Ketika krisis membuat pendapatan hilang sejenak dan pengeluaran tetap mengalir keluar, atau saat harus menghadapi biaya pengobatan yang meningkat, apakah Anda siap secara finansial? Cerita-cerita ini bukanlah hal yang jauh dari kehidupan kita, tetapi tentang persiapan di muka.
Perencanaan keuangan bukanlah hal yang terlalu sulit. Itu adalah seni mengelola sumber daya agar uang kita bekerja untuk mencapai tujuan kita, bukan membiarkan waktu berlalu tanpa arah.
Lupakan perencanaan? Faktanya terungkap dari 7 alasan utama
1. Masa depan kita lebih panjang dari yang kita kira
Dengan kemajuan medis, usia rata-rata manusia semakin bertambah. Pria Thailand rata-rata berumur 71.3 tahun, wanita Thailand hingga 78.2 tahun. Beberapa orang bahkan bisa hidup sampai 100 tahun.
Misalnya Anda ingin pensiun di usia 60 tahun dan ingin menggunakan uang sebesar 30.000 Baht setiap bulan hingga usia 80 tahun, itu berarti:
30.000 Baht × 12 bulan × 20 tahun = 7.200.000 Baht
Tapi jika hidup lebih lama lagi? Masalahnya mulai dari sini. Statistik menunjukkan bahwa hanya 25 dari seratus orang yang memiliki cukup uang untuk masa pensiun.
2. Masyarakat berubah, anak kita 1-2 orang, bukan 5-6 orang
Thailand sedang memasuki era usia lanjut. Penduduk yang berusia di atas 60 tahun lebih dari 10%, dan tren ini terus meningkat.
Tren generasi muda memiliki anak lebih sedikit karena biaya hidup yang tinggi. Jadi, berharap bergantung pada anak saat tua? Dari statistik, 55.8% lansia masih harus bergantung pada orang lain, yang berarti anak sendiri pun harus melanjutkan hidup. Anda harus bergantung pada diri sendiri.
3. Inflasi adalah musuh yang akhirnya membuat uang kita berkurang nilainya
Dulu 20-30 tahun lalu, semangkuk mie harganya 5-10 Baht. Sekarang 40-50 Baht. 30 tahun lagi? Bisa sampai 100 Baht.
Makanan, biaya pengobatan, biaya perjalanan semuanya meningkat. Tapi uang “yang sama” membeli barang lebih sedikit. Jika tidak merencanakan investasi untuk mengalahkan inflasi, kebahagiaan setelah pensiun bisa memudar.
4. Manfaat sosial pemerintah hanyalah dasar
Dalam 15 tahun ke depan, 1 dari 5 orang Thailand akan menjadi lansia. Tapi pekerja? Menurun dari 6 orang per lansia menjadi 3 orang per lansia.
Perkiraan, pajak yang dikumpulkan pemerintah tidak cukup untuk manfaat sosial. Tunjangan lansia 600 Baht/bulan, dana jaminan sosial rata-rata 3.000 Baht/bulan. Apakah itu cukup? Itulah sebabnya Anda harus memikirkan sendiri agar hidup sukses.
5. Memilih aset keuangan? Saat ini terlalu banyak
Dulu, hanya menyimpan uang di bank sudah cukup. Sekarang suku bunga hanya 1.00-2.00%. Ada 726 saham, 1.537 dana investasi, asuransi, asuransi jiwa, dan berbagai instrumen investasi lainnya.
Seperti berdiri di depan kebun binatang, tapi tidak tahu harus memilih binatang apa. Belajar dan memilih dengan bijak akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan lebih cepat.
6. “Menabung” lebih baik daripada menunggu. Inilah kekuatan sebenarnya
Contoh perbandingan:
Pak Menabung vs Pak Tidak Menabung (15 tahun)
Modal awal: 10.000 Baht (sama)
Menabung setiap bulan: Pak Menabung 5.000 Baht / Pak Tidak Menabung 0 Baht
Imbal hasil: Pak Menabung 5% / Pak Tidak Menabung 1% (menabung di bank)
Hasil setelah 15 tahun: Pak Menabung 1.357.582 Baht / Pak Tidak Menabung 11.607 Baht
Perbedaannya bukan pada angka, tetapi pada disiplin, memulai lebih awal, dan memilih instrumen yang tepat.
7. Satu krisis bisa menyebabkan listrik padam
Selama COVID-19, banyak keluarga kehilangan kepala keluarga. Beberapa sakit parah dan harus dirawat. Biaya pengobatan melonjak tinggi. Tanpa tabungan cadangan, kebahagiaan hidup hilang seketika.
Merencanakan asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan dana darurat adalah “pelindung” hidup Anda.
Dimana harus mulai perencanaan keuangan?
Langkah 1: Tetapkan tujuan dengan jelas
Banyak orang menabung tanpa arah, tidak tahu untuk apa. Ini membuat disiplin hilang. Cobalah tetapkan tujuan yang jelas:
Jangka pendek (1-3 tahun): menabung untuk membeli barang yang diinginkan
Jangka menengah (3-10 tahun): membeli rumah, mobil, menikah
Jangka panjang (10+ tahun): merencanakan pensiun, asuransi
Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa memilih instrumen yang sesuai.
Langkah 2: Catat pendapatan dan pengeluaran setiap hari
90% dari mereka yang baru mulai bekerja “bulan ke bulan” tidak punya sisa uang. Masalahnya, tidak tahu ke mana uang pergi.
Cobalah catat pendapatan dan pengeluaran mulai hari ini. Dalam 7 hari sudah cukup. Anda akan melihat:
Mana yang kebutuhan pokok
Mana yang keinginan
Mana yang bisa dipotong
Saat ini ada aplikasi yang memudahkan pencatatan. Jika dilakukan selama setahun dan bisa menghemat 1.000 Baht/bulan, itu setara dengan 12.000 Baht/tahun yang bisa diinvestasikan.
Langkah 3: “Tenang” dengan laporan keuangan
Bekerja bertahun-tahun tapi tidak tahu:
Berapa kekayaan sebenarnya?
Berapa total utang?
Kekayaan bersih (aset - utang) berapa?
Cobalah catat semuanya:
Aset: saldo rekening, investasi, nilai rumah, nilai mobil, emas, koleksi barang
Utang: utang rumah, utang mobil, utang kartu kredit, utang pribadi
Hasilnya: Aset total - utang total = kekayaan bersih sebenarnya
Semakin besar semakin baik. Ini adalah “kesehatan keuangan” Anda.
Langkah 4: Siapkan “pembalut darurat”
Kalau hari Jumat masih kerja, hari Senin di-PHK? Atau tiba-tiba keluarga sakit dan butuh uang?
Siapkan dana cadangan minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan yang penting
Contoh: jika pengeluaran penting 10.000 Baht, simpan dana cadangan 30.000-60.000 Baht.
Dimana menyimpannya? Di tempat yang likuid, bisa dicairkan langsung, dan aman, seperti rekening tabungan biasa atau dana pasar uang.
Langkah 5: Kenali risiko diri sendiri
Banyak orang punya asuransi rumah, mobil, tapi tidak asuransi diri sendiri. Ini salah.
Kalau kepala keluarga (penghasil utama) mengalami apa-apa:
Pendapatan hilang dalam satu hari
Biaya pengobatan melonjak
Utang tetap ada
Asuransi jiwa dan kesehatan adalah perlindungan keluarga dari krisis keuangan.
Langkah 6: “Menabung dulu, baru pakai” adalah jalan kembali
Rumus lama: Pendapatan - Pengeluaran = Tabungan ❌
Rumus baru: Pendapatan - Tabungan = Pengeluaran ✓
Atur sistem otomatis agar tabungan terpotong langsung dari gaji setiap bulan, jangan diubah-ubah lagi.
Minimal simpan 10% dari pendapatan. Lebih banyak lebih baik.
Prinsip utang yang baik: Gabungkan semua pembayaran otomatis, jangan melebihi 45% dari pendapatan.
Contoh: Pendapatan 20.000 Baht → pembayaran otomatis jangan lebih dari 9.000 Baht (45%)
Langkah 7: Pendapatan “tidak hanya satu”
Selama COVID-19, banyak yang kehilangan pekerjaan. Jika hanya punya satu sumber penghasilan, Anda dalam situasi berbahaya.
Cobalah cari penghasilan tambahan dari hal yang Anda sukai atau kuasai:
Bisa bicara = tutor, pembicara
Bisa menulis = freelancer, blog
Online = jualan, les online
Penghasilan tambahan bahkan 100-200 Baht per hari, per bulan itu tidak sedikit.
Langkah 8: Biarkan uang bekerja “investasi dengan benar”
Investasikan sisa uang ke aset yang sesuai dengan potensi Anda:
Saham/dana saham: hasil dari dividen + selisih harga (beli murah jual mahal), tapi risiko lebih tinggi
Obligasi: bunga tetap dan pengembalian pokok pasti, risiko lebih rendah
Properti: pendapatan sewa tetap dan apresiasi nilai, tapi modal besar
Saat ini tersedia analisis dari berbagai bidang. Pilih waktu yang tepat.
Langkah 9: Investasi pada “pengetahuan” diri sendiri
Seni perencanaan keuangan harus terus dipelajari. Banyak institusi menawarkan SET Education gratis. Ada podcast, YouTube yang mengajarkan banyak hal.
Luangkan waktu 1-3 jam setiap minggu untuk belajar hal yang diminati. Ini akan membantu:
Membuat keputusan investasi lebih baik
Mengurangi ketakutan karena semakin tahu
Kesehatan keuangan semakin membaik
Prinsip dasar yang harus Anda ketahui
1. Kendalikan arus kas: Anggaran bukan untuk “membatasi” tetapi agar Anda “tahu” ke mana uang pergi.
2. Menabung + berinvestasi: Tidak pilih satu, keduanya harus dilakukan.
3. Asuransi + dana darurat: Penghalang perlindungan hidup Anda.
4. Kurangi pajak: Rencanakan asuransi dan pensiun, mungkin dapat potongan pajak.
5. Rencanakan pensiun: Mulai sejak hari pertama bekerja.
Ringkasan: Mulai hari ini, berapa yang bisa didapat?
Buat catatan keuangan yang jelas
Siapkan dana darurat 3-6 bulan
Jangan berutang lebih dari 45% dari pendapatan
Menabung minimal 10% dari pendapatan
Tetapkan tujuan keuangan yang jelas untuk setiap tahap hidup
Pelajari instrumen investasi dan pahami
“Seberapa banyak yang Anda tahu, tidak seberapa dibandingkan dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan mulai melakukannya.”
Perencanaan keuangan yang efektif tidak serumit yang dibayangkan. Itu adalah tentang memilih untuk memulai dan berkomitmen untuk melakukannya secara sistematis dari hari ini.
Sudah siap? Mulailah dengan mencatat pendapatan dan pengeluaran atau buat laporan keuangan sekarang juga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa harus mengelola uang dengan cerdas? Bagaimana memulai perencanaan keuangan agar berhasil
Ketika krisis membuat pendapatan hilang sejenak dan pengeluaran tetap mengalir keluar, atau saat harus menghadapi biaya pengobatan yang meningkat, apakah Anda siap secara finansial? Cerita-cerita ini bukanlah hal yang jauh dari kehidupan kita, tetapi tentang persiapan di muka.
Perencanaan keuangan bukanlah hal yang terlalu sulit. Itu adalah seni mengelola sumber daya agar uang kita bekerja untuk mencapai tujuan kita, bukan membiarkan waktu berlalu tanpa arah.
Lupakan perencanaan? Faktanya terungkap dari 7 alasan utama
1. Masa depan kita lebih panjang dari yang kita kira
Dengan kemajuan medis, usia rata-rata manusia semakin bertambah. Pria Thailand rata-rata berumur 71.3 tahun, wanita Thailand hingga 78.2 tahun. Beberapa orang bahkan bisa hidup sampai 100 tahun.
Misalnya Anda ingin pensiun di usia 60 tahun dan ingin menggunakan uang sebesar 30.000 Baht setiap bulan hingga usia 80 tahun, itu berarti:
Tapi jika hidup lebih lama lagi? Masalahnya mulai dari sini. Statistik menunjukkan bahwa hanya 25 dari seratus orang yang memiliki cukup uang untuk masa pensiun.
2. Masyarakat berubah, anak kita 1-2 orang, bukan 5-6 orang
Thailand sedang memasuki era usia lanjut. Penduduk yang berusia di atas 60 tahun lebih dari 10%, dan tren ini terus meningkat.
Tren generasi muda memiliki anak lebih sedikit karena biaya hidup yang tinggi. Jadi, berharap bergantung pada anak saat tua? Dari statistik, 55.8% lansia masih harus bergantung pada orang lain, yang berarti anak sendiri pun harus melanjutkan hidup. Anda harus bergantung pada diri sendiri.
3. Inflasi adalah musuh yang akhirnya membuat uang kita berkurang nilainya
Dulu 20-30 tahun lalu, semangkuk mie harganya 5-10 Baht. Sekarang 40-50 Baht. 30 tahun lagi? Bisa sampai 100 Baht.
Makanan, biaya pengobatan, biaya perjalanan semuanya meningkat. Tapi uang “yang sama” membeli barang lebih sedikit. Jika tidak merencanakan investasi untuk mengalahkan inflasi, kebahagiaan setelah pensiun bisa memudar.
4. Manfaat sosial pemerintah hanyalah dasar
Dalam 15 tahun ke depan, 1 dari 5 orang Thailand akan menjadi lansia. Tapi pekerja? Menurun dari 6 orang per lansia menjadi 3 orang per lansia.
Perkiraan, pajak yang dikumpulkan pemerintah tidak cukup untuk manfaat sosial. Tunjangan lansia 600 Baht/bulan, dana jaminan sosial rata-rata 3.000 Baht/bulan. Apakah itu cukup? Itulah sebabnya Anda harus memikirkan sendiri agar hidup sukses.
5. Memilih aset keuangan? Saat ini terlalu banyak
Dulu, hanya menyimpan uang di bank sudah cukup. Sekarang suku bunga hanya 1.00-2.00%. Ada 726 saham, 1.537 dana investasi, asuransi, asuransi jiwa, dan berbagai instrumen investasi lainnya.
Seperti berdiri di depan kebun binatang, tapi tidak tahu harus memilih binatang apa. Belajar dan memilih dengan bijak akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan lebih cepat.
6. “Menabung” lebih baik daripada menunggu. Inilah kekuatan sebenarnya
Contoh perbandingan:
Pak Menabung vs Pak Tidak Menabung (15 tahun)
Perbedaannya bukan pada angka, tetapi pada disiplin, memulai lebih awal, dan memilih instrumen yang tepat.
7. Satu krisis bisa menyebabkan listrik padam
Selama COVID-19, banyak keluarga kehilangan kepala keluarga. Beberapa sakit parah dan harus dirawat. Biaya pengobatan melonjak tinggi. Tanpa tabungan cadangan, kebahagiaan hidup hilang seketika.
Merencanakan asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan dana darurat adalah “pelindung” hidup Anda.
Dimana harus mulai perencanaan keuangan?
Langkah 1: Tetapkan tujuan dengan jelas
Banyak orang menabung tanpa arah, tidak tahu untuk apa. Ini membuat disiplin hilang. Cobalah tetapkan tujuan yang jelas:
Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa memilih instrumen yang sesuai.
Langkah 2: Catat pendapatan dan pengeluaran setiap hari
90% dari mereka yang baru mulai bekerja “bulan ke bulan” tidak punya sisa uang. Masalahnya, tidak tahu ke mana uang pergi.
Cobalah catat pendapatan dan pengeluaran mulai hari ini. Dalam 7 hari sudah cukup. Anda akan melihat:
Saat ini ada aplikasi yang memudahkan pencatatan. Jika dilakukan selama setahun dan bisa menghemat 1.000 Baht/bulan, itu setara dengan 12.000 Baht/tahun yang bisa diinvestasikan.
Langkah 3: “Tenang” dengan laporan keuangan
Bekerja bertahun-tahun tapi tidak tahu:
Cobalah catat semuanya:
Hasilnya: Aset total - utang total = kekayaan bersih sebenarnya
Semakin besar semakin baik. Ini adalah “kesehatan keuangan” Anda.
Langkah 4: Siapkan “pembalut darurat”
Kalau hari Jumat masih kerja, hari Senin di-PHK? Atau tiba-tiba keluarga sakit dan butuh uang?
Siapkan dana cadangan minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan yang penting
Contoh: jika pengeluaran penting 10.000 Baht, simpan dana cadangan 30.000-60.000 Baht.
Dimana menyimpannya? Di tempat yang likuid, bisa dicairkan langsung, dan aman, seperti rekening tabungan biasa atau dana pasar uang.
Langkah 5: Kenali risiko diri sendiri
Banyak orang punya asuransi rumah, mobil, tapi tidak asuransi diri sendiri. Ini salah.
Kalau kepala keluarga (penghasil utama) mengalami apa-apa:
Asuransi jiwa dan kesehatan adalah perlindungan keluarga dari krisis keuangan.
Langkah 6: “Menabung dulu, baru pakai” adalah jalan kembali
Rumus lama: Pendapatan - Pengeluaran = Tabungan ❌
Rumus baru: Pendapatan - Tabungan = Pengeluaran ✓
Atur sistem otomatis agar tabungan terpotong langsung dari gaji setiap bulan, jangan diubah-ubah lagi.
Minimal simpan 10% dari pendapatan. Lebih banyak lebih baik.
Prinsip utang yang baik: Gabungkan semua pembayaran otomatis, jangan melebihi 45% dari pendapatan.
Contoh: Pendapatan 20.000 Baht → pembayaran otomatis jangan lebih dari 9.000 Baht (45%)
Langkah 7: Pendapatan “tidak hanya satu”
Selama COVID-19, banyak yang kehilangan pekerjaan. Jika hanya punya satu sumber penghasilan, Anda dalam situasi berbahaya.
Cobalah cari penghasilan tambahan dari hal yang Anda sukai atau kuasai:
Penghasilan tambahan bahkan 100-200 Baht per hari, per bulan itu tidak sedikit.
Langkah 8: Biarkan uang bekerja “investasi dengan benar”
Investasikan sisa uang ke aset yang sesuai dengan potensi Anda:
Saham/dana saham: hasil dari dividen + selisih harga (beli murah jual mahal), tapi risiko lebih tinggi
Obligasi: bunga tetap dan pengembalian pokok pasti, risiko lebih rendah
Properti: pendapatan sewa tetap dan apresiasi nilai, tapi modal besar
Saat ini tersedia analisis dari berbagai bidang. Pilih waktu yang tepat.
Langkah 9: Investasi pada “pengetahuan” diri sendiri
Seni perencanaan keuangan harus terus dipelajari. Banyak institusi menawarkan SET Education gratis. Ada podcast, YouTube yang mengajarkan banyak hal.
Luangkan waktu 1-3 jam setiap minggu untuk belajar hal yang diminati. Ini akan membantu:
Prinsip dasar yang harus Anda ketahui
1. Kendalikan arus kas: Anggaran bukan untuk “membatasi” tetapi agar Anda “tahu” ke mana uang pergi.
2. Menabung + berinvestasi: Tidak pilih satu, keduanya harus dilakukan.
3. Asuransi + dana darurat: Penghalang perlindungan hidup Anda.
4. Kurangi pajak: Rencanakan asuransi dan pensiun, mungkin dapat potongan pajak.
5. Rencanakan pensiun: Mulai sejak hari pertama bekerja.
Ringkasan: Mulai hari ini, berapa yang bisa didapat?
“Seberapa banyak yang Anda tahu, tidak seberapa dibandingkan dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan mulai melakukannya.”
Perencanaan keuangan yang efektif tidak serumit yang dibayangkan. Itu adalah tentang memilih untuk memulai dan berkomitmen untuk melakukannya secara sistematis dari hari ini.
Sudah siap? Mulailah dengan mencatat pendapatan dan pengeluaran atau buat laporan keuangan sekarang juga.