Prinsip yang banyak membingungkan adalah neraca (Balance Sheet) atau yang disebut baru sebagai “laporan posisi keuangan” sebenarnya seberapa penting terhadap pengelolaan bisnis dan pengambilan keputusan investasi
Dokumen keuangan ini tidak hanya menunjukkan seberapa besar kekayaan perusahaan, tetapi juga sebagai alat dalam menjalankan strategi operasionalnya. Terutama saat menganalisis efisiensi penggunaan sumber daya, termasuk tingkat pengelolaan biaya agar menjadi yang paling efisien
Struktur Dasar: Rumus yang Harus Diketahui
Aset = Kewajiban + Ekuitas
Persamaan ini adalah inti dari akuntansi karena menunjukkan bahwa (aset) perusahaan berasal dari dua sumber:
Di sebelah kiri: sumber daya yang benar-benar dimiliki perusahaan (aset)
Di sebelah kanan: sumber dana yang digunakan untuk membeli sumber daya tersebut (pinjaman dan modal pemilik)
Dari istilah “neraca” karena kedua sisi harus selalu seimbang, kemudian Thailand mengubah nama resmi menjadi “laporan posisi keuangan” agar nama ini lebih mencerminkan tujuan secara jelas
Komponen Utama Neraca
1. Aset (Assets) - sumber daya yang menghasilkan pendapatan
Aset adalah hal yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasional dan penciptaan pendapatan. Dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan likuiditas:
Aset lancar dapat diubah menjadi kas dalam waktu 1 tahun:
Kas di tangan dan di bank
Piutang (dari pelanggan yang membayar)
Persediaan barang
Biaya dibayar di muka
Aset tidak lancar membutuhkan waktu lebih lama untuk diubah menjadi kas:
Tanah, bangunan
Mesin, peralatan pabrik
Investasi jangka panjang
Hak paten dan hak cipta
2. Kewajiban (Liabilities) - kewajiban yang harus dibayar kembali
Kewajiban menunjukkan uang yang harus dibayar perusahaan kepada individu atau organisasi eksternal. Dibagi menjadi:
Kewajiban lancar harus dibayar dalam waktu 1 tahun:
Hutang dagang (yang sebagian besar berasal dari pembelian barang secara kredit)
Pinjaman jangka pendek
Pajak yang harus dibayar
Kewajiban tidak lancar harus dibayar dalam waktu lebih dari 1 tahun:
Pinjaman jangka panjang dari bank
Obligasi jangka panjang
Kewajiban berdasarkan kontrak jangka panjang
3. Ekuitas (Equity) - bagian dari pemilik yang sebenarnya
Ini adalah “laba bersih” dari pemilik setelah dikurangi semua kewajiban, terdiri dari:
Modal disetor yang dibeli pemegang saham
Laba ditahan dari operasi masa lalu (setelah membayar dividen)
Analisis Efisiensi: Ketika SG&A Bukan Sekadar Angka
Mengelola item biaya umum, penjualan, dan administrasi (SG&A) melalui neraca membantu manajemen memahami bagaimana perusahaan menggunakan uang dalam operasinya. Analisis bagian ini bersama aset dapat menunjukkan:
Efisiensi penggunaan sumber daya
Rasio biaya administrasi terhadap pendapatan
Potensi peningkatan laba
Kapan Neraca Sangat Berguna?
Untuk manajemen:
Memantau kesehatan keuangan bisnis
Menilai kemampuan membayar utang
Merencanakan penggalangan dana di masa depan
Meningkatkan strategi pengelolaan dan pengurangan biaya
Untuk investor:
Memutuskan apakah akan berinvestasi atau tidak
Membandingkan potensi perusahaan berbeda dalam industri yang sama
Menilai risiko keuangan
Cara Menyusun Neraca
Model Akuntansi (T-form):
Di sebelah kiri menunjukkan aset, di sebelah kanan menunjukkan kewajiban dan ekuitas, merupakan format yang mudah dibaca
Susun daftar kewajiban dan ekuitas di sebelah kanan
Pastikan kedua sisi seimbang
Model Laporan (Report Form):
Daftar disusun berdasarkan urutan, aset terlebih dahulu lalu diikuti kewajiban dan ekuitas, merupakan format yang umum digunakan dalam pelaporan kepada manajemen dan publik
Tampilkan rincian kewajiban, lalu bagian ekuitas, dan totalnya
Pastikan total aset sama dengan total kewajiban dan ekuitas
Mengapa Perubahan Nama Penting?
Nama lama “neraca” hanya menunjukkan keseimbangan angka saja, tidak menyampaikan tujuan lain. Oleh karena itu, standar pelaporan keuangan global berubah menjadi “Statement of Financial Position”. Nama baru ini mencerminkan bahwa dokumen ini adalah gambaran posisi keuangan pada suatu waktu tertentu. Thailand kemudian menyebutnya “laporan posisi keuangan” agar lebih jelas bahwa dokumen ini digunakan untuk menunjukkan kondisi keuangan secara nyata
Cara Mengakses dan Membaca Neraca Perusahaan
Bagi yang ingin mempelajari posisi keuangan perusahaan, dapat mencari di website Datawarehouse.dbd.go.th
Langkah pencarian:
Kunjungi Datawarehouse.dbd.go.th
Pilih bagian “ข้อมูลนิติบุคคลและงบการเงิน”
Ketik nama perusahaan yang ingin dipelajari
Klik tab “ข้อมูลงบการเงิน”
Anda dapat memilih tahun laporan keuangan, melihat laporan laba rugi, menganalisis rasio keuangan, dan membandingkan data tahunan serta dengan perusahaan lain dalam industri
Panduan Analisis Neraca
Langkah 1: Pahami struktur
Neraca menunjukkan gambaran umum aset, kewajiban, dan ekuitas pada suatu waktu tertentu
Langkah 2: Analisis likuiditas
Pertimbangkan kemampuan membayar utang agar mengetahui apakah perusahaan memiliki kas dan aset yang cukup untuk membayar utang jangka pendek
Langkah 3: Evaluasi kemampuan menghasilkan laba
Periksa apakah tahun ke tahun perusahaan mengakumulasi laba atau mengalami kerugian yang meningkat
Langkah 4: Bandingkan antar periode
Analisis perubahan item-item tersebut dibandingkan tahun sebelumnya untuk mengikuti tren keuangan
Langkah 5: Evaluasi struktur utang
Perhatikan rasio pinjaman jangka pendek dan panjang agar mengetahui apakah perusahaan memiliki beban utang yang wajar atau berisiko tinggi
Peringatan dalam Pengambilan Keputusan dari Neraca
Neraca hanya menunjukkan data historis
Bukan data real-time, bisa terjadi perubahan penting setelah penyusunan neraca
Keandalan angka
Neraca bisa mengandung kesalahan atau telah disesuaikan agar terlihat lebih baik, sehingga perlu diverifikasi dengan audit independen
Kondisi ekonomi yang berubah
Inflasi, suku bunga, atau perubahan nilai tukar dapat membuat angka tidak benar-benar dapat dibandingkan
Harus dibaca bersama laporan keuangan lain
Gunakan laporan laba rugi, laporan arus kas, dan rasio keuangan untuk mendapatkan gambaran lengkap
Ringkasan
Laporan posisi keuangan (neraca) adalah laporan yang menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada suatu waktu tertentu. Memahami dan menganalisis neraca memungkinkan manajemen merencanakan pengelolaan lebih baik dan membantu investor dalam pengambilan keputusan investasi berdasarkan data yang cukup
Namun, jangan hanya bergantung pada neraca untuk pengambilan keputusan. Pelajari data keuangan lain secara komprehensif, pertimbangkan kondisi ekonomi dan situasi industri agar pengambilan keputusan menjadi lebih menyeluruh dan berlandaskan dasar yang kuat
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa perlu memahami laporan posisi keuangan?
Prinsip yang banyak membingungkan adalah neraca (Balance Sheet) atau yang disebut baru sebagai “laporan posisi keuangan” sebenarnya seberapa penting terhadap pengelolaan bisnis dan pengambilan keputusan investasi
Dokumen keuangan ini tidak hanya menunjukkan seberapa besar kekayaan perusahaan, tetapi juga sebagai alat dalam menjalankan strategi operasionalnya. Terutama saat menganalisis efisiensi penggunaan sumber daya, termasuk tingkat pengelolaan biaya agar menjadi yang paling efisien
Struktur Dasar: Rumus yang Harus Diketahui
Aset = Kewajiban + Ekuitas
Persamaan ini adalah inti dari akuntansi karena menunjukkan bahwa (aset) perusahaan berasal dari dua sumber:
Dari istilah “neraca” karena kedua sisi harus selalu seimbang, kemudian Thailand mengubah nama resmi menjadi “laporan posisi keuangan” agar nama ini lebih mencerminkan tujuan secara jelas
Komponen Utama Neraca
1. Aset (Assets) - sumber daya yang menghasilkan pendapatan
Aset adalah hal yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasional dan penciptaan pendapatan. Dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan likuiditas:
Aset lancar dapat diubah menjadi kas dalam waktu 1 tahun:
Aset tidak lancar membutuhkan waktu lebih lama untuk diubah menjadi kas:
2. Kewajiban (Liabilities) - kewajiban yang harus dibayar kembali
Kewajiban menunjukkan uang yang harus dibayar perusahaan kepada individu atau organisasi eksternal. Dibagi menjadi:
Kewajiban lancar harus dibayar dalam waktu 1 tahun:
Kewajiban tidak lancar harus dibayar dalam waktu lebih dari 1 tahun:
3. Ekuitas (Equity) - bagian dari pemilik yang sebenarnya
Ini adalah “laba bersih” dari pemilik setelah dikurangi semua kewajiban, terdiri dari:
Analisis Efisiensi: Ketika SG&A Bukan Sekadar Angka
Mengelola item biaya umum, penjualan, dan administrasi (SG&A) melalui neraca membantu manajemen memahami bagaimana perusahaan menggunakan uang dalam operasinya. Analisis bagian ini bersama aset dapat menunjukkan:
Kapan Neraca Sangat Berguna?
Untuk manajemen:
Untuk investor:
Cara Menyusun Neraca
Model Akuntansi (T-form):
Di sebelah kiri menunjukkan aset, di sebelah kanan menunjukkan kewajiban dan ekuitas, merupakan format yang mudah dibaca
Langkah-langkah:
Model Laporan (Report Form):
Daftar disusun berdasarkan urutan, aset terlebih dahulu lalu diikuti kewajiban dan ekuitas, merupakan format yang umum digunakan dalam pelaporan kepada manajemen dan publik
Langkah-langkah:
Mengapa Perubahan Nama Penting?
Nama lama “neraca” hanya menunjukkan keseimbangan angka saja, tidak menyampaikan tujuan lain. Oleh karena itu, standar pelaporan keuangan global berubah menjadi “Statement of Financial Position”. Nama baru ini mencerminkan bahwa dokumen ini adalah gambaran posisi keuangan pada suatu waktu tertentu. Thailand kemudian menyebutnya “laporan posisi keuangan” agar lebih jelas bahwa dokumen ini digunakan untuk menunjukkan kondisi keuangan secara nyata
Cara Mengakses dan Membaca Neraca Perusahaan
Bagi yang ingin mempelajari posisi keuangan perusahaan, dapat mencari di website Datawarehouse.dbd.go.th
Langkah pencarian:
Panduan Analisis Neraca
Langkah 1: Pahami struktur
Neraca menunjukkan gambaran umum aset, kewajiban, dan ekuitas pada suatu waktu tertentu
Langkah 2: Analisis likuiditas
Pertimbangkan kemampuan membayar utang agar mengetahui apakah perusahaan memiliki kas dan aset yang cukup untuk membayar utang jangka pendek
Langkah 3: Evaluasi kemampuan menghasilkan laba
Periksa apakah tahun ke tahun perusahaan mengakumulasi laba atau mengalami kerugian yang meningkat
Langkah 4: Bandingkan antar periode
Analisis perubahan item-item tersebut dibandingkan tahun sebelumnya untuk mengikuti tren keuangan
Langkah 5: Evaluasi struktur utang
Perhatikan rasio pinjaman jangka pendek dan panjang agar mengetahui apakah perusahaan memiliki beban utang yang wajar atau berisiko tinggi
Peringatan dalam Pengambilan Keputusan dari Neraca
Neraca hanya menunjukkan data historis
Bukan data real-time, bisa terjadi perubahan penting setelah penyusunan neraca
Keandalan angka
Neraca bisa mengandung kesalahan atau telah disesuaikan agar terlihat lebih baik, sehingga perlu diverifikasi dengan audit independen
Kondisi ekonomi yang berubah
Inflasi, suku bunga, atau perubahan nilai tukar dapat membuat angka tidak benar-benar dapat dibandingkan
Harus dibaca bersama laporan keuangan lain
Gunakan laporan laba rugi, laporan arus kas, dan rasio keuangan untuk mendapatkan gambaran lengkap
Ringkasan
Laporan posisi keuangan (neraca) adalah laporan yang menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada suatu waktu tertentu. Memahami dan menganalisis neraca memungkinkan manajemen merencanakan pengelolaan lebih baik dan membantu investor dalam pengambilan keputusan investasi berdasarkan data yang cukup
Namun, jangan hanya bergantung pada neraca untuk pengambilan keputusan. Pelajari data keuangan lain secara komprehensif, pertimbangkan kondisi ekonomi dan situasi industri agar pengambilan keputusan menjadi lebih menyeluruh dan berlandaskan dasar yang kuat