Cara Menghitung Penyusutan Ada Berapa Metode – Panduan Memahami Penyusutan dan Biaya Amortisasi

Nilai Penyusutan (Depreciation) yang Perlu Anda Ketahui

Nilai penyusutan adalah proses pengurangan nilai aset berwujud seiring berjalannya waktu. Akuntan menggunakan metode ini untuk membagi biaya aset mahal ke dalam beberapa tahun penggunaannya, sehingga tidak perlu membayar seluruh biaya secara tunai sekaligus.

Ketika perusahaan memperoleh mesin, kendaraan, atau perlengkapan kantor, aset-aset ini secara bertahap kehilangan nilainya. Nilai penyusutan membantu agar pencatatan keuangan mencerminkan kenyataan ini dengan benar. Selain itu, juga berkaitan dengan biaya depresiasi, yang merupakan konsep serupa tetapi berlaku untuk aset tidak berwujud.

Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Nilai Penyusutan

Perhitungan nilai penyusutan bergantung pada beberapa faktor utama:

Umur manfaat – yaitu periode waktu di mana aset diperkirakan akan tetap dapat digunakan, misalnya laptop sekitar 5 tahun, mesin besar bisa lebih dari 10 tahun.

Nilai sisa – adalah nilai aset saat akhir masa manfaatnya. Jika Anda membeli mobil seharga 100.000 rupiah dengan umur 5 tahun dan diperkirakan akan dijual seharga 20.000 rupiah, maka selisihnya adalah 80.000 rupiah yang harus disusutkan.

Metode perhitungan – ada berbagai cara untuk membagi jumlah ini, tergantung pada karakteristik aset dan kebijakan perusahaan.

Aset yang Dapat dan Tidak Dapat Dihitung Nilai Penyusutannya

Aset yang dapat dihitung nilai penyusutannya:

  • Kendaraan dan alat transportasi
  • Gedung dan struktur bangunan
  • Mesin, perlengkapan, furniture
  • Komputer dan perangkat elektronik
  • Paten, hak cipta, perangkat lunak

Aset yang tidak dapat dihitung nilai penyusutannya:

  • Tanah (menganggap aset yang tidak mengalami penurunan nilai)
  • Koleksi seni, koin, barang kenang-kenangan (koleksi seni, koin, barang kenang-kenangan)
  • Investasi jangka pendek dan surat utang
  • Properti pribadi
  • Aset yang digunakan kurang dari 1 tahun

Berapa Banyak Metode Perhitungan Nilai Penyusutan – Perbandingan 4 Metode

1. Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

Ini adalah metode perhitungan nilai penyusutan yang paling sederhana dan paling umum digunakan.

Prinsip: Membagi nilai aset secara merata selama masa manfaatnya.

Rumus: Nilai penyusutan tahunan = (Harga perolehan aset - Nilai sisa) ÷ Umur manfaat

Contoh: Perusahaan membeli mobil seharga 100.000 rupiah dengan nilai sisa 20.000 rupiah dan umur 5 tahun.

  • Nilai penyusutan tahunan = (100.000 - 20.000) ÷ 5 = 16.000 rupiah per tahun

Kelebihan:

  • Mudah digunakan dan dipahami
  • Cocok untuk usaha kecil
  • Mengurangi kesalahan perhitungan

Kekurangan:

  • Tidak memperhitungkan penurunan nilai yang lebih besar di tahun pertama
  • Tidak sesuai dengan kenyataan bahwa biaya perawatan meningkat seiring bertambahnya usia aset

2. Metode Penyusutan Ganda (Accelerated Depreciation)

Metode ini memungkinkan perusahaan menghitung nilai penyusutan lebih tinggi di tahun-tahun awal dan menurun seiring waktu.

Metode Double-Declining Balance:

Merupakan salah satu bentuk penyusutan cepat yang menggunakan tingkat penyusutan dua kali lipat dari metode garis lurus.

Prinsip: Setiap tahun, penyusutan dihitung berdasarkan dua kali tingkat garis lurus dari saldo buku yang tersisa, bukan dari biaya awal.

Contoh: Mobil seharga 100.000 rupiah dengan umur 5 tahun.

  • Tingkat garis lurus = 1 ÷ 5 = 20%
  • Tingkat Double-Declining = 20% × 2 = 40%
  • Tahun pertama: 100.000 × 40% = 40.000 rupiah (tersisa 60.000)
  • Tahun kedua: 60.000 × 40% = 24.000 rupiah (tersisa 36.000)

Kelebihan:

  • Mengurangi pajak lebih besar di tahun awal
  • Mencerminkan kenyataan bahwa banyak aset kehilangan nilai paling banyak di awal masa manfaatnya
  • Membantu menutupi biaya perawatan yang meningkat di kemudian hari

Kekurangan:

  • Perhitungan lebih kompleks
  • Jika perusahaan mengalami kerugian pajak, manfaat pengurangan pajak dari penyusutan ini tidak bisa dimanfaatkan

3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum-of-Years Digits)

Ini adalah metode penyusutan cepat lainnya yang menggunakan tingkat penyusutan khusus.

Prinsip: Menggunakan jumlah angka tahun sebagai pembilang dan umur manfaat sebagai penyebut.

Contoh: Aset umur 5 tahun.

  • Jumlah angka tahun = 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15
  • Tahun pertama: (5/15) dari nilai aset
  • Tahun kedua: (4/15) dari nilai aset
  • Dan seterusnya

Kelebihan:

  • Nilai penyusutan lebih besar di tahun pertama, tetapi tidak sebesar metode Double-Declining
  • Lebih adil dibanding metode garis lurus

4. Metode Unit Produksi (Units of Production Method)

Metode ini mengaitkan nilai penyusutan dengan jumlah hasil produksi aset, bukan dengan umur tahun.

Prinsip: Menghitung penyusutan berdasarkan penggunaan nyata, seperti jam operasional atau jumlah unit yang diproduksi.

Contoh: Mesin mampu memproduksi 500.000 unit selama masa manfaat, biaya 500.000 rupiah, nilai sisa 50.000 rupiah.

  • Nilai yang harus disusutkan = 450.000 rupiah
  • Biaya per unit = 450.000 ÷ 500.000 = 0,90 rupiah per unit
  • Jika tahun ini memproduksi 50.000 unit, maka nilai penyusutan = 50.000 × 0,90 = 45.000 rupiah

Kelebihan:

  • Cocok untuk bisnis dengan tingkat produksi berbeda tiap tahun
  • Menggambarkan penggunaan aset secara akurat

Kekurangan:

  • Memerlukan pencatatan penggunaan secara tepat
  • Bisa sulit diterapkan dalam kondisi tertentu

Apa Itu Biaya Amortisasi (Amortization)?

Biaya amortisasi adalah proses membagi biaya aset tidak berwujud (seperti paten, hak cipta) atau pembayaran utang secara berkala.

###Perbedaan antara amortisasi dan penyusutan

Kriteria Penyusutan Amortisasi
Jenis aset Aset berwujud (Gedung, mesin) Aset tidak berwujud (Paten, hak cipta)
Metode Garis lurus atau cepat Hanya garis lurus
Periode Sesuai umur manfaat Sesuai jangka waktu hukum atau kontrak

Contoh biaya amortisasi

Amortisasi paten: Paten mesin seharga 10.000 rupiah dengan umur 10 tahun.

  • Biaya amortisasi = 10.000 ÷ 10 = 1.000 rupiah per tahun

Amortisasi pinjaman: Pinjaman 10.000 rupiah, bayar 2.000 rupiah per tahun.

  • Biaya amortisasi per tahun = 2.000 rupiah

Hubungan dengan EBIT dan EBITDA

Nilai penyusutan dan amortisasi berperan dalam perhitungan indikator keuangan penting:

EBIT (Earnings Before Interest and Taxes) – Pendapatan sebelum bunga dan pajak.

  • EBIT termasuk biaya penyusutan dan amortisasi
  • EBIT = Laba bersih + bunga + pajak

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization)

  • EBITDA tidak termasuk biaya penyusutan dan amortisasi
  • EBITDA = EBIT + biaya penyusutan + biaya amortisasi

Pemilihan indikator ini tergantung pada tujuan analisis. Perusahaan dengan aset tetap besar akan memiliki nilai penyusutan tinggi, yang dapat menurunkan EBIT tetapi EBITDA bisa lebih tinggi.

Ringkasan: Berapa Banyak Metode Perhitungan Nilai Penyusutan

Metode perhitungan nilai penyusutan bergantung pada jenis bisnis, karakteristik aset, dan kebijakan akuntansi.

Usaha kecil biasanya memilih metode garis lurus karena sederhana dan praktis.

Perusahaan dengan banyak aset dan ingin memaksimalkan pengurangan pajak mungkin menggunakan metode cepat seperti Double-Declining Balance.

Bisnis dengan hasil produksi yang bervariasi bisa memilih metode unit produksi.

Sedangkan biaya amortisasi biasanya hanya menggunakan metode garis lurus karena jumlahnya berdasarkan kontrak atau peraturan yang pasti.

Memahami berbagai metode ini akan membantu investor dan pemilik usaha menganalisis laporan keuangan secara akurat dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)