Perubahan pasar global dan teknologi telah secara signifikan mengubah peta kekayaan, bukan hanya uang tunai di rekening yang dihitung, tetapi juga aset yang terkait dengan industri yang merevolusi dunia. Artikel ini akan memperkenalkan Anda pada 10 pemimpin bisnis yang berpengaruh terhadap ekonomi dunia, beserta analisis tentang cara mereka membangun kekayaan.
Dari Silicon Valley hingga Mode Milan: Peta Kekayaan Baru
Aset miliarder dunia saat ini tidak terbatas pada sumur minyak atau sumber daya alam seperti abad sebelumnya, melainkan berasal dari inovasi teknologi, pengelolaan bisnis, dan akuisisi strategis. Para pemimpin ini telah membangun kerajaan bisnis yang menentukan gaya hidup manusia, baik di kota maupun di pedesaan.
Peringkat atas: Elon Musk dan Keberanian
Di puncak daftar adalah Elon Musk dengan total kekayaan sebesar 342 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap visi berani yang dimilikinya. Ia tidak berhenti hanya pada pengalihan mobil ke era listrik; ia juga menembus ke luar angkasa dan kecerdasan buatan.
Ketika Musk berusia hanya 12 tahun, ia menjual game komputer pertamanya berjudul Blastar. Kemampuannya melihat peluang bisnis sejak muda menjadi bagian dari kariernya. Pada usia 20 tahun, ia ikut menawarkan perusahaan Zip2 pada tahun 1995 sebelum melangkah ke X.com(yang kemudian menjadi PayPal).
Saat ini, Tesla, karya Musk, memegang saham bernilai sekitar 51 miliar dolar AS. SpaceX, perusahaan eksplorasi luar angkasa miliknya, memiliki nilai lebih dari 82 miliar dolar AS. Selain itu, ada xAI, The Boring Company, dan Neuralink yang terus menghasilkan pendapatan.
Peringkat 2-3: Dunia Digital Melahirkan Miliarder Baru
Mark Zuckerberg, co-founder Meta Platforms, memiliki kekayaan total 215 miliar dolar AS, yang diperoleh dalam beberapa tahun sejak peluncuran Facebook di asrama perempuan Harvard hingga menjadi platform media sosial nomor satu di dunia.
Saham Meta Platforms yang ia miliki sekitar 13%, bernilai 164 miliar dolar AS. Kas tunainya bertambah lagi 5,1 miliar dolar. Akuisisi Instagram dan WhatsApp di masa lalu menunjukkan pandangan jauh ke depan.
Jeff Bezos, pendiri Amazon, memiliki kekayaan sebesar 192 miliar dolar AS. Saham Amazon yang ia miliki sekitar 9-9,7%, bernilai tidak kurang dari 186-190 miliar dolar AS. Selain itu, Blue Origin(perusahaan eksplorasi luar angkasanya) bernilai 15 miliar dolar, The Washington Post bernilai 250 juta dolar, dan kas sebesar 19,9 miliar dolar.
Industri perangkat lunak adalah logam mulia yang penuh potensi
Larry Ellison, tokoh ajaib di Oracle, memiliki kekayaan sekitar 178 miliar dolar AS. Pada usia 80 tahun, ia tetap menjadi pemimpin dalam bidang teknologi. Oracle yang didirikannya bersama pada tahun 1977 merupakan revolusi dalam pengelolaan basis data. Saham Oracle yang dimilikinya 42% bernilai lebih dari 117 miliar dolar AS.
Selain itu, akuisisi Cerner Corporation pada tahun 2021 seharga 28,3 miliar dolar menunjukkan bahwa ia tetap melihat peluang bisnis dengan tenang. Saham di Tesla yang pernah ia pegang saat menjabat di dewan direksi antara 2018-2022 bernilai sekitar 10,4 miliar dolar.
Fashion mewah: Bernard Arnault dan Tiga D
Bernard Arnault, CEO LVMH, memiliki kekayaan total 154 miliar dolar AS. Ia warga Prancis, tetapi kepemilikan grup merek fashion mewah terbesar di dunia membuatnya berpengaruh secara global.
Saham LVMH yang dimilikinya 48% bernilai 170 miliar dolar AS. Latar belakangnya dimulai dari bisnis konstruksi keluarga. Ia menginvestasikan 15 juta dolar dari bisnis tersebut untuk membeli Christian Dior pada tahun 1984. Dengan akuisisi yang cermat, ia membangun kerajaan merek yang mencakup Givenchy, Fendi, Celine, dan lainnya. Pada tahun 2021, LVMH mengakuisisi Tiffany & Co seharga 15,8 miliar dolar, menjadi akuisisi merek mewah terbesar dalam sejarah.
Pemimpin Investasi: Warren Buffett
Warren Buffett, “Oracle of Omaha,” memegang Berkshire Hathaway dan memiliki kekayaan sebesar 146 miliar dolar AS. Ia mulai berinvestasi sejak usia 11 tahun, mendirikan Buffett Partnership Ltd pada tahun 1956, dan mengendalikan Berkshire Hathaway pada tahun yang sama.
Strateginya sederhana namun efektif: “Aturan pertama: jangan kehilangan uang. Aturan kedua: jangan lupa aturan pertama.” Saham Berkshire Hathaway yang dimilikinya 15% bernilai 137 miliar dolar AS. Pendekatannya dalam memegang saham di berbagai bidang—media, asuransi, energi, makanan dan minuman—menjadikan Berkshire Hathaway simbol investasi yang tahan banting.
Pintu Emas Silicon Valley: Larry Page dan Sergey Brin
Larry Page memiliki kekayaan sebesar 144 miliar dolar AS, dan Sergey Brin 138 miliar dolar AS. Keduanya adalah pendiri Alphabet(perusahaan induk Google), yang mengembangkan mesin pencari revolusioner yang menampilkan hasil berdasarkan relevansi halaman web.
Mereka memulai sebagai mahasiswa doktoral di Stanford dan membawa Google ke publik pada tahun 2004, mengumpulkan dana sebesar 1,67 miliar dolar. Portofolio mereka kemudian berkembang menjadi Gmail, Android, YouTube, dan layanan cloud lainnya. Kedua saham Alphabet masing-masing sekitar 6%, dengan total nilai lebih dari 259 miliar dolar AS.
Peritel fashion dan properti
Amancio Ortega, pendiri Inditex(perusahaan induk Zara), memiliki kekayaan 124 miliar dolar AS. Ia warga Spanyol dan memulai perusahaan pada tahun 1975 bersama mantan istrinya Rosalia Mera(yang meninggal tahun 2013).
Inditex mengoperasikan lebih dari 5.000 toko di seluruh dunia di bawah 8 merek, termasuk Zara, Massimo Dutti, Bershka, dan Pull & Bear. Saham Inditex yang dimilikinya 60% bernilai 72 miliar dolar. Aset properti miliknya tersebar di kota-kota utama dunia seperti Madrid, London, New York, dan Chicago.
Putrinya, Marta Ortega Pérez, diangkat sebagai presiden perusahaan pada tahun 2022 setelah 15 tahun berpengalaman di bisnis ini.
Pria kota dengan musik teknologi
Steve Ballmer, mantan CEO Microsoft, memiliki kekayaan sebesar 118 miliar dolar AS. Ia bergabung dengan Microsoft pada tahun 1980 setelah keluar dari Stanford MBA dan menjadi CEO pada tahun 2000.
Di bawah kepemimpinannya, Microsoft memperluas produk secara signifikan, termasuk pengembangan Xbox dan akuisisi Skype pada tahun 2014. Saham Microsoft yang dimilikinya sekitar 4% bernilai 134 miliar dolar AS. Ia juga pemilik Los Angeles Clippers dari NBA, dibeli dengan dana 2 miliar dolar, dan memiliki aset di stadion seperti Intuit Dome dan The Forum, serta kas sebesar 4,43 miliar dolar AS.
Faktor Utama dalam Membangun Kekayaan: Analisis Mendalam
Kesamaan para miliarder ini bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga proses pengambilan keputusan utama:
Pertama: Pemilihan Industri - Industri teknologi, mode mewah, investasi keuangan, dan eksplorasi luar angkasa menciptakan kekayaan yang “lebih tinggi” dibandingkan industri tradisional karena skalanya yang besar dan tingkat pengambilan keputusan yang tinggi.
Kedua: Membangun Platform - Sebagian besar kekayaan berasal dari kepemilikan saham di “platform” besar yang menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia, seperti Amazon, Facebook, Google, atau LVMH.
Ketiga: Ekspansi Investasi - Setelah membangun perusahaan dan merek, mereka berinvestasi di aset lain. Algoritma “memberi ikan daripada memancing” membuat kekayaan ini berkembang secara otomatis seiring waktu.
Tabel Peringkat
No
Nama
Kekayaan
Usia
Negara
Sumber Pendapatan Utama
1
Elon Musk
342 Miliar$
53
AS
Tesla, SpaceX, xAI
2
Mark Zuckerberg
215 Miliar$
40
AS
Meta Platforms
3
Jeff Bezos
192 Miliar$
61
AS
Amazon, Blue Origin
4
Larry Ellison
178 Miliar$
80
AS
Oracle
5
Bernard Arnault
154 Miliar$
76
Prancis
LVMH
6
Warren Buffett
146 Miliar$
94
AS
Berkshire Hathaway
7
Larry Page
144 Miliar$
52
AS
Alphabet/Google
8
Sergey Brin
138 Miliar$
51
AS
Alphabet/Google
9
Amancio Ortega
124 Miliar$
89
Spanyol
Inditex/Zara
10
Steve Ballmer
118 Miliar$
69
AS
Microsoft
Pelajaran untuk Para Penggali Kekayaan
Kisah para miliarder ini bukan sekadar catatan keberhasilan, tetapi juga pelajaran yang bisa dipetik:
Ketahanan - Musk mencoba PayPal sebelum sukses, Zuckerberg mulai dari kamar asrama, Bezos bangkit dari kebangkrutan tahun 1995-1996.
Pandangan Jauh ke Depan - Mereka tidak hanya fokus pada “sekarang”, tetapi memikirkan 5, 10 tahun ke depan. Musk berkata, “Saya harus ke Mars,” dan Buffett mengatakan, “Saya harus belajar bisnis dan berinvestasi di sana.”
Kesabaran - Kekayaan tidak terbentuk dalam semalam; mereka menghabiskan dekade membangun dan mempertahankan aset.
Anda bisa memulai langkah pertama menuju keberhasilan dengan berinvestasi dalam pendidikan, mempelajari pasar, dan terus belajar secara konsisten. Di dunia yang penuh peluang ini, jika Anda berpikir berbeda dan bekerja lebih keras dari orang lain, kesuksesan tidak jauh dari jangkauan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Siapa saja yang menguasai kekuasaan keuangan dunia pada tahun 2567? Miliarder dengan tren baru yang perlu diketahui
Perubahan pasar global dan teknologi telah secara signifikan mengubah peta kekayaan, bukan hanya uang tunai di rekening yang dihitung, tetapi juga aset yang terkait dengan industri yang merevolusi dunia. Artikel ini akan memperkenalkan Anda pada 10 pemimpin bisnis yang berpengaruh terhadap ekonomi dunia, beserta analisis tentang cara mereka membangun kekayaan.
Dari Silicon Valley hingga Mode Milan: Peta Kekayaan Baru
Aset miliarder dunia saat ini tidak terbatas pada sumur minyak atau sumber daya alam seperti abad sebelumnya, melainkan berasal dari inovasi teknologi, pengelolaan bisnis, dan akuisisi strategis. Para pemimpin ini telah membangun kerajaan bisnis yang menentukan gaya hidup manusia, baik di kota maupun di pedesaan.
Peringkat atas: Elon Musk dan Keberanian
Di puncak daftar adalah Elon Musk dengan total kekayaan sebesar 342 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap visi berani yang dimilikinya. Ia tidak berhenti hanya pada pengalihan mobil ke era listrik; ia juga menembus ke luar angkasa dan kecerdasan buatan.
Ketika Musk berusia hanya 12 tahun, ia menjual game komputer pertamanya berjudul Blastar. Kemampuannya melihat peluang bisnis sejak muda menjadi bagian dari kariernya. Pada usia 20 tahun, ia ikut menawarkan perusahaan Zip2 pada tahun 1995 sebelum melangkah ke X.com(yang kemudian menjadi PayPal).
Saat ini, Tesla, karya Musk, memegang saham bernilai sekitar 51 miliar dolar AS. SpaceX, perusahaan eksplorasi luar angkasa miliknya, memiliki nilai lebih dari 82 miliar dolar AS. Selain itu, ada xAI, The Boring Company, dan Neuralink yang terus menghasilkan pendapatan.
Peringkat 2-3: Dunia Digital Melahirkan Miliarder Baru
Mark Zuckerberg, co-founder Meta Platforms, memiliki kekayaan total 215 miliar dolar AS, yang diperoleh dalam beberapa tahun sejak peluncuran Facebook di asrama perempuan Harvard hingga menjadi platform media sosial nomor satu di dunia.
Saham Meta Platforms yang ia miliki sekitar 13%, bernilai 164 miliar dolar AS. Kas tunainya bertambah lagi 5,1 miliar dolar. Akuisisi Instagram dan WhatsApp di masa lalu menunjukkan pandangan jauh ke depan.
Jeff Bezos, pendiri Amazon, memiliki kekayaan sebesar 192 miliar dolar AS. Saham Amazon yang ia miliki sekitar 9-9,7%, bernilai tidak kurang dari 186-190 miliar dolar AS. Selain itu, Blue Origin(perusahaan eksplorasi luar angkasanya) bernilai 15 miliar dolar, The Washington Post bernilai 250 juta dolar, dan kas sebesar 19,9 miliar dolar.
Industri perangkat lunak adalah logam mulia yang penuh potensi
Larry Ellison, tokoh ajaib di Oracle, memiliki kekayaan sekitar 178 miliar dolar AS. Pada usia 80 tahun, ia tetap menjadi pemimpin dalam bidang teknologi. Oracle yang didirikannya bersama pada tahun 1977 merupakan revolusi dalam pengelolaan basis data. Saham Oracle yang dimilikinya 42% bernilai lebih dari 117 miliar dolar AS.
Selain itu, akuisisi Cerner Corporation pada tahun 2021 seharga 28,3 miliar dolar menunjukkan bahwa ia tetap melihat peluang bisnis dengan tenang. Saham di Tesla yang pernah ia pegang saat menjabat di dewan direksi antara 2018-2022 bernilai sekitar 10,4 miliar dolar.
Fashion mewah: Bernard Arnault dan Tiga D
Bernard Arnault, CEO LVMH, memiliki kekayaan total 154 miliar dolar AS. Ia warga Prancis, tetapi kepemilikan grup merek fashion mewah terbesar di dunia membuatnya berpengaruh secara global.
Saham LVMH yang dimilikinya 48% bernilai 170 miliar dolar AS. Latar belakangnya dimulai dari bisnis konstruksi keluarga. Ia menginvestasikan 15 juta dolar dari bisnis tersebut untuk membeli Christian Dior pada tahun 1984. Dengan akuisisi yang cermat, ia membangun kerajaan merek yang mencakup Givenchy, Fendi, Celine, dan lainnya. Pada tahun 2021, LVMH mengakuisisi Tiffany & Co seharga 15,8 miliar dolar, menjadi akuisisi merek mewah terbesar dalam sejarah.
Pemimpin Investasi: Warren Buffett
Warren Buffett, “Oracle of Omaha,” memegang Berkshire Hathaway dan memiliki kekayaan sebesar 146 miliar dolar AS. Ia mulai berinvestasi sejak usia 11 tahun, mendirikan Buffett Partnership Ltd pada tahun 1956, dan mengendalikan Berkshire Hathaway pada tahun yang sama.
Strateginya sederhana namun efektif: “Aturan pertama: jangan kehilangan uang. Aturan kedua: jangan lupa aturan pertama.” Saham Berkshire Hathaway yang dimilikinya 15% bernilai 137 miliar dolar AS. Pendekatannya dalam memegang saham di berbagai bidang—media, asuransi, energi, makanan dan minuman—menjadikan Berkshire Hathaway simbol investasi yang tahan banting.
Pintu Emas Silicon Valley: Larry Page dan Sergey Brin
Larry Page memiliki kekayaan sebesar 144 miliar dolar AS, dan Sergey Brin 138 miliar dolar AS. Keduanya adalah pendiri Alphabet(perusahaan induk Google), yang mengembangkan mesin pencari revolusioner yang menampilkan hasil berdasarkan relevansi halaman web.
Mereka memulai sebagai mahasiswa doktoral di Stanford dan membawa Google ke publik pada tahun 2004, mengumpulkan dana sebesar 1,67 miliar dolar. Portofolio mereka kemudian berkembang menjadi Gmail, Android, YouTube, dan layanan cloud lainnya. Kedua saham Alphabet masing-masing sekitar 6%, dengan total nilai lebih dari 259 miliar dolar AS.
Peritel fashion dan properti
Amancio Ortega, pendiri Inditex(perusahaan induk Zara), memiliki kekayaan 124 miliar dolar AS. Ia warga Spanyol dan memulai perusahaan pada tahun 1975 bersama mantan istrinya Rosalia Mera(yang meninggal tahun 2013).
Inditex mengoperasikan lebih dari 5.000 toko di seluruh dunia di bawah 8 merek, termasuk Zara, Massimo Dutti, Bershka, dan Pull & Bear. Saham Inditex yang dimilikinya 60% bernilai 72 miliar dolar. Aset properti miliknya tersebar di kota-kota utama dunia seperti Madrid, London, New York, dan Chicago.
Putrinya, Marta Ortega Pérez, diangkat sebagai presiden perusahaan pada tahun 2022 setelah 15 tahun berpengalaman di bisnis ini.
Pria kota dengan musik teknologi
Steve Ballmer, mantan CEO Microsoft, memiliki kekayaan sebesar 118 miliar dolar AS. Ia bergabung dengan Microsoft pada tahun 1980 setelah keluar dari Stanford MBA dan menjadi CEO pada tahun 2000.
Di bawah kepemimpinannya, Microsoft memperluas produk secara signifikan, termasuk pengembangan Xbox dan akuisisi Skype pada tahun 2014. Saham Microsoft yang dimilikinya sekitar 4% bernilai 134 miliar dolar AS. Ia juga pemilik Los Angeles Clippers dari NBA, dibeli dengan dana 2 miliar dolar, dan memiliki aset di stadion seperti Intuit Dome dan The Forum, serta kas sebesar 4,43 miliar dolar AS.
Faktor Utama dalam Membangun Kekayaan: Analisis Mendalam
Kesamaan para miliarder ini bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga proses pengambilan keputusan utama:
Pertama: Pemilihan Industri - Industri teknologi, mode mewah, investasi keuangan, dan eksplorasi luar angkasa menciptakan kekayaan yang “lebih tinggi” dibandingkan industri tradisional karena skalanya yang besar dan tingkat pengambilan keputusan yang tinggi.
Kedua: Membangun Platform - Sebagian besar kekayaan berasal dari kepemilikan saham di “platform” besar yang menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia, seperti Amazon, Facebook, Google, atau LVMH.
Ketiga: Ekspansi Investasi - Setelah membangun perusahaan dan merek, mereka berinvestasi di aset lain. Algoritma “memberi ikan daripada memancing” membuat kekayaan ini berkembang secara otomatis seiring waktu.
Tabel Peringkat
Pelajaran untuk Para Penggali Kekayaan
Kisah para miliarder ini bukan sekadar catatan keberhasilan, tetapi juga pelajaran yang bisa dipetik:
Ketahanan - Musk mencoba PayPal sebelum sukses, Zuckerberg mulai dari kamar asrama, Bezos bangkit dari kebangkrutan tahun 1995-1996.
Pandangan Jauh ke Depan - Mereka tidak hanya fokus pada “sekarang”, tetapi memikirkan 5, 10 tahun ke depan. Musk berkata, “Saya harus ke Mars,” dan Buffett mengatakan, “Saya harus belajar bisnis dan berinvestasi di sana.”
Kesabaran - Kekayaan tidak terbentuk dalam semalam; mereka menghabiskan dekade membangun dan mempertahankan aset.
Anda bisa memulai langkah pertama menuju keberhasilan dengan berinvestasi dalam pendidikan, mempelajari pasar, dan terus belajar secara konsisten. Di dunia yang penuh peluang ini, jika Anda berpikir berbeda dan bekerja lebih keras dari orang lain, kesuksesan tidak jauh dari jangkauan.