AUD/NZD dan USD/JPY yang mungkin berkorelasi mendekati 0.
Cara Menghitung Correlation
Metode umum yang digunakan trader adalah Pearson Correlation Coefficient, yaitu rumus statistik yang membandingkan harga dalam periode tertentu. Biasanya trader menggunakan alat yang tersedia di platform trading tanpa perlu menghitung secara manual.
Contoh Hubungan Antara Pasangan Mata Uang di Pasar Nyata
Berdasarkan analisis pasar, kita temukan bahwa:
Pasangan mata uang yang bergerak searah (Positive Correlation)
Pasangan mata uang yang bergerak berlawanan (Negative Correlation)
Pasangan mata uang yang hampir tidak berkorelasi (Near Zero Correlation)
Pairs Trading: Strategi Menilai Nilai Hubungan
Pairs Trading adalah strategi yang memanfaatkan hubungan antar pasangan mata uang. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Misalnya, pasangan EUR/USD dan GBP/USD memiliki korelasi positif tinggi, tetapi sebelumnya EUR/USD naik lebih dulu sementara GBP/USD belum mengikuti. Trader mungkin mengharapkan GBP/USD akan mengikuti, sehingga:
Ketika GBP/USD mengikuti dan keduanya kembali ke hubungan normal, trader bisa mendapatkan keuntungan dari penyesuaian ini.
Risk-on dan Risk-off: Perubahan Hubungan
Dalam pasar Forex, trader sering memperhatikan tingkat risiko yang bersedia mereka ambil:
Sentimen Risk-on (pasar banyak):
Ketika pasar dalam kondisi risk-on, investor lebih berani mengambil risiko, dana mengalir dari aset aman (seperti USD, JPY, Emas) ke aset berisiko tinggi (seperti AUD, NZD, CAD).
Dalam kondisi ini:
Sentimen Risk-off (pasar sedikit):
Ketika terjadi kekhawatiran ekonomi atau ketidakpastian politik, investor beralih ke aset aman, dana mengalir kembali ke:
Faktor yang Mempengaruhi Hubungan
Nilai Correlation tidak tetap konstan, berubah sesuai kejadian:
Data ekonomi: Pengumuman GDP, inflasi, data ketenagakerjaan dapat mengubah korelasi secara cepat.
Rapat bank sentral: Pernyataan dari Fed, ECB, BOJ dapat mengubah korelasi secara signifikan.
Peristiwa politik: Pemilu, konflik dagang, perubahan kebijakan.
Krisis ekonomi: Saat krisis, hubungan antar aset sering terganggu, dan pasangan mata uang yang sebelumnya bergerak berbeda bisa mulai bergerak bersamaan.
Cara Menggunakan Correlation untuk Keuntungan Maksimal
1. Pilih pasangan mata uang yang sesuai
Jika menginginkan diversifikasi, pilih pasangan dengan korelasi rendah, misalnya EUR/USD dan USD/JPY (Korelasi sekitar -0.50) daripada EUR/USD dan GBP/USD.
2. Kelola risiko
Jika dua pasangan memiliki korelasi tinggi dan Anda melakukan spekulasi pada keduanya, risiko justru meningkat. Sebaiknya sesuaikan ukuran posisi atau hindari spekulasi bersamaan.
3. Gunakan sebagai konfirmasi sinyal
Jika mendapatkan sinyal beli EUR/USD dan korelasi EUR/USD dengan GBP/USD tinggi, Anda bisa mengharapkan GBP/USD akan naik juga, sebagai konfirmasi.
4. Periksa korelasi secara rutin
Jangan anggap nilai korelasi lama masih berlaku, selalu perbarui data dan analisis.
Peringatan Penting
Korelasi bukan sebab-akibat
Dua pasangan mata uang bisa bergerak bersamaan, tetapi ini tidak berarti satu menyebabkan yang lain bergerak.
Jangan gunakan sendiri
Korelasi hanyalah alat bantu, harus dipadukan dengan analisis lain seperti analisis teknikal, berita, atau fundamental.
Korelasi tidak selalu berlaku saat krisis
Selama krisis keuangan, korelasi sering terganggu, dan aset yang sebelumnya tidak terkait bisa mulai bergerak bersamaan.
Kesimpulan
Forex Correlation adalah alat yang sangat berharga bagi trader. Memahami hubungan antar pasangan mata uang membantu Anda:
Semakin Anda belajar dan terbiasa dengan konsep ini, trading Anda akan menjadi lebih terarah dan bertujuan.